Baca 10 detik
- BPI Danantara memproyeksikan tahun 2026 sebagai titik balik akselerasi pemulihan kinerja PT Garuda Indonesia.
- Pemulihan ini didukung pendanaan Rp 23,63 triliun untuk perawatan pesawat dan integrasi strategis dengan Pelita Air.
- Efisiensi berkelanjutan pada aspek operasional dan non-operasional dinilai krusial untuk kesuksesan bisnis Garuda.
"Namun yang perlu diperhatikan, efisiensi yang dilakukan maskapai penerbangan tidak boleh mengurangi aspek keselamatan penerbangan dan tidak melanggar aturan yang telah ditetapkan. Dengan demikian, keselamatan dan bisnis penerbangan dapat berjalan beriringan," beber Gatot.
Melalui serangkaian aksi korporasi tersebut, Garuda Indonesia diproyeksikan mampu memperkuat portofolio bisnis secara grup. Program transformasi dan penyehatan kinerja yang tengah dijalankan diharapkan dapat berdampak pada pencatatan laba bersih serta ekuitas positif pada akhir tahun 2026.