Pengamat Tepis Isu Perbankan Malas Salurkan Kredit: Masalah Ada di Daya Beli

Liberty Jemadu, Rina Anggraeni

Rabu, 28 Januari 2026 | 14:52 WIB
Pengamat Tepis Isu Perbankan Malas Salurkan Kredit: Masalah Ada di Daya Beli
Para pengamat dan ekonom menepis isu perbankan malas menyalurkan kredit ke pasar. Permasalahan terletak pada daya beli masyarakat yang masih lemah. [Shutterstock]
baca 10 detik
  • Lesunya penyaluran kredit perbankan disebabkan oleh permintaan yang melambat akibat daya beli masyarakat yang lemah.
  • Dana SAL pemerintah sebesar Rp 271 triliun justru menambah likuiditas perbankan, bukan menjadi masalah utama.
  • Ketidakpastian ekonomi global dan sikap *wait and see* pelaku usaha turut menghambat ekspansi kredit perbankan nasional.

Suara.com - Isu yang mengatakan perbankan malas atau tidak efektif dalam menyalurkan kredit dinilai keliru. Para pengamat dan ekonom menilai permasalahan utama lesunya kredit adalah pada daya beli masyarakat yang masih lemah.

Adapun guyuran dana SAL atau Saldo Anggaran Lebih dari pemerintah yang disalurkan perbankan ke pasar justru berdampak positif ke industri dan perekonomian.

Pengamat Perbankan Paul Sutaryono mengatakan penempatan dana SAL sebesar Rp 271 triliun justruk bermanfaat untuk menambah likuiditas perbankan.

"Sesungguhnya likuiditas industri perbankan masih terjaga aman. Dana SAL itu merupakan sisi penawaran (supply side) dalam kredit perbankan," jelas Paul kepada Suara.com di Jakarta, Rabu (28/1/2026).

Ia mengatakan penyaluran kredit yang lesu lebih disebabkan oleh permintaan yang melambat karena daya beli anjlok dan dunia usaha yang belum melakukan ekspansi karena permintaan pasar yang tidak pasti.

"Isu perbankan tidak efektif itu tidak benar. Alasannya karena daya beli anjlok," tegas Paul.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Pengamat perbankan sekaligus Senior Vice President Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Trioksa Siahaan.

"Saya belum melihat ke sana," kata Trioksa saat ditanya soal isu kurang efektifnya bank-bank Himbara menyalurkan kredit ke pasar.

Trioksa mengungkapkan permintaan kredit perbankan lesu karena daya beli masyarakat yang juga masih lemah.

baca juga

"Lesunya kredit bank lebih karena permintaan kredit yang juga lesu. Permintaan kredit yang lesu karena perusahaan terhambat ekspansi akibat melemahnya daya beli masyarakat," terang dia.

Dana SAL yang diberikan pemerintah dan sudah disalurkan oleh perbankan belum terlihat efektif karena undisbursed loan atau kredit nganggur bank juga masih sangat besar.

"Dana SAL belum terlihat efektif karena undisbursed loan bank juga masih sangat besar, namun harapannya dapat menekan biaya dana bank yang berdampak pada penurunan bunga kredit," imbuhnya.

Paul menambahkan semakin tebalnya ketidakpastian ekonomi global yang diakibatkan tekanan geopolitik perang Rusia-Ukraina, Israel-Hamas, penyerbuan AS ke Venezuela dan disrupsi rantai pasok (supply chain) turut memengaruhi ekonomi nasional dan membuat penyaluran kredit tersendat.

"Kondisi demikian menyebabkan daya beli (purchasing power) masyarakat yang turun sejak pandemi Covid-19 belum pulih seluruhnya," beber Paul.

