Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.767.000
Beli Rp2.632.000
IHSG 6.599,240
LQ45 651,086
Srikehati 320,576
JII 428,616
USD/IDR 17.661

Jelang Ramadan, Pemerintah Petakan 7 Komoditas Paling Rawan Picu Inflasi

Dythia Novianty | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Rabu, 28 Januari 2026 | 07:26 WIB
Jelang Ramadan, Pemerintah Petakan 7 Komoditas Paling Rawan Picu Inflasi
Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian. [Ist]
  • Pemerintah mengidentifikasi tujuh komoditas pangan berisiko tinggi menyebabkan inflasi menjelang Ramadan 2026.
  • Tantangan utama bukan stok, melainkan ketimpangan distribusi regional yang harus diatasi dengan intervensi dini.
  • Pengendalian harga pangan krusial karena lonjakan berdampak langsung pada daya beli masyarakat menjelang hari besar.

Suara.com - Pemerintah memetakan tujuh komoditas pangan yang dinilai paling berisiko memicu inflasi menjelang bulan Ramadan 2026.

Komoditas tersebut menjadi fokus pengendalian harga dalam beberapa pekan ke depan.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian, menyampaikan, pengalaman tahun-tahun sebelumnya menunjukkan lonjakan harga pangan kerap terjadi saat permintaan meningkat menjelang Ramadan.

“Ini perlu kita antisipasi lebih awal karena Ramadan tinggal tiga minggu lagi,” ujar Tito dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah di Jakarta, Selasa (27/1/2026).

Berdasarkan paparan Kantor Staf Presiden (KSP), tujuh komoditas yang masuk kategori risiko tinggi adalah beras, cabai rawit, minyak goreng, minyak kita, daging ayam ras, telur ayam ras, serta cabai merah.

Deputi II Kepala Staf Kepresidenan, Popi Rufaidah menjelaskan, ketujuh komoditas tersebut memiliki rekam jejak kuat sebagai penyumbang inflasi saat Ramadan dan Lebaran.

Minyak Kita [Antara]
Minyak Kita [Antara]

“Keempat komoditas dengan risiko sistemik tinggi adalah beras medium, cabai rawit merah, cabai merah keriting, dan jagung tingkat peternak,” kata Popi.

Ia menambahkan, jagung pakan ternak menjadi perhatian khusus karena berkaitan langsung dengan biaya produksi ayam dan telur, dua komoditas protein hewani yang permintaannya melonjak saat Ramadan.

Popi menyebut, tantangan utama saat ini bukan pada stok nasional, melainkan ketimpangan distribusi antarwilayah yang memicu disparitas harga.

“Stok nasional relatif aman, tapi distribusinya belum merata,” ujarnya.

Untuk itu, pemerintah mendorong intervensi lebih dini berbasis wilayah ekstrem, yakni daerah dengan harga sangat tinggi atau sangat rendah. Pendekatan ini dinilai lebih efektif dalam menjaga stabilitas harga.

Tito menegaskan, pemerintah pusat dan daerah harus bersinergi menjaga pasokan dan distribusi, terutama di wilayah dengan kendala logistik.

“Kalau distribusinya macet, pasti harga akan naik,” kata Tito.

Selain operasi pasar, pemerintah juga mengandalkan penyaluran Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta Gerakan Pangan Murah di daerah rawan inflasi.

Tito mengingatkan, pengendalian harga pangan menjelang Ramadan menjadi krusial karena langsung berdampak pada daya beli masyarakat, khususnya kelompok berpenghasilan rendah.

