Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.935

Lampaui Rata-Rata Nasional, Produktivitas Jagung Dekalb Capai 7 Ton per Hektare

Mohammad Fadil Djailani

Sabtu, 24 Januari 2026 | 16:22 WIB
Lampaui Rata-Rata Nasional, Produktivitas Jagung Dekalb Capai 7 Ton per Hektare
Kehadiran varietas ini terbukti memberikan dampak signifikan, dengan peningkatan hasil panen sebesar 15% dan kenaikan pendapatan petani hingga 20% per musim tanam. Foto ist.
baca 10 detik
  • Bayer tingkatkan panen jagung Jateng 15% lewat varietas Dekalb DK19C dan DK79C.
  • Produksi capai 7 ton/ha, melampaui rata-rata nasional guna dukung swasembada pangan.
  • Pendampingan teknis dan digital Bayer naikkan pendapatan petani hingga 20% per musim.

Suara.com - Bayer Indonesia mempertegas komitmen jangka panjangnya dalam memperkuat ketahanan pangan nasional melalui peningkatan produksi jagung di Jawa Tengah. Sebagai salah satu pilar utama lumbung pangan, Jawa Tengah menjadi fokus strategis Bayer dalam mendukung target swasembada pangan yang tertuang dalam program Asta Cita pemerintah.

Langkah nyata ini diwujudkan melalui panen raya varietas hibrida Dekalb DK19C ”Cantik” dan DK79C “Kuat” bersama 800 petani di Kabupaten Grobogan dan Kendal. Kehadiran varietas ini terbukti memberikan dampak signifikan, dengan peningkatan hasil panen sebesar 15% dan kenaikan pendapatan petani hingga 20% per musim tanam.

Data menunjukkan bahwa total produksi dari varietas unggulan ini mencapai 6–7 ton per hektare, angka yang melampaui rata-rata produksi nasional sebesar 5,93 ton per hektare. Capaian ini menjadi krusial mengingat Jawa Tengah merupakan kontributor jagung terbesar kedua di Indonesia dengan estimasi produksi 3,18 juta ton pada tahun 2025.

Mateus Barros, Cluster Lead East Asia & Pakistan Bayer Crop Science, menekankan pentingnya peran petani dalam ekosistem ini. "Akses terhadap teknologi benih yang andal serta praktik budidaya yang tepat sangat penting untuk menjaga produktivitas secara berkelanjutan," ungkapnya.

Bayer tidak hanya menghadirkan benih berkualitas, tetapi juga solusi spesifik untuk berbagai tantangan agroekologi:

  • DK19C "Cantik": Fokus pada stabilitas hasil dengan umur panen 105 hari.
  • DK79C "Kuat": Dirancang khusus untuk lahan kering dan wilayah berbukit dengan masa panen lebih cepat (100 hari).

Yuchen Li, Country Commercial Lead Bayer Crop Science Indonesia & Malaysia, menegaskan bahwa pendampingan teknis adalah kunci pendukung benih unggul. Melalui ekosistem Better Life Farming, pusat pelatihan Bayer JUARA, serta platform digital TANIA, petani mendapatkan edukasi komprehensif mulai dari teknik tanam hingga pengendalian hama.

Manfaat ini dirasakan langsung oleh para petani di lapangan. H. Zakaria, petani asal Kendal, mengakui bahwa pendampingan teknis membuat hasil panennya lebih stabil. "Saya bisa melihat perbedaannya langsung, dari cara tanam hingga hasil yang lebih konsisten," ujarnya.

Dengan kombinasi teknologi plasma nutfah dan pemberdayaan komunitas, Bayer berkomitmen untuk terus meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus menjaga stabilitas pasokan jagung sebagai bahan baku utama industri pangan dan pakan ternak di tengah tantangan perubahan iklim.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Benih Berkualitas Angkat Hasil Panen Jagung Petani Jateng

Benih Berkualitas Angkat Hasil Panen Jagung Petani Jateng

Foto | Sabtu, 24 Januari 2026 | 04:32 WIB

Prabowo Naikkan Anggaran Riset 50 Persen Jadi Rp12 Triliun, Fokus pada Swasembada Pangan dan Energi

Prabowo Naikkan Anggaran Riset 50 Persen Jadi Rp12 Triliun, Fokus pada Swasembada Pangan dan Energi

News | Kamis, 15 Januari 2026 | 19:16 WIB

Airlangga Ingatkan Jagung Tak Sekadar Pangan, Harus Seimbang untuk Pakan dan Industri

Airlangga Ingatkan Jagung Tak Sekadar Pangan, Harus Seimbang untuk Pakan dan Industri

Bisnis | Rabu, 14 Januari 2026 | 11:11 WIB

Terkini

Jawa Barat Sumbang 12 Persen untuk Penjualan Yamaha Nasional, NMax dan Aerox Jadi Andalan

Jawa Barat Sumbang 12 Persen untuk Penjualan Yamaha Nasional, NMax dan Aerox Jadi Andalan

Otomotif | Minggu, 26 Juli 2026 | 14:29 WIB

Flek Hitam di Wajah Karena Apa? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Flek Hitam di Wajah Karena Apa? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Lifestyle | Minggu, 26 Juli 2026 | 14:25 WIB

Eksklusivitas Komunitas Lari WNA di Bali: Menggugat Kedaulatan Ruang Publik Kita

Eksklusivitas Komunitas Lari WNA di Bali: Menggugat Kedaulatan Ruang Publik Kita

Your Say | Minggu, 26 Juli 2026 | 14:23 WIB

Polemik Londo Ireng: Ketika Kritik Media Dibalas Stigma dari Penguasa

Polemik Londo Ireng: Ketika Kritik Media Dibalas Stigma dari Penguasa

Your Say | Minggu, 26 Juli 2026 | 14:20 WIB

Blokade Laut AS ke Iran Masih Berlaku, Pasukan Donald Trump Siaga Tempur

Blokade Laut AS ke Iran Masih Berlaku, Pasukan Donald Trump Siaga Tempur

News | Minggu, 26 Juli 2026 | 14:05 WIB

Pemerintah Punya Tiga Opsi Hadapi Tekanan Fiskal, Salah Satunya Tambah Utang

Pemerintah Punya Tiga Opsi Hadapi Tekanan Fiskal, Salah Satunya Tambah Utang

Bisnis | Minggu, 26 Juli 2026 | 14:00 WIB

Memahami Zeus's Law dalam Film The Odyssey, Penyederhanaan Xenia Epos Homer

Memahami Zeus's Law dalam Film The Odyssey, Penyederhanaan Xenia Epos Homer

Your Say | Minggu, 26 Juli 2026 | 13:50 WIB

Belum Ada Kuota Khusus, Penyandang Disabilitas Tertinggal di Program Andalan Prabowo

Belum Ada Kuota Khusus, Penyandang Disabilitas Tertinggal di Program Andalan Prabowo

News | Minggu, 26 Juli 2026 | 13:45 WIB

Houthi Serang 'Tambang' Arab Saudi, Harga Minyak Hampir 100 Dolar AS per Barel

Houthi Serang 'Tambang' Arab Saudi, Harga Minyak Hampir 100 Dolar AS per Barel

Bisnis | Minggu, 26 Juli 2026 | 13:36 WIB

Bisakah Laut Serap Lebih Banyak Karbon? Ilmuwan Uji Cara Baru Hadapi Perubahan Iklim

Bisakah Laut Serap Lebih Banyak Karbon? Ilmuwan Uji Cara Baru Hadapi Perubahan Iklim

News | Minggu, 26 Juli 2026 | 13:30 WIB

×