Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Kredit Perbankan Lesu Karena Daya Beli Masyarakat Masih Lemah

Liberty Jemadu | Rina Anggraeni | Suara.com

Rabu, 28 Januari 2026 | 12:13 WIB
Kredit Perbankan Lesu Karena Daya Beli Masyarakat Masih Lemah
Pengamat perbankan dari LPPI Trioksa Siahaan mengungkapkan permintaan kredit perbankan lesu karena daya beli masyarakat yang juga masih lemah. [Pixabay]
  • Permintaan kredit perbankan lesu disebabkan oleh daya beli masyarakat dan ekspansi perusahaan yang masih melemah.
  • Dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) pemerintah dinilai belum efektif karena kredit menganggur bank masih sangat besar.
  • OJK memproyeksikan kredit perbankan tumbuh positif Q1 2026 didorong momentum hari besar dan perbaikan sektor riil.

Suara.com - Pengamat perbankan sekaligus Senior Vice President Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Trioksa Siahaan mengungkapkan permintaan kredit perbankan lesu karena daya beli masyarakat yang juga masih lemah.

"Lesunya kredit bank lebih karena permintaan kredit yang juga lesu. Permintaan kredit yang lesu karena perusahaan terhambat ekspansi akibat melemahnya daya beli masyarakat," kata Trioka saat dihubungi Suara.com, Rabu (28/1/2026).

Kata dia, dana Saldo Anggaran Lebih atau dana SAL yang diberikan pemerintah dan sudah disalurkan oleh perbankan belum terlihat efektif karena undisbursed loan atau kredit nganggur bank juga masih sangat besar.

"Dana SAL belum terlihat efektif karena undisbursed loan bank juga masih sangat besar, namun harapannya dapat menekan biaya dana bank yang berdampak pada penurunan bunga kredit," imbuhnya.

Dia menambahkan yang perlu dilakukan pemerintah adalah mendorong belanja negara. Salah satunya mendorong investasi dan mendorong daya saing produk indonesia.

"Sehingga daya beli membaik, ekspansi usaha berjalan dan mendorong peningkatan permintaan kredit," tegas dia.

Kredit Perbankan Akan Tumbuh Positif di Q1

Sebelumnya Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae memproyeksikan pertumbuhan kredit perbankan akan tetap tumbuh positif pada kuartal I 2026. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh momentum Ramadan dan Idulfitri yang secara historis meningkatkan aktivitas ekonomi.

"Secara historis, momentum Ramadan dan Idulfitri cenderung mendorong peningkatan aktivitas ekonomi, khususnya konsumsi rumah tangga dan sektor-sektor produktif pendukung seperti perdagangan, transportasi, akomodasi, serta industri makanan dan minuman," kata Dian di Jakarta, Senin (28/1/2026).

Momentum itu diharapkan bisa meningkatkan permintaan kredit, termasuk kredit konsumsi dan kredit modal kerja.

Selain faktor musiman, Dian menyebut sejumlah faktor lain juga akan mendukung pertumbuhan kredit pada awal 2026, antara lain transmisi kebijakan moneter yang semakin membaik, tren penurunan suku bunga pinjaman, serta percepatan belanja pemerintah dan investasi swasta.

Adapun dari sisi kinerja, OJK mencatat intermediasi perbankan hingga November 2025 berada pada kondisi relatif stabil dengan profil risiko yang terjaga dan likuiditas yang memadai.

Pertumbuhan kredit secara tahunan (yoy) tercatat sebesar 7,74 persen, meningkat dibandingkan Oktober 2025 yang sebesar 7,36 persen.

Kualitas kredit juga tetap terjaga, tercermin dari rasio kredit bermasalah (NPL) gross sebesar 2,21 persen, membaik dibandingkan Oktober 2024 yang sebesar 2,25 persen. Kondisi ini antara lain ditopang oleh pertumbuhan kredit produktif, khususnya Kredit Investasi (KI) yang tumbuh 17,98 persen secara tahunan (yoy).