Sebagai akibatnya barang dan jasa yang diproduksi oleh dunia usaha termasuk pelaku UMKM kurang terjual atau tidak terserap pasar. Kondisi ini akan berlanjut ketika tak ada terobosan yang signifikan untuk meningkatkan daya beli masyarakat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bukan Perbankan Malas Salurkan Kredit, Tapi Pasar Masih Wait and See

Bukan Perbankan Malas Salurkan Kredit, Tapi Pasar Masih Wait and See

Bisnis | Rabu, 28 Januari 2026 | 12:54 WIB

Modal Asing Mengalir Tinggalkan Indonesia, Apa yang Terjadi dan Mengapa Kita Semua Merugi?

Modal Asing Mengalir Tinggalkan Indonesia, Apa yang Terjadi dan Mengapa Kita Semua Merugi?

Bisnis | Rabu, 28 Januari 2026 | 12:42 WIB

Kredit Perbankan Lesu Karena Daya Beli Masyarakat Masih Lemah

Kredit Perbankan Lesu Karena Daya Beli Masyarakat Masih Lemah

Bisnis | Rabu, 28 Januari 2026 | 12:13 WIB

Purbaya Ungkap Alasan Rupiah Menguat: Bukan Karena Thomas Djiwandono

Purbaya Ungkap Alasan Rupiah Menguat: Bukan Karena Thomas Djiwandono

Bisnis | Selasa, 27 Januari 2026 | 17:01 WIB

Lewat Paripurna DPR, Thomas Djiwandono Resmi Jadi Deputi Gubernur BI

Lewat Paripurna DPR, Thomas Djiwandono Resmi Jadi Deputi Gubernur BI

Foto | Selasa, 27 Januari 2026 | 16:33 WIB

Terkini

Ketegangan Gas dengan Singapura, Indonesia Disebut Buktikan Nyali dan Kedaulatan Energi

Ketegangan Gas dengan Singapura, Indonesia Disebut Buktikan Nyali dan Kedaulatan Energi

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:53 WIB

MHU Pangkas Emisi Tambang 41,34%, Lampaui Target Penurunan hingga 2030

MHU Pangkas Emisi Tambang 41,34%, Lampaui Target Penurunan hingga 2030

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:43 WIB

JIS Mulai Dilirik Investor Naming Rights, Pramono Ungkap Ada 15 Konser Tahun Depan

JIS Mulai Dilirik Investor Naming Rights, Pramono Ungkap Ada 15 Konser Tahun Depan

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Kerap Jadi Alat Kriminalisasi, Perumus Kritik Penerapan Pasal UU Tipikor: Sudah Jauh Menyimpang!

Kerap Jadi Alat Kriminalisasi, Perumus Kritik Penerapan Pasal UU Tipikor: Sudah Jauh Menyimpang!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:37 WIB

Segmen Derivatif Topang Kinerja PT Indokripto Koin Semesta Tbk di Tengah Koreksi Pasar Aset Kripto

Segmen Derivatif Topang Kinerja PT Indokripto Koin Semesta Tbk di Tengah Koreksi Pasar Aset Kripto

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:36 WIB

Detik-Detik Menegangkan! Ibu Hamil Melahirkan di Kereta, Dokter Spesialis Kandungan Turun Tangan

Detik-Detik Menegangkan! Ibu Hamil Melahirkan di Kereta, Dokter Spesialis Kandungan Turun Tangan

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:24 WIB

Kenang Ani Yudhoyono Lewat Novel, SBY: Saya Sudah Move On

Kenang Ani Yudhoyono Lewat Novel, SBY: Saya Sudah Move On

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:24 WIB

Energi Liar Deus Slidetober 2026 Ditutup Aksi Memukau The Panturas

Energi Liar Deus Slidetober 2026 Ditutup Aksi Memukau The Panturas

Entertainment | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:15 WIB

5 Tanda Kasir Anda Butuh Alat Notifikasi Suara Pembayaran

5 Tanda Kasir Anda Butuh Alat Notifikasi Suara Pembayaran

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:06 WIB

Pulihkan Kerugian Korban, Panja DPR Masukkan Kejahatan Investasi Bodong ke RUU Perampasan Aset

Pulihkan Kerugian Korban, Panja DPR Masukkan Kejahatan Investasi Bodong ke RUU Perampasan Aset

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:01 WIB

×