- PT Indo Risakti berhasil mengekspor kerajinan berbahan alami dan limbah seperti enceng gondok serta pelepah pisang ke Prancis dan London, membuktikan daya saing IKM Indonesia di pasar global.
- Keberhasilan ekspor ini didukung fasilitasi pemerintah melalui pameran internasional, sekaligus menjadi bukti konsistensi produk kerajinan lokal yang diminati buyer mancanegara.
- Selain fokus ekspor, Indo Risakti aktif memberdayakan masyarakat desa, khususnya ibu rumah tangga, dengan pelatihan keterampilan agar bisa menambah penghasilan keluarga.
Suara.com - Produk kerajinan berbahan alami dan material limbah kembali mengharumkan nama Indonesia di pasar internasional.
PT Indo Risakti, perusahaan asal Yogyakarta yang dipimpin Riris Simanjuntak, resmi mengekspor kerajinan anyaman berupa storage dan keranjang ke Prancis dan London, Selasa (10/3/2026).
Ekspor ini menjadi bukti kuatnya daya saing Industri Kecil Menengah (IKM) Indonesia di tengah tantangan ekonomi global.
“Kami tidak bisa berjalan sendiri. Dengan dukungan pemerintah, dinas, dan asosiasi, usaha ini bisa berkembang sekaligus membuka lapangan kerja bagi pengrajin,” ujar Riris.
Produk yang dikirim sebagian besar berbahan enceng gondok dan pelepah pisang, material yang sebelumnya dianggap limbah, namun diolah menjadi produk fungsional sekaligus indah.
“Kami tidak hanya menjual produk, tetapi juga cerita di balik proses pembuatannya. Tentang bahan alami, pemberdayaan pengrajin, dan keberlanjutan lingkungan,” tambahnya.
Selain fokus ekspor, Indo Risakti juga aktif melakukan pelatihan di desa-desa, termasuk Gunungkidul, dengan sasaran utama ibu rumah tangga. Riris menegaskan, pemberdayaan perempuan menjadi kunci perputaran ekonomi keluarga.
“Kalau ibu bisa menghasilkan, anak-anak pasti terjamin makan. Ekonomi keluarga pun berputar,” katanya.
Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Reni Yanita, menyebut keberhasilan ini tak lepas dari fasilitasi pemerintah.
Baca Juga: Pemerintah Klaim Perjanjian Dagang RI-AS Perkuat Ekspor Produk Lokal
Indo Risakti difasilitasi mengikuti pameran internasional Ambiente di Jerman selama tiga tahun berturut-turut, yang akhirnya membuka jalan ekspor ke Eropa.
“Keberhasilan ekspor ke Prancis dan London menjadi bukti bahwa IKM Indonesia punya daya saing kuat,” ujar Reni.
Ke depan, Indo Risakti menargetkan pasar non-tradisional seperti Namibia, Mauritius, dan French Polynesia.
Dengan strategi pemasaran berbasis storytelling dan inovasi ramah lingkungan, produk kerajinan lokal diyakini mampu menembus lebih banyak pasar global sekaligus membawa dampak sosial bagi masyarakat desa.