- AWKI mewanti-wanti dampak ketegangan geopolitik global yang memengaruhi rantai pasok dan ekonomi nasional Indonesia.
- AWKI berkomitmen memperkuat UMKM untuk penyerapan tenaga kerja dan ketahanan pangan melalui peningkatan hasil pertanian.
- Organisasi ini diluncurkan bersama Munas pertama untuk mengonsolidasikan kepengurusan daerah berlandaskan empat konsensus kebangsaan.
Sementara itu, Ketua AWKI, Robertus Rani Lopiga, mengatakan organisasi ini dibangun dengan fondasi empat konsensus kebangsaan, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.
![Ilustrasi UMKM. [Ist]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/07/16/52949-ilustrasi-umkm.jpg)
Ia menegaskan, AWKI tidak hanya bergerak di bidang ekonomi, tetapi juga turut menjalankan kegiatan kebangsaan.
“Dasar pendirian kami terletak pada empat konsensus dasar bangsa, itu menjadi pedoman AWKI,” jelas Robertus.
Robertus menambahkan, peluncuran AWKI langsung diikuti dengan Munas pertama sebagai langkah konsolidasi dan percepatan pembentukan kepengurusan daerah di seluruh provinsi.
“Program awal kami adalah membangun DPD-DPD supaya semua daerah bisa berkontribusi membangun Indonesia,” katanya.
AWKI juga menyatakan dukungan terhadap agenda pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, termasuk Asta Cita, melalui berbagai kegiatan kebangsaan dan pemberdayaan masyarakat.
“Mendukung program pemerintah itu jelas, karena semangat kami ada di situ,” pungkas Robertus.