Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.828.000
Beli Rp2.700.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Modal Asing Mengalir Tinggalkan Indonesia, Apa yang Terjadi dan Mengapa Kita Semua Merugi?

Liberty Jemadu | Rina Anggraeni | Suara.com

Rabu, 28 Januari 2026 | 12:42 WIB
Modal Asing Mengalir Tinggalkan Indonesia, Apa yang Terjadi dan Mengapa Kita Semua Merugi?
Bank Indonesia (BI) mencatat aliran modal asing yang keluar dari Indonesia cukup deras di Januari 2026, mencapai Rp 5,96 triliun. [Suara.com/Syahda]
  • Bank Indonesia mencatat Rp 5,96 triliun modal asing keluar pada Januari 2026, didominasi dari pasar saham dan SBN.
  • Penyebab utama keluarnya modal adalah ketidakpastian global, namun faktor domestik seperti independensi BI juga berperan.
  • Dampak keluarnya modal asing mencakup pelemahan nilai tukar rupiah dan berpotensi meningkatkan harga barang impor.

Suara.com - Bank Indonesia (BI) mencatat aliran modal asing yang keluar dari Indonesia cukup deras di awal tahun 2026, mencapai Rp 5,96 triliun pada pekan ketiga bulan ini, yakni di periode transaksi 19-22 Januari 2026.

Gubernur BI Perry Warjiyo sebelumnya mengatakan aliran modal asing atau foreign flows yang keluar semakin deras itu disebabkan oleh meningkatnya ketidakpastian global.

Sementara para ekonom bilang, keluarnya modal asing di awal tahun adalah alarm atau peringatan dini untuk pemerintah. Ada banyak faktor pemicunya, termasuk terpilihnya Thomas Djiwandono, keponakan Presiden Prabowo Subianto jadi Deputi Gubernur Bank Indonesia. Dampaknya ke masyarakat sangat beragam. Mulai dari melemahnya nilai tukar rupiah hingga naiknya harga barang.

Lalu apa sebenarnya modal asing itu? Mengapa keluar dari Indonesia dan apa dampaknya?

Modal Asing, Apa itu?

Modal asing adalah aliran duit investor asing atau non-residen yang masuk atau keluar dari pasar keuangan ini Indonesia. Ada dua jalur utama foreign flows: investasi langsung dan portofolio asing.

Investasi langsung biasanya bersifat jangka panjang, ketika investor membangun atau memperoleh aset produksi di Indonesia, seperti mendirikan pabrik, membeli perusahaan, atau proyek infrastruktur. FDI cenderung stabil dan tidak mudah ditarik keluar.

Investasi Portofolio Asing di sisi lain sifatnya jangka pendek dan lebih likuid. Contoh mudahnya adalah saat investor membeli saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan surat utang negara.

Apa Saja Modal Asing Hengkang?

Lantas dari mana saja modal asing yang keluar pada awal Januari 2026?

Menurut Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso, modal asing yang hengkang berasal dari pasar saham dengan nilai Rp 2,67 triliun, Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp 1,44 triliun dan dari Sekuritas Rupiah Bank Indonesia senilai Rp 1,85 triliun.

Bank Indonesia (BI) mencatat aliran modal asing yang keluar dari Indonesia cukup deras di Januari 2026, mencapai Rp 5,96 triliun. [Suara.com/Syahda]
Bank Indonesia (BI) mencatat aliran modal asing yang keluar dari Indonesia cukup deras di Januari 2026, mencapai Rp 5,96 triliun. [Suara.com/Syahda]

Mengapa Modal Asing Tinggalkan Indonesia?

Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan modal asing keluar dari Indonesia karena ketidakpastian global.

"Meningkatnya ketidakpastian keuangan global mendorong aliran keluar modal asing pada investasi portofolio," kata Perry.

Penjelasan ini diamini Rizal Taufiqurrahman dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef). Ia menegaskan faktor domestik memang berpengaruh, tetapi risiko ketidakpastian global lebih menjadi patokan perilaku investor.

"Aliran modal asing yang keluar dalam waktu singkat lebih tepat dibaca sebagai respons rasional investor terhadap perubahan risiko global, bukan anomali domestik semata," beber Rizal kepada Suara.com, Selasa (27/1/2026).

Ia menjelaskan lingkungan eksternal masih ditandai oleh penguatan dolar AS, suku bunga global yang bertahan tinggi, serta eskalasi ketidakpastian geopolitik, yang secara alamiah mendorong reposisi portofolio ke aset aman.

Dia menambahkan arus keluar modal asing di awal tahun tidak bisa serta-merta ditafsirkan sebagai erosi kepercayaan investor terhadap kebijakan ekonomi Indonesia secara struktural.

"Investor global bersifat oportunistik dan sangat sensitif terhadap sentimen jangka pendek, sehingga fluktuasi awal tahun masih tergolong wajar," tegas dia.

Tapi menurut Direktur Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira, faktor domestik justru punya pengaruh besar. Terpilihnya Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur BI ia nilai membuat pasar risau bank sentral tak lagi independen.

Kedua adalah melebarnya defisit APBN hingga hampir 3 persen dan meningkatnya utang pemerintah. Ketiga terus melemahnya permintaan domestik, khususnya dari kelompok kelas menengah dan terakhir turunnya harga komoditas ekspor utama.

Dampaknya: Rupiah Melemah, Harga Barang Naik

Para ekonom sepakat, keluarnya modal asing akan melemahkan rupiah. Pasalnya ketika akan membeli saham di BEI investor harus menggunakan rupiah, sehingga meningkatkan permintaan rupiah di pasar valuta asing, yang pada akhirnya membuat kurs rupiah menguat.

Sebaliknya jika saham dijual, investor asing akan menukar kembali rupiah ke dolar sehingga nilai tukar melemah.