"Hal ini menunjukkan perbankan telah mampu mengatasi berbagai tantangan dalam penyaluran kredit dan sektor riil telah mulai menunjukkan perbaikan permintaan," kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gara-gara Ini, Jumlah Tabungan Rp5 Miliar Meningkat

Gara-gara Ini, Jumlah Tabungan Rp5 Miliar Meningkat

Bisnis | Jum'at, 23 Januari 2026 | 07:42 WIB

Jurus OJK Genjot Kredit Perbankan di 2026

Jurus OJK Genjot Kredit Perbankan di 2026

Bisnis | Minggu, 04 Januari 2026 | 17:57 WIB

Purbaya Ungkap Sisa Kas Negara Akhir 2025 Masih Ada Rp 399 Triliun

Purbaya Ungkap Sisa Kas Negara Akhir 2025 Masih Ada Rp 399 Triliun

Bisnis | Jum'at, 02 Januari 2026 | 15:45 WIB

Purbaya Akui Suntikan Dana SAL Rp 276 Triliun ke Bank Belum Optimal ke Ekonomi

Purbaya Akui Suntikan Dana SAL Rp 276 Triliun ke Bank Belum Optimal ke Ekonomi

Bisnis | Kamis, 01 Januari 2026 | 11:35 WIB

Pertumbuhan Kredit Perbankan Lesu, Ini Biang Keroknya

Pertumbuhan Kredit Perbankan Lesu, Ini Biang Keroknya

Bisnis | Kamis, 20 November 2025 | 10:42 WIB

Terkini

Sah! Susi Pudjiastuti Ditunjuk Jadi Komisaris Utama Bank BJB

Sah! Susi Pudjiastuti Ditunjuk Jadi Komisaris Utama Bank BJB

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 23:13 WIB

IHSG Bergejolak, Ini Alasan BBRI Jadi Rekomendasi Saham di Tengah Krisis

IHSG Bergejolak, Ini Alasan BBRI Jadi Rekomendasi Saham di Tengah Krisis

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 19:55 WIB

Pemerintah Mau Bentuk satgas indonesia Financial Center, Urus KEK Sektor Keuangan

Pemerintah Mau Bentuk satgas indonesia Financial Center, Urus KEK Sektor Keuangan

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 19:05 WIB

YLKI Soroti Posisi Gerbong KRL Khusus Wanita, Dinilai Rawan Saat Kecelakaan

YLKI Soroti Posisi Gerbong KRL Khusus Wanita, Dinilai Rawan Saat Kecelakaan

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 18:34 WIB

64,5% UMKM Dikuasai Perempuan, Tapi Masih Terkendala Pengelolaan Keuangan

64,5% UMKM Dikuasai Perempuan, Tapi Masih Terkendala Pengelolaan Keuangan

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 18:29 WIB

KCIC Sebut Okupansi Whoosh Naik Usai Kecelakaan KRL di Bekasi

KCIC Sebut Okupansi Whoosh Naik Usai Kecelakaan KRL di Bekasi

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 18:29 WIB

Insiden Kecelakaan KRL, Airlangga Ungkap Flyover Rp 4 Triliun Arahan Prabowo Dibiayai APBN

Insiden Kecelakaan KRL, Airlangga Ungkap Flyover Rp 4 Triliun Arahan Prabowo Dibiayai APBN

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 18:20 WIB

Danantara Bakal Evaluasi Total PT KAI Usai Insiden Kecelakaan Kereta Bekasi Timur

Danantara Bakal Evaluasi Total PT KAI Usai Insiden Kecelakaan Kereta Bekasi Timur

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 17:52 WIB

Green SM-VinFast Disorot Usai Kecelakaan KRL Maut, Ternyata Jokowi Pernah Datangi Pabriknya

Green SM-VinFast Disorot Usai Kecelakaan KRL Maut, Ternyata Jokowi Pernah Datangi Pabriknya

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 17:52 WIB

Pemerintah Bebaskan Bea Impor LPG & Bahan Baku Plastik, Cegah Kenaikan Harga Makanan-Minuman

Pemerintah Bebaskan Bea Impor LPG & Bahan Baku Plastik, Cegah Kenaikan Harga Makanan-Minuman

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 17:16 WIB