Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.855.000
Beli Rp2.725.000
IHSG 7.195,229
LQ45 726,150
Srikehati 345,455
JII 489,856
USD/IDR 17.090

Rupiah Masih Suram di Awal Pekan Ini, Merosot ke Level Rp 16.740

Achmad Fauzi | Rina Anggraeni | Suara.com

Senin, 05 Januari 2026 | 16:08 WIB
Rupiah Masih Suram di Awal Pekan Ini, Merosot ke Level Rp 16.740
Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dolar AS, Jakarta, Selasa (14/1/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
  • Rupiah ditutup melemah 0,09 persen pada Senin, 5 Januari 2026, mencapai Rp 16.740 per USD.
  • Pelemahan rupiah dipicu sentimen global terkait penangkapan Presiden Venezuela dan data neraca perdagangan mengecewakan.
  • Mata uang Asia umumnya cenderung melemah, kecuali baht Thailand yang mengalami penguatan terbesar pada hari tersebut.

Suara.com - Nilai tukar rupiah melanjutkan pelemahan pada penutupan Senin, 5 Januari 2026. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar spot ditutup pada level Rp 16.740 per USD

Alhasil, rupiah melemah 0,09 persen dibanding penutupan pada Jumat yang berada di level Rp 16.725 per USD.

Sedangkan, kurs Jisdor Bank Indonesia tercatat di Rp 16.748 per USD.

Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dolar AS, Jakarta, Selasa (14/1/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dolar AS, Jakarta, Selasa (14/1/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Saat ini pergerakan mata uang di Asia bervariasi dengan kecenderungan melemah. Salah satunya, peso Filipina menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah ditutup anjlok 0,41 persen. Disusul, ringgit Malaysia ambles 0,37 persen.

Selanjutnya ada dolar Taiwan yang ditutup terkoreksi 0,26 persen dan won Korea Selatan yang tertekan 0,13 persen.

Lalu rupee India yang tergelincir 0,09 persen. Berikutnya, yen Jepang yang turun 0,09 persen dan dolar Singapura yang melemah tipis 0,06 persen pada hari ini.

Sedangkan, baht Thailand menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melonjak 0,5 persen.

Kemudian, ada yuan China yang naik 0,11 persen dan dolar Hongkong yang menguat tipis 0,06 persen terhadap the greenback.

Sentimen Pelemahan Rupiah

Dalam hal ini, Analis Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan rupiah melemah dikarenakan sentimen global dan dalam negeri.

Salah satunya, mengenai penangkapan Presiden Venezuela yang dilakukan oleh Trump hingga data neraca perdagangan Indonesia yang diumumkan oleh BPS.

"Rupiah melemah terhadap dolar AS yang menguat secara luas paska penangkapan Maduro. Data perdagangan Indonesia bulan November yang mengecewakan dan di bawah harapan ikut menekan rupiah," katanya saat dihubungi Suara.com.

Dia mengatakan rupiah tentunya masih berpotensi melanjutkan pelemahan. Bahkan diprediksi akan menembus USD Rp 17.000 ribu.

"Namun di level-level penting mendekati Rp 17.000 sangat besar kemungkinan BI akan kembali intervensi," jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Masih Meloyo, Cek Kurs Dolar AS Hari Ini di Bank Mandiri, BNI, BRI, BCA

Rupiah Masih Meloyo, Cek Kurs Dolar AS Hari Ini di Bank Mandiri, BNI, BRI, BCA

Bisnis | Senin, 05 Januari 2026 | 10:54 WIB

Rupiah Terperosok ke Rp16.730 Pagi Ini, Gejolak Politik AS-Venezuela Jadi Biang Kerok

Rupiah Terperosok ke Rp16.730 Pagi Ini, Gejolak Politik AS-Venezuela Jadi Biang Kerok

Bisnis | Senin, 05 Januari 2026 | 09:48 WIB

Rupiah Merosot, Intip Kurs Jual Beli Dolar AS di Bank Mandiri, BCA, BRI, dan BNI

Rupiah Merosot, Intip Kurs Jual Beli Dolar AS di Bank Mandiri, BCA, BRI, dan BNI

Bisnis | Minggu, 04 Januari 2026 | 15:25 WIB

Terkini

Pertamina Fasilitasi 1.346 Sertifikasi UMKM, MiniesQ Sukses Tembus Pasar Ritel Modern

Pertamina Fasilitasi 1.346 Sertifikasi UMKM, MiniesQ Sukses Tembus Pasar Ritel Modern

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 21:11 WIB

Lotte Chemical Indonesia Prioritaskan Pasokan Domestik di Tengah Krisis Rantai Pasok Global

Lotte Chemical Indonesia Prioritaskan Pasokan Domestik di Tengah Krisis Rantai Pasok Global

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 20:47 WIB

Purbaya Klaim MBG Bantu Dorong Ekonomi RI 1 Persen karena Serap 1 Juta Tenaga Kerja

Purbaya Klaim MBG Bantu Dorong Ekonomi RI 1 Persen karena Serap 1 Juta Tenaga Kerja

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 20:18 WIB

FTSE Pertahankan Status Indonesia, Reformasi Pasar Modal Diakui Dunia

FTSE Pertahankan Status Indonesia, Reformasi Pasar Modal Diakui Dunia

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 20:05 WIB

Purbaya Siapkan Lowongan Kerja Bea Cukai untuk 300 Lulusan SMA, Diumumkan Mei 2026

Purbaya Siapkan Lowongan Kerja Bea Cukai untuk 300 Lulusan SMA, Diumumkan Mei 2026

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 19:27 WIB

Gelar 206 Proyek di Bali, Kementerian PU Kucurkan Rp1,2 Triliun pada 2026

Gelar 206 Proyek di Bali, Kementerian PU Kucurkan Rp1,2 Triliun pada 2026

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 19:05 WIB

Ketergantungan Impor LPG RI Makin Dalam, Tembus 83,97% di 2026

Ketergantungan Impor LPG RI Makin Dalam, Tembus 83,97% di 2026

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 18:58 WIB

Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!

Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 18:57 WIB

OJK Yakin Pasar Modal RI Kembali Dibanjiri Investor Setelah Status FTSE

OJK Yakin Pasar Modal RI Kembali Dibanjiri Investor Setelah Status FTSE

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 18:51 WIB

Kemendag Rilis 2 Aturan Baru, Perizinan Ekspor Kini Nggak Berbelit-belit

Kemendag Rilis 2 Aturan Baru, Perizinan Ekspor Kini Nggak Berbelit-belit

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 18:17 WIB