- Bank Indonesia sedang intensif diskusi implementasi QRIS untuk pembayaran digital lintas negara, termasuk India, China, dan Korea Selatan.
- Implementasi QRIS di China dan Korea Selatan ditargetkan dapat terlaksana sebelum kuartal pertama tahun 2026 berakhir.
- Target penggunaan QRIS 2026 adalah 17 miliar transaksi lintas batas, 45 juta merchant, dan 60 juta pengguna.
Suara.com - Bank Indonesia (BI) terus memperluas pembayaran digital Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di beberapa negara. Termasuk di India yang bakal bisa digunakan.
Deputi Gubernur BI, Filianingsih Hendarta, mengatakan terus berdiskusi dengan pemerintah India dalam mengimplementasikan QRIS dalam pembayaran digital.
"Kita seperti diketahui sedang melakukan diskusi yang intens dengan India dan kemungkinan nanti juga dengan beberapa negara lainnya," tutur Filianingsih dikutip video Youtube BI, Kamis (22/1/2026).
Selain di India, QRIS segera digunakan di China dan Korea Selatan. Adapun, target penggunaannya dilakukan pada kuartal I 2026.
"Dalam waktu dekat, mudah-mudahan sebelum triwulan I (2026) kita sudah bisa implementasi dengan Tiongkok dan juga Korea Selatan," bebernya.
Dia menambahkan bahwa proses integrasi dengan sistem pembayaran di kedua negara tersebut sudah memasuki tahap akhir. Nantinya, implementasi dapat terlaksana sebelum kuartal I-2026 berakhir.
![Deputi Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta (kiri) berjalan usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (11/9/2025). [ANTARA FOTO/Fauzan/YU]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/09/12/85916-kpk-periksa-deputi-gubernur-bi-filianingsih-hendarta.jpg)
"Target pengguna QRIS di 2026 itu 17 miliar transaksi dan 8 negara untuk cross border, lalu 45 juta merchant yang menerima QRIS dan 60 juta pengguna QRIS," tandasnya.
Sementara itu, pertumbuhan transaksi ekonomi dan keuangan digital pada triwulan IV 2025 tetap tinggi didukung oleh sistem pembayaran yang aman, lancar, dan andal.
Volume transaksi pembayaran digital mencapai 14,26 miliar transaksi atau tumbuh 39,21 persen (yoy) pada triwulan IV 2025 didukung oleh perluasan akseptasi pembayaran digital.
Baca Juga: Bos BI Akui Pencalonan Keponakan Prabowo Jadi Sentimen Rupiah Anjlok
Volume transaksi melalui aplikasi mobile dan internet masing-masing tumbuh sebesar 12,10 persen (yoy) dan 15,10 persen (yoy), termasuk transaksi QRIS yang terus tumbuh tinggi mencapai 139,99 persen (yoy).
Kinerja positif tersebut didukung oleh peningkatan jumlah pengguna dan merchant. Dari sisi infrastruktur, volume transaksi ritel yang diproses melalui BI-FAST mencapai 1.358,65 juta transaksi atau tumbuh 30,44 persen (yoy) dengan nilai transaksi mencapai Rp3.442,26 triliun pada triwulan IV 2025.
Sementara itu, volume transaksi nilai besar yang diproses melalui BI-RTGS tercatat sebanyak 2,88 juta transaksi atau tumbuh 3,82 persen (yoy), dengan nilai sebesar Rp65.069,78 triliun pada triwulan IV 2025.
Dari sisi pengelolaan uang Rupiah, Uang Kartal Yang Diedarkan (UYD) tumbuh 12,90 persen( yoy) menjadi Rp1.359,94 triliun pada triwulan IV 2025.