Pencabutan Izin Tambang Gerus Saham-saham Big Caps, IHSG Masih di Level 8.900

Achmad Fauzi Suara.Com
Selasa, 27 Januari 2026 | 17:05 WIB
Pencabutan Izin Tambang Gerus Saham-saham Big Caps, IHSG Masih di Level 8.900
Layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (16/4/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • IHSG pada Selasa, 27 Januari 2026, ditutup menguat tipis 0,05 persen mencapai level 8.980 akibat sentimen domestik dan global.
  • Sentimen domestik mengenai pencabutan izin perusahaan di Sumatera membebani saham sektor teknologi dan industri signifikan.
  • Rupiah menguat ke Rp16.768 per dolar AS sementara pasar menanti keputusan suku bunga The Fed hari Rabu.

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih bergerak terbatas atau sideways pada perdagangan, Selasa, 27 Januari 2026. IHSG ditutup menguat tipis 0,05 persen ke level 8.980, setelah sempat bergerak di zona merah sepanjang sesi perdagangan.

Mengutip riset Phintraco Sekuritas, pergerakan IHSG masih dibayangi oleh kombinasi sentimen domestik dan global. Dari sisi sektoral, saham sektor teknologi mencatatkan penguatan terbesar, sementara sektor industri mengalami koreksi paling dalam.

Tekanan terhadap IHSG salah satunya berasal dari sentimen domestik terkait kabar Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) yang membuka peluang Danantara mengambil alih 28 perusahaan yang dicabut izinnya akibat bencana di Sumatera.

Isu tersebut turut menyeret saham-saham big caps, khususnya UNTR dan ASII, mengingat adanya tambang emas milik anak usaha UNTR yang masuk dalam daftar tersebut.

Seorang pengunjung mengambil gambar pergerakan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (30/12/2024). [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/nym.]
Seorang pengunjung mengambil gambar pergerakan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (30/12/2024). [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/nym.]

Penurunan signifikan pada kedua saham tersebut sempat membebani pergerakan indeks.

Namun, rebound sejumlah saham yang sebelumnya tertekan aksi jual dalam beberapa hari terakhir berhasil menahan pelemahan lebih lanjut, sehingga IHSG mampu ditutup menguat terbatas.

Secara teknikal, indikator Stochastic RSI berada di area oversold dan berpotensi membentuk golden cross, yang membuka peluang terjadinya rebound jangka pendek. Meski demikian, histogram negatif MACD terpantau semakin melebar, mengindikasikan tekanan masih belum sepenuhnya mereda.

IHSG tercatat ditutup di bawah level MA5, namun masih mampu bertahan di atas MA20. Dengan kondisi tersebut, IHSG diperkirakan masih akan bergerak sideways dengan area support di 8.850, pivot di 8.950, dan resistance di 9.050.

Sementara itu, nilai tukar rupiah di pasar spot kembali ditutup menguat ke level Rp16.768 per dolar AS pada perdagangan Selasa. Pergerakan mata uang Asia terpantau variatif, seiring investor masih bersikap hati-hati menantikan hasil pertemuan bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve.

Baca Juga: Daftar Saham LQ45, IDX30, dan IDX80 Terbaru: BREN, CUAN Hingga BUMI Masuk

The Fed diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuannya di kisaran 3,5%–3,75% pada pertemuan yang dijadwalkan Rabu (28/1). Pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell pasca-rapat akan menjadi fokus utama pasar untuk melihat arah kebijakan moneter ke depan.

Trafik Perdagangan

Pada perdagangan hari ini, sebanyak 55,23 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 27,39 triliun, serta frekuensi sebanyak 3,24 juta kali.

Dalam perdagangan hari ini, sebanyak 299 saham bergerak naik, sedangkan 420 saham mengalami penurunan, dan 239 saham tidak mengalami pergerakan.

Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada Hari ini diantaranya, LAJU, STAR, INAI, BOGA, ALKA, LMPI, GTSI, AGII, TAYS, AKSI, VKTR.

Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, RMKO, INTD, SSTM, AIMS, BEEF, KICI, INDY, JAST, MPPA, HOMI SMGA.

Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi. Investor disarankan untuk melakukan riset mendalam sebelum mengambil keputusan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Lelah Mental? Cek Seberapa Tingkat Stresmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu SpongeBob, Patrick, Squidward, Mr. Krabs, atau Plankton?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI