Kerajinan Anyaman Jogja Diminati Global, Ekspor Capai Pasar Eropa

Nur Khotimah, Rosiana Chozanah

Rabu, 11 Maret 2026 | 09:11 WIB
Kerajinan Anyaman Jogja Diminati Global, Ekspor Capai Pasar Eropa
Pelepasan ekspor kerajinan (Suara.com/Rosiana)
baca 10 detik
  • PT Indo Risakti berhasil mengekspor kerajinan berbahan alami dan limbah seperti enceng gondok serta pelepah pisang ke Prancis dan London, membuktikan daya saing IKM Indonesia di pasar global.
  • Keberhasilan ekspor ini didukung fasilitasi pemerintah melalui pameran internasional, sekaligus menjadi bukti konsistensi produk kerajinan lokal yang diminati buyer mancanegara.
  • Selain fokus ekspor, Indo Risakti aktif memberdayakan masyarakat desa, khususnya ibu rumah tangga, dengan pelatihan keterampilan agar bisa menambah penghasilan keluarga.

Suara.com - Produk kerajinan berbahan alami dan material limbah kembali mengharumkan nama Indonesia di pasar internasional.

PT Indo Risakti, perusahaan asal Yogyakarta yang dipimpin Riris Simanjuntak, resmi mengekspor kerajinan anyaman berupa storage dan keranjang ke Prancis dan London, Selasa (10/3/2026).

Ekspor ini menjadi bukti kuatnya daya saing Industri Kecil Menengah (IKM) Indonesia di tengah tantangan ekonomi global.

“Kami tidak bisa berjalan sendiri. Dengan dukungan pemerintah, dinas, dan asosiasi, usaha ini bisa berkembang sekaligus membuka lapangan kerja bagi pengrajin,” ujar Riris.

Produk yang dikirim sebagian besar berbahan enceng gondok dan pelepah pisang, material yang sebelumnya dianggap limbah, namun diolah menjadi produk fungsional sekaligus indah.

“Kami tidak hanya menjual produk, tetapi juga cerita di balik proses pembuatannya. Tentang bahan alami, pemberdayaan pengrajin, dan keberlanjutan lingkungan,” tambahnya.

Selain fokus ekspor, Indo Risakti juga aktif melakukan pelatihan di desa-desa, termasuk Gunungkidul, dengan sasaran utama ibu rumah tangga. Riris menegaskan, pemberdayaan perempuan menjadi kunci perputaran ekonomi keluarga.

“Kalau ibu bisa menghasilkan, anak-anak pasti terjamin makan. Ekonomi keluarga pun berputar,” katanya.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Reni Yanita, menyebut keberhasilan ini tak lepas dari fasilitasi pemerintah.

baca juga

Indo Risakti difasilitasi mengikuti pameran internasional Ambiente di Jerman selama tiga tahun berturut-turut, yang akhirnya membuka jalan ekspor ke Eropa.

“Keberhasilan ekspor ke Prancis dan London menjadi bukti bahwa IKM Indonesia punya daya saing kuat,” ujar Reni.

Ke depan, Indo Risakti menargetkan pasar non-tradisional seperti Namibia, Mauritius, dan French Polynesia.

Dengan strategi pemasaran berbasis storytelling dan inovasi ramah lingkungan, produk kerajinan lokal diyakini mampu menembus lebih banyak pasar global sekaligus membawa dampak sosial bagi masyarakat desa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Yogyakarta Mantapkan Diri Jadi Pusat Industri Kreatif, Ekspor Kerajinan Tembus Pasar Dunia

Yogyakarta Mantapkan Diri Jadi Pusat Industri Kreatif, Ekspor Kerajinan Tembus Pasar Dunia

Bisnis | Rabu, 11 Maret 2026 | 08:23 WIB

Wapres Cek Proyek Strategis Senilai Rp1,4 T di Tuban, Siap Genjot Ekspor Semen ke Pasar Global

Wapres Cek Proyek Strategis Senilai Rp1,4 T di Tuban, Siap Genjot Ekspor Semen ke Pasar Global

Bisnis | Sabtu, 07 Maret 2026 | 13:49 WIB

Purbaya Naikkan Tarif Ekspor Produk Kelapa Sawit, CPO Jadi 12,5 Persen

Purbaya Naikkan Tarif Ekspor Produk Kelapa Sawit, CPO Jadi 12,5 Persen

Bisnis | Kamis, 05 Maret 2026 | 19:53 WIB

Terkini

7 Cara Memilih Kompor Portable untuk Camping dan Traveling yang Aman Sekaligus Praktis

7 Cara Memilih Kompor Portable untuk Camping dan Traveling yang Aman Sekaligus Praktis

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 08:25 WIB

Dihadiri Wali Kota dan Plt Gubernur Riau, PSPS Pekanbaru Malah Kalah di Semarang

Dihadiri Wali Kota dan Plt Gubernur Riau, PSPS Pekanbaru Malah Kalah di Semarang

Riau | Minggu, 13 September 2026 | 08:15 WIB

Apakah Puff Cushion yang Lembap Bisa Memicu Timbulnya Jerawat Baru?

Apakah Puff Cushion yang Lembap Bisa Memicu Timbulnya Jerawat Baru?

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 08:13 WIB

Iran Berjuang Menjadi Anggota NDB BRICS Demi Lepas dari Sanksi Amerika Serikat

Iran Berjuang Menjadi Anggota NDB BRICS Demi Lepas dari Sanksi Amerika Serikat

News | Minggu, 13 September 2026 | 08:05 WIB

Harga HP Tecno RAM 8 GB Terbaru, Mulai Rp1 Jutaan Spek Menawan

Harga HP Tecno RAM 8 GB Terbaru, Mulai Rp1 Jutaan Spek Menawan

Tekno | Minggu, 13 September 2026 | 08:05 WIB

Ponsel Lipat Harga Mulai Rp30 Juta! Apa Saja Kehebatan iPhone Duo?

Ponsel Lipat Harga Mulai Rp30 Juta! Apa Saja Kehebatan iPhone Duo?

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 08:00 WIB

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palangka Raya

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palangka Raya

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 08:00 WIB

Hiu Paus 8 Meter Terdampar di Pantai Pengeragoan, Mati dan Dikubur

Hiu Paus 8 Meter Terdampar di Pantai Pengeragoan, Mati dan Dikubur

Bali | Minggu, 13 September 2026 | 07:58 WIB

Arab Saudi Tutup Pipa Minyak Utama, Pasokan Anjlok ke Level Terendah dalam 3 Dekade

Arab Saudi Tutup Pipa Minyak Utama, Pasokan Anjlok ke Level Terendah dalam 3 Dekade

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 07:53 WIB

Cara Menghitung Hari Baik Pindah Rumah Menurut Weton dan Primbon Jawa

Cara Menghitung Hari Baik Pindah Rumah Menurut Weton dan Primbon Jawa

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 07:45 WIB

×