Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.740.000
Beli Rp2.595.000
IHSG 5.594,765
LQ45 557,746
Srikehati 272,472
JII 338,801
USD/IDR 18.015

Purbaya Bingung Ekonomi RI Dibilang Masuk Masa Resesi

Dicky Prastya

Minggu, 07 Juni 2026 | 15:24 WIB
Purbaya Bingung Ekonomi RI Dibilang Masuk Masa Resesi
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. [Antara]
  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menepis isu resesi ekonomi Indonesia saat konferensi pers APBN KiTa pada Juni 2026.
  • Pemerintah menyatakan inflasi Mei 2026 sebesar 3,08 persen masih dalam batas wajar karena dipicu kenaikan harga pangan pokok.
  • Data Mandiri Spending Index dan pengamatan langsung di berbagai daerah menunjukkan daya beli serta konsumsi masyarakat tetap kuat.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku bingung dengan wacana yang beredar soal kondisi ekonomi Indonesia yang disebut memasuki masa resesi.

Hal itu disampaikan Menkeu Purbaya ketika memaparkan kondisi ekonomi di konferensi pers APBN KiTa edisi Juni 2026. Dalam datanya, ia mengungkapkan sejumlah indikator yang diklaimnya positif.

"Jadi ini yang saya agak bingung, kenapa ada cerita bahwa kita ekonominya menuju resesi. Ketika stimulus di ekonomi cukup, uang cukup, dan pertumbuhan kredit juga cukup," katanya, dikutip Minggu (7/6/2026).

Klaim inflasi masih aman

Pertama, Purbaya menerangkan soal data inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK)yang naik ke 3,08 persen per Mei 2026. Purbaya mengklaim kenaikan inflasi IHK dari sebelumnya sekitar 2,4 persen lantaran volatile food atau kelompok bahan pangan pokok yang harganya mudah berubah drastis di pasaran.

Menurutnya, kelompok volatile food seperti kenaikan harga cabai merah dan bawang merah disebabkan karena pengaruh cuaca ekstrim. Tapi jika kondisi stabil, harganya bakal turun lagi.

Sidak harga beras di Pasar Kranggan Yogyakarta, Jumat (24/10/2025). [Kontributor/Putu]
Ilustrasi bahan pokok. Foto: Sidak harga beras di Pasar Kranggan Yogyakarta, Jumat (24/10/2025). [Kontributor/Putu]

"Tapi biasanya itu volatile, nanti kalau sudah stabil turun lagi, kalau turun lagi akan jadi pengurang lagi inflasi. Jadi walaupun naik, ini masih di batas yang wajar," beber dia.

"Inflasi yang bagus itu bukan tinggi atau bukan juga rendah. Kalau nol jelek, di bawah satu juga jelek. Artinya demand-nya berantakan. Yang bagus ya target kita lah, antara 1,5 sampai 3,5 (persen)," lanjutnya.

Tren daya beli

Selanjutnya Purbaya menerangkan data tren daya beli masyarakat dari Mandiri Spending Index. Ia memperlihatkan konsumsi masyarakat menunjukkan peningkatan dengan angka 123,2.

"Kita lihat kan dibanding sebelumnya, trennya naik dan dibanding April sudah naik lagi. Jadi spending masyarakat masih kuat," imbuhnya.

Purbaya lalu bercerita soal aktivitasnya ketika mengunjungi pasar untuk membuktikan kondisi ekonomi RI. Ia mengklaim beberapa daerah mengalami macet hingga banyak mal penuh.

"Kadang-kadang saya lihat ke pasar, betul enggak seperti ini, kelihatannya sama. Kalau kita ke mal-mal libur, macet. Jakarta, Bogor, Bandung, macet. Mal-mal penuh, tempat ini penuh," tutur Purbaya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Isu Reshuffle Menkeu-Gubernur BI, INDEF Ingatkan Risiko Ekonomi RI Terguncang

Isu Reshuffle Menkeu-Gubernur BI, INDEF Ingatkan Risiko Ekonomi RI Terguncang

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 13:56 WIB

LPDB Kawal Hilirisasi Tebu, Koperasi Perkuat Ekosistem Industri Gula Nasional

LPDB Kawal Hilirisasi Tebu, Koperasi Perkuat Ekosistem Industri Gula Nasional

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 13:15 WIB

Ramai Rumor Purbaya Diganti Chatib Basri, Berapa Gaji Menteri Keuangan RI?