Ini, terang Bhima, bisa berimbas pada naiknya harga barang-barang, terutama yang diimpor dari luar negeri. Selain itu, suku bunga juga bisa naik yang berimbas pada meningkatnya bunga KPR.

"Modal asing keluar, rupiah melemah. Maka makin rentan ekonomi karena menciptakan biaya impor yang mahal. Masyarakat beli barang mahal. Ini namanya imported inflation. Suku bunga juga jadi tinggi untuk tahan arus modal asing yang keluar. Para debitur KPR pastinya keberatan kalau suku bunga naik," jelas dia.

Sementara dalam analisis Rizal, kaburnya modal asing itu adalah sebuah peringatan dini untuk pemerintah. Jika tekanan eksternal dibiarkan bertemu dengan ketidakpastian arah kebijakan domestik atau melemahnya fundamental, maka arus keluar berpotensi menjadi lebih persisten.

"Fenomena ini tetap menjadi sinyal peringatan dini. Di titik inilah konsistensi kebijakan, kejelasan arah reformasi, dan komunikasi ekonomi yang kredibel menjadi penentu utama dalam menjaga kepercayaan pasar," kata Rizal.

Ia menyarankan pemerintah dan Bank Indonesia (BI) untuk bekerja sama dalam menekan aliran modal asing yang keluar dengan memperkuat policy credibility.

"Disiplin fiskal menjadi kunci, terutama di tengah ekspansi belanja dan program prioritas berskala besar yang berpotensi menambah persepsi risiko pembiayaan. Koordinasi fiskal–moneter perlu dijaga secara konsisten, dengan BI tetap ditempatkan sebagai jangkar stabilitas nilai tukar dan ekspektasi inflasi.

"Di saat yang sama, pendalaman pasar keuangan domestik dan penguatan investor institusional dalam negeri harus dipercepat agar volatilitas arus modal asing tidak langsung menerjemah menjadi tekanan makroekonomi," tutup Rizal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Loyo, Modal Asing Kabur Rp 27 Triliun Sejak Awal Tahun

Rupiah Loyo, Modal Asing Kabur Rp 27 Triliun Sejak Awal Tahun

Bisnis | Rabu, 21 Januari 2026 | 16:27 WIB

Sepanjang 2025, Aliran Modal Asing Rp 110,11 Triliun Keluar dari Pasar Saham

Sepanjang 2025, Aliran Modal Asing Rp 110,11 Triliun Keluar dari Pasar Saham

Bisnis | Minggu, 04 Januari 2026 | 10:18 WIB

Berkah Libur Panjang, Aliran Modal Asing Masuk ke Indonesia Tembus Rp3,98 Triliun

Berkah Libur Panjang, Aliran Modal Asing Masuk ke Indonesia Tembus Rp3,98 Triliun

Bisnis | Jum'at, 26 Desember 2025 | 08:56 WIB

Sepekan, Aliran Modal Asing ke Indonesia Masuk Tembus Rp240 Miliar

Sepekan, Aliran Modal Asing ke Indonesia Masuk Tembus Rp240 Miliar

Bisnis | Sabtu, 20 Desember 2025 | 11:42 WIB

GGRP Resmi Jadi Emiten Modal Asing, Harga Sahamnya Meroket

GGRP Resmi Jadi Emiten Modal Asing, Harga Sahamnya Meroket

Bisnis | Rabu, 17 Desember 2025 | 12:29 WIB

Terkini

Kemendag Siapkan Karpet Merah Regulasi KBLI 2025, Busan: Agar Dunia Usaha Makin Adaptif!

Kemendag Siapkan Karpet Merah Regulasi KBLI 2025, Busan: Agar Dunia Usaha Makin Adaptif!

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 12:23 WIB

Rel KRL dan Kereta Jarak Jauh di Bekasi Harus Dipisah

Rel KRL dan Kereta Jarak Jauh di Bekasi Harus Dipisah

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 12:13 WIB

UEA Keluar OPEC, Siap Gelontorkan Pasokan Minyak ke Pasar Dunia Tanpa Kuota!

UEA Keluar OPEC, Siap Gelontorkan Pasokan Minyak ke Pasar Dunia Tanpa Kuota!

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 12:08 WIB

Bukukan Pendapatan Rp2,3 triliun, AVIA Catat Pertumbuhan 16,8 Persen

Bukukan Pendapatan Rp2,3 triliun, AVIA Catat Pertumbuhan 16,8 Persen

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 12:03 WIB

Tak Cuma Motor Listrik, Menperin Buka Opsi Adanya Subsidi Mobil Listrik

Tak Cuma Motor Listrik, Menperin Buka Opsi Adanya Subsidi Mobil Listrik

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 12:02 WIB

Menperin Bocorkan Nasib Subsidi Motor Listrik Rp 5 Juta dari Menkeu Purbaya

Menperin Bocorkan Nasib Subsidi Motor Listrik Rp 5 Juta dari Menkeu Purbaya

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 11:52 WIB

Bukalapak Lapor: Kuartal I 2026 Rugi Rp425 Miliar dan PHK 5 Karyawan

Bukalapak Lapor: Kuartal I 2026 Rugi Rp425 Miliar dan PHK 5 Karyawan

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 11:35 WIB

Profil Ildong Pharmaceutical, Perusahaan Obat Raksasa Asal Korea Selatan

Profil Ildong Pharmaceutical, Perusahaan Obat Raksasa Asal Korea Selatan

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 11:31 WIB

Berantas Pinjol Ilegal dan Investasi Bodong, Satgas PASTI Blokir 951 Entitas

Berantas Pinjol Ilegal dan Investasi Bodong, Satgas PASTI Blokir 951 Entitas

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 11:14 WIB

Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional

Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 09:44 WIB