Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.745.000
Beli Rp2.600.000
IHSG 5.342,137
LQ45 527,078
Srikehati 259,301
JII 319,450
USD/IDR 18.166

Airlangga Ingatkan Jagung Tak Sekadar Pangan, Harus Seimbang untuk Pakan dan Industri

Dythia Novianty, Fakhri Fuadi Muflih

Rabu, 14 Januari 2026 | 11:11 WIB
Airlangga Ingatkan Jagung Tak Sekadar Pangan, Harus Seimbang untuk Pakan dan Industri
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. [Suara.com/Fakhri]
  • Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan jagung strategis untuk pangan, peternakan, dan industri nasional.
  • Kebutuhan jagung sektor peternakan (pakan) berdampak langsung pada harga produk ternak jika pasokan terganggu.
  • Jagung menjadi bahan baku ekspor industri, seperti fruktosa untuk makanan dan farmasi, menurut Airlangga.

Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan komoditas jagung memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional. 

Jagung, kata dia, tidak hanya berfungsi sebagai bahan pangan, tetapi juga menopang sektor peternakan dan industri.

Ia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan kebutuhan jagung agar tidak terjadi tarik-menarik kepentingan antar sektor.

“Jagung itu ada tiga fungsi yaitu satu selain untuk food, juga untuk feed, untuk tanaman ternak, dan yang ketiga untuk industri,” kata Airlangga di Menara Kadin, Selasa (13/1/2025).

Menurutnya, ketiga jalur kebutuhan tersebut harus dijaga agar berjalan paralel. 

Pemerintah dan pelaku usaha diminta tidak hanya fokus pada satu sektor, tetapi memastikan pasokan jagung tersedia secara berkelanjutan untuk seluruh kebutuhan.

Airlangga menilai, sektor peternakan sangat bergantung pada ketersediaan jagung sebagai bahan baku utama pakan

Ketika pasokan terganggu, dampaknya akan langsung terasa pada harga daging ayam, telur, hingga produk peternakan lainnya.

Di sisi lain, jagung juga memiliki peran penting dalam sektor industri. Airlangga menyebut jagung menjadi bahan baku berbagai produk turunan yang bernilai tambah tinggi.

“Karena untuk industri misalnya jagung itu menjadi source untuk fructose dan juga untuk penyedap masakan,” ujarnya.

Petani memanen jagung hasil kerja sama antara Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya dengan Polres Sidoarjo di lahan pertanian Desa Bulang, Kecamatan Prambon, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat (31/10/2025). [ANTARA FOTO/Umarul Faruq/foc]
Petani memanen jagung. [ANTARA FOTO/Umarul Faruq/foc]

Ia menambahkan, fruktosa berbasis jagung tidak hanya dibutuhkan industri makanan, tetapi juga sektor farmasi. Produk tersebut bahkan telah menjadi komoditas ekspor ke berbagai negara.

“Sehingga ini hal-hal yang harus didorong dan juga fructose itu dibutuhkan untuk pharmaceutical industry dan fructose juga diekspor ke berbagai negara,” lanjut Airlangga.

Airlangga juga mengingatkan pentingnya menjaga stabilitas harga jagung di tingkat petani dan konsumen. 

Menurutnya, keseimbangan antara pasokan dan permintaan menjadi kunci agar komoditas ini tetap memberikan manfaat ekonomi yang luas.

Lebih lanjut, Airlangga menyebut penguatan komoditas jagung menjadi bagian dari strategi ketahanan pangan nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. 

Jagung dinilai memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas pangan sekaligus mendukung industri berbasis pertanian.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Industri Pengolahan RI Loyo di 2025 Gegara Tarif Trump Hingga Geopolitik

Industri Pengolahan RI Loyo di 2025 Gegara Tarif Trump Hingga Geopolitik

Bisnis | Rabu, 31 Desember 2025 | 17:25 WIB

Catatan Akhir Tahun, Aktivitas Industri Manufaktur RI Melambat

Catatan Akhir Tahun, Aktivitas Industri Manufaktur RI Melambat

Bisnis | Selasa, 30 Desember 2025 | 19:18 WIB

Pemerintah Putuskan Impor Garam Industri 1,1 Juta Ton, Buat Apa?

