Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.835.000
Beli Rp2.707.000
IHSG 7.106,520
LQ45 686,739
Srikehati 332,564
JII 477,320
USD/IDR 17.222

Jelang Ramadan, Pemerintah Diminta Percepat Belanja Negara Guna Stimulasi Kredit

M Nurhadi | Suara.com

Selasa, 27 Januari 2026 | 07:05 WIB
Jelang Ramadan, Pemerintah Diminta Percepat Belanja Negara Guna Stimulasi Kredit
Ilustrasi (Foto: antara)
  • Pemerintah perlu percepat belanja negara jelang Ramadhan 2026 untuk memicu penyaluran kredit perbankan yang diprediksi melandai.
  • Penyaluran kredit terancam moderat karena bank bersikap pruden, konsumen berhati-hati, serta IKK Desember 2025 sedikit menurun.
  • Indef menyarankan intervensi fiskal melalui penyerapan anggaran dan dukungan UMKM guna perbaiki likuiditas pasar secara luas.

Suara.com - Menjelang momentum Ramadhan dan Idul Fitri 2026, pemerintah diharapkan mengambil langkah proaktif dalam mempercepat realisasi belanja negara.

Hal ini dinilai krusial untuk memicu penyaluran kredit perbankan yang diproyeksikan tidak akan sekuat periode musiman pada tahun-tahun sebelumnya.

M. Rizal Taufikurahman, Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (Indef), mengungkapkan bahwa meskipun perayaan hari besar keagamaan biasanya memacu konsumsi rumah tangga dan aktivitas bisnis, kondisi tahun ini memerlukan perhatian khusus.

Rizal menjelaskan bahwa meski penyaluran kredit pada kuartal I-2026 masih akan menunjukkan tren positif, kekuatannya diperkirakan melandai. Ada beberapa faktor yang membayangi moderasi pertumbuhan ini:

  • Sikap Pruden Perbankan: Bank cenderung lebih selektif dan berhati-hati dalam memitigasi risiko kredit.
  • Kehati-hatian Konsumen: Masyarakat dan pelaku usaha kini lebih cermat dalam menghitung kewajiban utang baru, mengingat kondisi ekonomi yang masih menantang.
  • Penurunan Keyakinan Konsumen: Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) tercatat turun tipis menjadi 123,5 pada Desember 2025, yang mengindikasikan daya beli belum sepenuhnya pulih.

Untuk menjaga agar momentum pertumbuhan tidak hilang, Indef menyarankan pemerintah melakukan intervensi melalui kebijakan fiskal yang strategis.

Selain mempercepat penyerapan anggaran, pemerintah perlu memperkuat skema bantuan produktif serta dukungan bagi UMKM dan sektor yang menyerap banyak tenaga kerja.

Langkah ini diharapkan dapat memperbaiki likuiditas pasar dan meningkatkan prospek pendapatan masyarakat secara luas.

Rizal juga menekankan pentingnya sinergi antara kebijakan fiskal dan makroprudensial untuk menciptakan ruang pembiayaan yang lebih kondusif bagi sektor produktif.

Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), penyaluran kredit sepanjang tahun 2025 tumbuh sebesar 9,69% (yoy), masuk dalam target estimasi 8-11%. Pertumbuhan ini ditopang oleh:

  1. Kredit Investasi: Melesat signifikan sebesar 21,06% (yoy).
  2. Kredit Konsumsi: Tumbuh moderat di angka 6,58% (yoy).
  3. Kredit Modal Kerja: Meningkat tipis sebesar 4,52% (yoy).

Menariknya, BI mencatat adanya potensi besar yang belum tergarap maksimal. Hingga Desember 2025, terdapat fasilitas pinjaman yang belum ditarik (undisbursed loan) mencapai Rp2,44 kuadriliun atau sekitar 22,12% dari total plafon kredit.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Transformasi AI dalam Ekonomi Kreatif Indonesia: Peluang Emas atau Ancaman?

Transformasi AI dalam Ekonomi Kreatif Indonesia: Peluang Emas atau Ancaman?

Your Say | Senin, 26 Januari 2026 | 20:23 WIB

3 Menit Paham Tata Cara Hadorot Ziarah Kubur, Bekal Penting Nyekar Ramadan 1447 H

3 Menit Paham Tata Cara Hadorot Ziarah Kubur, Bekal Penting Nyekar Ramadan 1447 H

Lifestyle | Senin, 26 Januari 2026 | 15:10 WIB

Doa Malam Nisfu Syaban Lengkap untuk Ubah Takdir Buruk Jadi Baik

Doa Malam Nisfu Syaban Lengkap untuk Ubah Takdir Buruk Jadi Baik

Lifestyle | Senin, 26 Januari 2026 | 14:47 WIB

Terkini

Santunan Korban Kecelakaan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek Harus Dipercepat dan Dipermudah

Santunan Korban Kecelakaan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek Harus Dipercepat dan Dipermudah

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 15:46 WIB

Bos KAI Ternyata Sering Dipanggil Prabowo, Bahas Apa?

Bos KAI Ternyata Sering Dipanggil Prabowo, Bahas Apa?

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 15:46 WIB

Buntut Kecelakaan Maut Kereta di Bekasi, MTI Desak KNKT Bongkar Keandalan Taksi Listrik VinFast

Buntut Kecelakaan Maut Kereta di Bekasi, MTI Desak KNKT Bongkar Keandalan Taksi Listrik VinFast

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 15:34 WIB

Genjot Target E20, Pertamina Perkuat Kolaborasi Pengembangan Bioetanol Domestik

Genjot Target E20, Pertamina Perkuat Kolaborasi Pengembangan Bioetanol Domestik

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 15:31 WIB

Setelah Ada Kecelakaan KRL, BP BUMN Baru Evaluasi KAI Secara Menyeluruh

Setelah Ada Kecelakaan KRL, BP BUMN Baru Evaluasi KAI Secara Menyeluruh

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 15:24 WIB

Tren Investasi Emas Digital Semakin Diminati di Indonesia

Tren Investasi Emas Digital Semakin Diminati di Indonesia

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 14:57 WIB

Perbedaan RDPU dan RDPT, Mana yang Lebih Cuan untuk Investor Pemula?

Perbedaan RDPU dan RDPT, Mana yang Lebih Cuan untuk Investor Pemula?

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 14:54 WIB

Pemerintah Evaluasi Izin Taksi Green SM Buntut Kecelakaan KA di Bekasi Timur

Pemerintah Evaluasi Izin Taksi Green SM Buntut Kecelakaan KA di Bekasi Timur

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 14:12 WIB

Harta Pemilik Taksi Green SM 13 Kali Lipat Kekayaan Presiden Prabowo

Harta Pemilik Taksi Green SM 13 Kali Lipat Kekayaan Presiden Prabowo

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 13:37 WIB

Mensos Siapkan Bantuan untuk Keluarga Korban Kecelakaan Kereta

Mensos Siapkan Bantuan untuk Keluarga Korban Kecelakaan Kereta

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 13:17 WIB