Ramai Rumor Purbaya Diganti Chatib Basri, Berapa Gaji Menteri Keuangan RI?

Lifestyle | Minggu, 07 Juni 2026 | 11:03 WIB

Akun 'Anak Menkeu' Sebut Purbaya Bakal Gantikan Gubernur BI, Menkeu Diganti?

Akun 'Anak Menkeu' Sebut Purbaya Bakal Gantikan Gubernur BI, Menkeu Diganti?

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 10:37 WIB

Mulai 'Panik' Rupiah Terus Loyo, Pemerintah-BI Keluarkan 5 Jurus Jitu

Mulai 'Panik' Rupiah Terus Loyo, Pemerintah-BI Keluarkan 5 Jurus Jitu

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 09:25 WIB

Chatib Basri Menteri Keuangan Era Siapa? Rumor Bakal Gantikan Purbaya

Chatib Basri Menteri Keuangan Era Siapa? Rumor Bakal Gantikan Purbaya

Lifestyle | Minggu, 07 Juni 2026 | 07:25 WIB

Terkini

8 Pinjol Masuk Pengawasan Khusus, Izin Usaha Terancam Dicabut

8 Pinjol Masuk Pengawasan Khusus, Izin Usaha Terancam Dicabut

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 15:16 WIB

Analis: Isu Pergantian Gubernur BI Picu Kekhawatiran Investor Global, Risikonya Besar

Analis: Isu Pergantian Gubernur BI Picu Kekhawatiran Investor Global, Risikonya Besar

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 14:17 WIB

Isu Reshuffle Menkeu-Gubernur BI, INDEF Ingatkan Risiko Ekonomi RI Terguncang

Isu Reshuffle Menkeu-Gubernur BI, INDEF Ingatkan Risiko Ekonomi RI Terguncang

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 13:56 WIB

DC Solusiku Gunakan Intimidasi? OJK Turun Tangan Selidiki Dugaan Pelanggaran

DC Solusiku Gunakan Intimidasi? OJK Turun Tangan Selidiki Dugaan Pelanggaran

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 13:39 WIB

Rupiah Masih Tertekan, Pengamat Anggap Dua Jurus BI-Kemenkeu Kurang Jitu

Rupiah Masih Tertekan, Pengamat Anggap Dua Jurus BI-Kemenkeu Kurang Jitu

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 13:38 WIB

Emiten PGEO Bukukan Laba Bersih Tumbuh 40% pada Kuartal I-2026

Emiten PGEO Bukukan Laba Bersih Tumbuh 40% pada Kuartal I-2026

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 13:31 WIB

Bea Cukai Wanti-wanti Kebijakan Kemasan Polos Jangan Beri Celah Rokok Ilegal

Bea Cukai Wanti-wanti Kebijakan Kemasan Polos Jangan Beri Celah Rokok Ilegal

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 13:27 WIB

Perhatian Pengusaha! DSI Bisa Atur Harga Ekspor Komoditas

Perhatian Pengusaha! DSI Bisa Atur Harga Ekspor Komoditas

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 13:23 WIB

LPDB Kawal Hilirisasi Tebu, Koperasi Perkuat Ekosistem Industri Gula Nasional

LPDB Kawal Hilirisasi Tebu, Koperasi Perkuat Ekosistem Industri Gula Nasional

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 13:15 WIB

PNM Mekaar Dorong Pemberdayaan Nasabah Ultra Mikro untuk Tekan Ketergantungan pada Rentenir

PNM Mekaar Dorong Pemberdayaan Nasabah Ultra Mikro untuk Tekan Ketergantungan pada Rentenir

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 12:47 WIB