“Kalau harga pangan naik saat Ramadan, dampaknya ke masyarakat akan terasa sekali,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jelang Ramadan, Pemerintah Diminta Percepat Belanja Negara Guna Stimulasi Kredit

Jelang Ramadan, Pemerintah Diminta Percepat Belanja Negara Guna Stimulasi Kredit

Bisnis | Selasa, 27 Januari 2026 | 07:05 WIB

Harga Pangan Nasional Hari Ini: Beras Naik, Bawang Merah hingga Kedelai Impor Turun

Harga Pangan Nasional Hari Ini: Beras Naik, Bawang Merah hingga Kedelai Impor Turun

Bisnis | Senin, 26 Januari 2026 | 09:19 WIB

Ini Tips Rencanakan Mudik Sekaligus Ide Liburan Bersama Keluarga

Ini Tips Rencanakan Mudik Sekaligus Ide Liburan Bersama Keluarga

Bisnis | Sabtu, 24 Januari 2026 | 09:12 WIB

Jelang Ramadan, Jualan Online Ternyata Bisa Raup Ratusan Juta

Jelang Ramadan, Jualan Online Ternyata Bisa Raup Ratusan Juta

Bisnis | Sabtu, 24 Januari 2026 | 09:04 WIB

Jelang Ramadan, Bulog Jamin Harga Beras, Minyak, dan Gula Tak Tembus HET

Jelang Ramadan, Bulog Jamin Harga Beras, Minyak, dan Gula Tak Tembus HET

Bisnis | Jum'at, 23 Januari 2026 | 17:35 WIB

Dompet Kelas Menengah Makin Memprihatinkan, Mengapa Kondisi Ekonomi Tak Seindah yang Diucapkan?

Dompet Kelas Menengah Makin Memprihatinkan, Mengapa Kondisi Ekonomi Tak Seindah yang Diucapkan?

Bisnis | Jum'at, 23 Januari 2026 | 15:36 WIB

Terkini

Rupiah Tembus Rp17.679, Gelombang PHK Massal Menanti di Depan Mata

Rupiah Tembus Rp17.679, Gelombang PHK Massal Menanti di Depan Mata

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 13:46 WIB

Dasco Harap Tanggal 29 Mei Ada Kejutan di Bursa Saham

Dasco Harap Tanggal 29 Mei Ada Kejutan di Bursa Saham

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 13:38 WIB

Dasco Optimistis IHSG Menguat Setelah 29 Mei, Ada Strategi Rahasia

Dasco Optimistis IHSG Menguat Setelah 29 Mei, Ada Strategi Rahasia

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 13:30 WIB

IHSG Semakin Ancur ke Level 6.300 pada Sesi I

IHSG Semakin Ancur ke Level 6.300 pada Sesi I

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 13:28 WIB

Arus Petikemas IPC TPK Tembus 1,15 Juta TEUs, Priok Melejit 36 Persen

Arus Petikemas IPC TPK Tembus 1,15 Juta TEUs, Priok Melejit 36 Persen

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 13:13 WIB

Pemerintah Mau Ubah Sampah Lama di TPA Diubah Jadi BBM Lewat Teknologi Pirolisis

Pemerintah Mau Ubah Sampah Lama di TPA Diubah Jadi BBM Lewat Teknologi Pirolisis

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 13:00 WIB

Minyak Hampir USD120 per Barel, Dunia Masuk Era Suku Bunga Tinggi Lebih Lama

Minyak Hampir USD120 per Barel, Dunia Masuk Era Suku Bunga Tinggi Lebih Lama

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 12:59 WIB

Dari Purbaya Effect ke Purbaya Pretext: Ketika Optimisme Pasar Mulai Goyah

Dari Purbaya Effect ke Purbaya Pretext: Ketika Optimisme Pasar Mulai Goyah

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 12:27 WIB

Kali Kedua Dasco Sambangi Bursa Efek Indonesia, Minta Investor Jangan Kabur

Kali Kedua Dasco Sambangi Bursa Efek Indonesia, Minta Investor Jangan Kabur

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 12:18 WIB

Purbaya Gelontorkan Rp 2 Triliun per Hari demi Selamatkan Nilai Tukar Rupiah

Purbaya Gelontorkan Rp 2 Triliun per Hari demi Selamatkan Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 12:08 WIB