Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Daftar Saham LQ45, IDX30, dan IDX80 Terbaru: BREN, CUAN Hingga BUMI Masuk

M Nurhadi | Suara.com

Selasa, 27 Januari 2026 | 15:01 WIB
Daftar Saham LQ45, IDX30, dan IDX80 Terbaru: BREN, CUAN Hingga BUMI Masuk
Ilustrasi IHSG [Suara.com]

Suara.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) baru saja mengumumkan hasil evaluasi mayor untuk sejumlah indeks paling bergengsi di tanah air.

Dalam pengumuman resminya, otoritas bursa melakukan rebalancing atau penataan ulang konstituen indeks LQ45, IDX30, dan IDX80 untuk periode efektif 2 Februari 2026 hingga 30 April 2026.

Kejutan besar terjadi dengan masuknya saham milik konglomerat Prajogo Pangestu, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), ke dalam daftar elit LQ45.

Perombakan ini merupakan rutinitas bursa untuk memastikan bahwa saham-saham yang berada di dalam indeks tersebut tetap merepresentasikan kondisi pasar yang likuid, memiliki kapitalisasi pasar besar, serta fundamental yang sehat.

Bagi para manajer investasi dan investor ritel, perubahan ini menjadi kompas penting karena banyak produk reksa dana indeks yang akan melakukan penyesuaian portofolio mengikuti daftar terbaru ini.

Pergeseran di LQ45: Selamat Datang BREN, Pamit ACES

Indeks LQ45, yang merupakan kumpulan 45 saham dengan likuiditas tertinggi dan kapitalisasi pasar besar, mencatat perubahan signifikan.

Saham BREN resmi masuk menggantikan PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES). Kehadiran BREN di indeks ini diprediksi akan memberikan pengaruh besar mengingat bobotnya yang mencapai 6,83%.

Secara teknis, BREN tercatat memiliki rasio free float sebesar 12,30% dengan jumlah saham untuk penghitungan indeks pasca-evaluasi mencapai 16,45 miliar lembar.

Masuknya BREN ke LQ45 seolah menjadi penegasan atas dominasi grup Barito di pasar modal Indonesia sepanjang awal tahun 2026 ini.

IDX30 dan IDX80: BUMI dan EMTK Kembali Beraksi

Tidak hanya LQ45, indeks IDX30 yang berisi 30 saham paling "super" di bursa juga mengalami perombakan.

Dua saham yang cukup vokal di pasar, yakni PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK), terpilih menjadi konstituen baru. Kehadiran mereka menggeser posisi PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) dan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR).

Dalam struktur IDX30 yang baru, BUMI memegang bobot sebesar 2,60%, sementara EMTK memiliki bobot 1,07%.

Meski ada anggota baru, posisi puncak klasemen bobot terbesar di IDX30 masih dikuasai oleh raksasa perbankan dan telekomunikasi, yakni BBCA (15%), BBRI (15%), dan TLKM (10,80%).

Sementara itu, pada indeks IDX80, dinamika juga terasa dengan masuknya BREN, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), dan PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA).

Mereka menggantikan posisi AVIA, LSIP, dan PNBN yang harus terdepak dari daftar 80 saham paling likuid tersebut.

Syarat Masuk Indeks LQ45 dan IDX30

Banyak investor bertanya-tanya, apa sebenarnya yang membuat sebuah saham bisa masuk ke dalam indeks elit seperti LQ45 atau IDX30? BEI memiliki kriteria yang sangat ketat dan berlapis, di antaranya:

  1. Likuiditas Transaksi: Ini adalah syarat utama. Sebuah saham harus masuk dalam daftar saham dengan nilai transaksi tertinggi di pasar reguler selama periode pengamatan (biasanya 12 bulan terakhir).
  2. Kapitalisasi Pasar (Market Cap): Saham tersebut harus memiliki nilai pasar yang besar. Untuk LQ45, biasanya dilihat dari rata-rata kapitalisasi pasar dalam setahun terakhir.
  3. Kondisi Keuangan dan Prospek Pertumbuhan: BEI tidak hanya melihat angka perdagangan, tetapi juga kesehatan laporan keuangan perusahaan. Perusahaan dengan catatan hukum yang buruk atau laporan keuangan yang bermasalah biasanya akan sulit menembus indeks ini.
  4. Rasio Free Float: Porsi saham yang dimiliki publik (bukan pengendali) harus mencukupi sesuai ketentuan bursa agar perdagangan di pasar tetap wajar dan tidak mudah dimanipulasi.

Untuk diketahui, BEI melakukan evaluasi ini agar indeks tetap relevan. Jika sebuah saham kinerjanya meredup, transaksi hariannya sepi, atau kapitalisasi pasarnya menyusut, maka saham tersebut harus "didepak" dan diganti dengan emiten lain yang lebih aktif dan bernilai tinggi.

Hal ini bertujuan untuk melindungi integritas indeks sebagai acuan investasi yang kredibel.

Kontributor : Rizqi Amalia

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BUMI vs CDIA, Saham Mana yang Lebih Siap Masuk MSCI Standard Index?

BUMI vs CDIA, Saham Mana yang Lebih Siap Masuk MSCI Standard Index?

Bisnis | Selasa, 27 Januari 2026 | 12:21 WIB

Profil Pengusaha di Balik Emiten ZINC, Harga Sahamnya Mendadak Curi Perhatian

Profil Pengusaha di Balik Emiten ZINC, Harga Sahamnya Mendadak Curi Perhatian

Bisnis | Selasa, 27 Januari 2026 | 11:09 WIB

IHSG Ambrol Pagi Ini, 407 Saham Kebakaran

IHSG Ambrol Pagi Ini, 407 Saham Kebakaran

Bisnis | Selasa, 27 Januari 2026 | 09:18 WIB

Terkini

Hadapi Gejolak Energi Global, Pertamina Percepat Pengembangan Energi Terbarukan

Hadapi Gejolak Energi Global, Pertamina Percepat Pengembangan Energi Terbarukan

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 21:57 WIB

Pertamina NRE dan USGBC Perkuat Kolaborasi Pengembangan Bioetanol Berbasis Knowledge Exchange

Pertamina NRE dan USGBC Perkuat Kolaborasi Pengembangan Bioetanol Berbasis Knowledge Exchange

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 19:58 WIB

Menkeu Purbaya Lantik Fauzi Ichsan Jadi Dewan Pengawas INA

Menkeu Purbaya Lantik Fauzi Ichsan Jadi Dewan Pengawas INA

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 18:20 WIB

Dua Pekan Lagi OJK Mau Geruduk Kantor MSCI, Apa yang Dibahas?

Dua Pekan Lagi OJK Mau Geruduk Kantor MSCI, Apa yang Dibahas?

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 16:59 WIB

Airlangga: Prabowo Mau Kirim Tim ke Korea Selesaikan Proyek Jet Tempur KF-21

Airlangga: Prabowo Mau Kirim Tim ke Korea Selesaikan Proyek Jet Tempur KF-21

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 16:55 WIB

Anggota DPR Ingin Adanya Perubahan Polam Konsumsi Energi dari BBM ke EV

Anggota DPR Ingin Adanya Perubahan Polam Konsumsi Energi dari BBM ke EV

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 16:51 WIB

Emiten MPMX Cetak Laba Bersih Rp 462 M Sepanjang 2025

Emiten MPMX Cetak Laba Bersih Rp 462 M Sepanjang 2025

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 16:40 WIB

BPS Ungkap Penginapan Hotel Lesu di Februari 2026, Ini Penyebabnya

BPS Ungkap Penginapan Hotel Lesu di Februari 2026, Ini Penyebabnya

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 16:33 WIB

DJP Tebar Insentif, Denda Telat Lapor SPT Tahunan 2025 Dihapuskan Hingga 30 April

DJP Tebar Insentif, Denda Telat Lapor SPT Tahunan 2025 Dihapuskan Hingga 30 April

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 16:15 WIB

Perkuat Produksi Jagung Nasional, BULOG Dorong Panen dan Tanam Serentak di Blora

Perkuat Produksi Jagung Nasional, BULOG Dorong Panen dan Tanam Serentak di Blora

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 16:09 WIB