Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.813.000
Beli Rp2.675.000
IHSG 7.101,226
LQ45 684,142
Srikehati 332,003
JII 470,939
USD/IDR 17.319

IHSG Awal Pekan Dibayangi Geopolitik, Cermati Saham Energi di Tengah Wait and See

Mohammad Fadil Djailani | Rina Anggraeni | Suara.com

Senin, 16 Maret 2026 | 08:07 WIB
IHSG Awal Pekan Dibayangi Geopolitik, Cermati Saham Energi di Tengah Wait and See
Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan bergerak terbatas dengan kecenderungan melemah pada pembukaan perdagangan awal pekan, Senin (16/3/2026). Foto ANTARA.
  • IHSG rawan melemah di level 7.000–7.290 akibat tensi geopolitik Timur Tengah.
  • Harga minyak dunia tembus USD103/barel, angkat prospek saham sektor energi.
  • Investor cenderung wait and see karena pekan perdagangan pendek jelang libur.

Suara.com - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan bergerak terbatas dengan kecenderungan melemah pada pembukaan perdagangan awal pekan, Senin (16/3/2026).

Sentimen negatif dari ketidakpastian global dan memanasnya tensi di Timur Tengah menjadi beban utama bagi indeks domestik.

Vice President Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus, memproyeksikan IHSG bakal bergerak pada rentang support 7.000 dan resistance 7.290. Secara teknikal, indikator pasar mulai memberikan sinyal kewaspadaan bagi para pemodal.

“Indikator RSI telah masuk ke area oversold, sejalan dengan MACD yang menunjukkan tren pelemahan,” ujar Oktavianus kepada Suara.com, Senin (16/3/2026).

Menurutnya, ada tiga faktor utama yang menyetir pasar pekan ini:

  1. Ketegangan Global: Perseteruan antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel yang belum menemui titik temu. Penutupan jalur strategis di Selat Hormuz mengancam pasokan energi dunia dan memicu kekhawatiran inflasi global.
  2. Lonjakan Komoditas: Harga minyak Brent yang menembus USD103 per barel dan batu bara di atas USD137 per ton memberikan katalis bagi saham sektor energi.
  3. Libur Panjang: Sikap wait and see investor menjelang libur bursa selama lima hari dalam rangka Hari Raya Nyepi dan menyambut Idulfitri.

Senada, analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai IHSG rawan terkoreksi di rentang support 7.071 dan resistance 7.248. "Perdagangan pekan ini cukup pendek, investor kemungkinan lebih berhati-hati mencermati konflik Timur Tengah dan agenda libur panjang," katanya.

Di tengah potensi koreksi, beberapa saham berbasis energi dan komoditas patut dicermati:

  • ADMR (Adaro Minerals): Speculative buy di area 1.825 (Kiwoom) atau pantau kisaran 2.030–2.130 (MNC).
  • MEDC (Medco Energi): Support 1.630, resistance 1.920.
  • DSNG & TAPG: Menjadi pilihan MNC Sekuritas untuk dicermati selama perdagangan singkat pekan ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Minyak Kembali ke Level 100 Dolar Imbas Perang Iran, Israel dan AS

Harga Minyak Kembali ke Level 100 Dolar Imbas Perang Iran, Israel dan AS

Bisnis | Senin, 16 Maret 2026 | 07:55 WIB

Iran Pertama Kali Tembakkan Rudal Sejjil, Pusat Komando Udara Israel Jadi Target Utama

Iran Pertama Kali Tembakkan Rudal Sejjil, Pusat Komando Udara Israel Jadi Target Utama

News | Senin, 16 Maret 2026 | 06:03 WIB

Coffeegate! Deretan Kejanggalan Video Terbaru Benjamin Netanyahu Sereput Kopi Diduga AI

Coffeegate! Deretan Kejanggalan Video Terbaru Benjamin Netanyahu Sereput Kopi Diduga AI

News | Senin, 16 Maret 2026 | 08:00 WIB

Terkini

Suku Bunga Deposito BRI Tahun 2026

Suku Bunga Deposito BRI Tahun 2026

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 22:21 WIB

Belanja Suku Cadang Lokal SMGR Tembus Rp809 Miliar di 2025

Belanja Suku Cadang Lokal SMGR Tembus Rp809 Miliar di 2025

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 20:09 WIB

Dari Limbah Jadi Nilai Ekonomi, Kisah Inspiratif Ibu Amaliyah Bersama PNM di Kampung Masigit

Dari Limbah Jadi Nilai Ekonomi, Kisah Inspiratif Ibu Amaliyah Bersama PNM di Kampung Masigit

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 19:34 WIB

Sinergi Hulu Migas Dorong Tata Kelola Sumur Rakyat dan Ketahanan Energi Nasional

Sinergi Hulu Migas Dorong Tata Kelola Sumur Rakyat dan Ketahanan Energi Nasional

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 19:14 WIB

Industri Tekstil RI Terjepit: Krisis Global dan Serbuan Barang Kawasan Berikat

Industri Tekstil RI Terjepit: Krisis Global dan Serbuan Barang Kawasan Berikat

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 18:20 WIB

Prabowo Tunjuk Pengusaha Tambang-Sawit: Cari Makan di Sini, Simpan Uang di Luar Negeri!

Prabowo Tunjuk Pengusaha Tambang-Sawit: Cari Makan di Sini, Simpan Uang di Luar Negeri!

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 18:16 WIB

Cekik Industri Tembakau Sama Saja 'Bunuh' 6 Juta Pekerja, Wamenaker: Negara Belum Siap!

Cekik Industri Tembakau Sama Saja 'Bunuh' 6 Juta Pekerja, Wamenaker: Negara Belum Siap!

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 18:09 WIB

7 Subsektor Manufaktur Melemah, Kemenperin Ungkap Biang Keroknya

7 Subsektor Manufaktur Melemah, Kemenperin Ungkap Biang Keroknya

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 18:04 WIB

Prabowo Gebrak Hilirisasi Fase II Senilai Rp116 Triliun: Jalan Tunggal Menuju Kemakmuran!

Prabowo Gebrak Hilirisasi Fase II Senilai Rp116 Triliun: Jalan Tunggal Menuju Kemakmuran!

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 17:59 WIB

IKI April 2026 Bertahan di Level Ekspansi 51,75 Meski Bayang-bayang Global Menghantui

IKI April 2026 Bertahan di Level Ekspansi 51,75 Meski Bayang-bayang Global Menghantui

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 17:53 WIB