Pemerintah Putuskan Impor Garam Industri 1,1 Juta Ton, Buat Apa?

Bisnis | Selasa, 30 Desember 2025 | 18:48 WIB

OSL Group Perkuat Jejak Global, Bawa Standar Kepatuhan Hong Kong ke Pasar Kripto RI

OSL Group Perkuat Jejak Global, Bawa Standar Kepatuhan Hong Kong ke Pasar Kripto RI

Bisnis | Selasa, 30 Desember 2025 | 11:03 WIB

Cara Perusahaan BUMN Tingkatkan Keselamatan Industri Maritim

Cara Perusahaan BUMN Tingkatkan Keselamatan Industri Maritim

Bisnis | Senin, 29 Desember 2025 | 09:14 WIB

Kemenperin Gaspol Digitalisasi Industri, PIDI 4.0 Jadi Motor Transformasi Nasional

Kemenperin Gaspol Digitalisasi Industri, PIDI 4.0 Jadi Motor Transformasi Nasional

Bisnis | Senin, 29 Desember 2025 | 08:46 WIB

Terkini

Di Mana Menkeu Purbaya saat Chatib Basri Dipanggil Prabowo ke Istana

Di Mana Menkeu Purbaya saat Chatib Basri Dipanggil Prabowo ke Istana

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 16:26 WIB

Pemerintah Santai Tanggapi Penurunan Cadangan Devisa RI

Pemerintah Santai Tanggapi Penurunan Cadangan Devisa RI

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 16:16 WIB

Chatib Basri, Menkeu Spesialis Krisis Ekonomi, Temui Prabowo di Istana, Luhut Jadi Pendamping

Chatib Basri, Menkeu Spesialis Krisis Ekonomi, Temui Prabowo di Istana, Luhut Jadi Pendamping

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 16:15 WIB

Chatib Basri Ungkap Jalan Keluar Krisis Ekonomi saat Rumor Jadi Menkeu: Jangan Naikkan Pajak

Chatib Basri Ungkap Jalan Keluar Krisis Ekonomi saat Rumor Jadi Menkeu: Jangan Naikkan Pajak

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 16:14 WIB

Gegara BI-Rate Rupiah Bernasib Baik Hari Ini, Tapi Masih Rp 18.000

Gegara BI-Rate Rupiah Bernasib Baik Hari Ini, Tapi Masih Rp 18.000

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 15:53 WIB

Cadev Turun 1,3 Miliar Dolar AS, Gubernur BI Singgung IMF

Cadev Turun 1,3 Miliar Dolar AS, Gubernur BI Singgung IMF

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 15:49 WIB

Harga Kedelai Mahal Gegara Rupiah Melemah, Pemerintah Beri Subsidi Rp2.000

Harga Kedelai Mahal Gegara Rupiah Melemah, Pemerintah Beri Subsidi Rp2.000

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 15:41 WIB

Masih Menarikkah Investasi Saham BBCA? Tengok Strateginya

Masih Menarikkah Investasi Saham BBCA? Tengok Strateginya

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 15:34 WIB

Daftar Saham Paling Laris Hari Ini: BBCA Transaksi Jumbo, BUMI Tembus Volume Besar

Daftar Saham Paling Laris Hari Ini: BBCA Transaksi Jumbo, BUMI Tembus Volume Besar

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 14:40 WIB

Jurus Purbaya Kejar Target Pertumbuhan Ekonomi 6,5 Persen Sesuai Ambisi Prabowo

Jurus Purbaya Kejar Target Pertumbuhan Ekonomi 6,5 Persen Sesuai Ambisi Prabowo

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 14:35 WIB