- Pada Senin, 26 Januari 2026, IHSG dibuka menguat ke level 8.967 dan naik menjadi 8.977 pada 09.04 WIB.
- Volume transaksi pagi itu mencatat 2,57 miliar saham diperdagangkan dengan total nilai transaksi Rp 2,08 triliun.
- Proyeksi menyebutkan IHSG diperkirakan bergerak *sideways* dipengaruhi sentimen pasar Amerika Serikat yang bervariasi.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), mulai merangkak naik di awal perdagangan, Senin, 26 Januari 2026. IHSG dibuka menguat ke level 8.967
Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 09.04 WIB, IHSG terus menghijau ke level 8.977 atau naik 0,30 persen.
Pada perdagangan pada waktu itu, sebanyak 2,57 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 2,08 triliun, serta frekuensi sebanyak 254.400 kali.
Dalam perdagangan di waktu tersebut, sebanyak 336 saham bergerak naik, sedangkan 196 saham mengalami penurunan, dan 426 saham tidak mengalami pergerakan.
![Layar digital menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (9/7/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/07/09/74766-ihsg-indeks-harga-saham-gabungan-bursa-efek-ilustrasi-bursa-ilustrasi-ihsg.jpg)
Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada waktu itu diantaranya, LMPI, AIMS, AMAG, JAST, GTRA, INTD, ELPI, PTMP, BHAT, KDTN, MEDS.
Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, PUDP, UANG, ZATA, INAI, ISAP, KIOS, JTPE, SKLT, ARGO, FOLK, STAR.
Proyeksi IHSG
IHSG diperkirakan bergerak sideways pada perdagangan awal pekan ini. Pergerakan IHSG dipengaruhi sentimen beragam dari pasar global, khususnya bursa Amerika Serikat (AS) yang ditutup bervariasi.
Berdasarkan riset Samuel Sekuritas, pasar saham AS pada Jumat (23/1) ditutup beragam. Indeks Dow Jones Industrial Average melemah 0,58 persen ke level 49.099, sementara S&P 500 menguat tipis 0,03 persen ke 6.916 dan Nasdaq naik 0,28 persen.
Baca Juga: Target Saham DEWA: Analis Beri Rekomendasi, Tapi Catatan BEI Respon Sebaliknya
Samuel Sekuritas menilai, pasar AS bergerak variatif di tengah meredanya tensi geopolitik global. Di sisi lain, yield US Treasury (UST) tenor 10 tahun tercatat turun 0,21 persen ke level 4,239 persen, seiring pelemahan indeks dolar AS (USD Index) sebesar 0,71 persen ke 97,60.
"Dengan sentimen yang masih beragam dari pasar AS dan regional, kami memperkirakan IHSG akan bergerak sideways," tulis Samuel Sekuritas.
Pada penutupan perdagangan terakhir, IHSG tercatat melemah 0,5 persen ke level 8.951. Dari kawasan regional, indeks STI Singapura menguat 1,3 persen, sementara indeks STOXX Eropa terkoreksi 0,1 persen.
Dari sisi komoditas, harga minyak Brent melonjak 2,8 persen ke level USD 66 per barel, sedangkan harga emas menguat 1 persen ke USD 4.987 per troy ounce. Di sisi lain, harga batu bara ICE turun 1,2 persen ke USD 112 per metrik ton, dan CPO Malaysia terkoreksi 0,5 persen ke MYR 4.175 per metrik ton. Harga nikel justru mencatatkan kenaikan signifikan sebesar 4,3 persen ke USD 18.613 per metrik ton.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terpantau melemah 0,4 persen ke posisi Rp16.822 per dolar AS.
Adapun dari sentimen domestik, sejumlah aksi korporasi turut menjadi perhatian pelaku pasar, di antaranya PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang menerbitkan obligasi tahap IV senilai Rp 612,75 miliar, SMAR yang melakukan pelunasan obligasi, serta TRUE yang menunda aksi private placement.