Jelang Lebaran 2026, Mendag Busan Akui Harga Cabai Rawit dan Telur Mulai Pedas

Mohammad Fadil Djailani, Fakhri Fuadi Muflih

Senin, 16 Maret 2026 | 08:54 WIB
Jelang Lebaran 2026, Mendag Busan Akui Harga Cabai Rawit dan Telur Mulai Pedas
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso, yang akrab disapa Busan, mengakui adanya tren kenaikan harga pada sejumlah komoditas pangan pokok menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Foto ANTARA.
baca 10 detik
  • Mendag Busan sebut harga cabai rawit & telur naik jelang Lebaran 1447 H karena permintaan tinggi.
  • Pemerintah pantau harga pangan di 550 pasar via SP2KP demi stabilitas jelang Idulfitri.
  • Mendag jamin stok pangan aman dan harga banyak yang di bawah HET meski ada kenaikan wajar.

Suara.com - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso, yang akrab disapa Busan, mengakui adanya tren kenaikan harga pada sejumlah komoditas pangan pokok menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Kenaikan paling mencolok terpantau pada komoditas cabai rawit dan telur ayam.

Hal tersebut diungkapkan Busan usai meninjau langsung stabilitas harga dan pasokan bahan pokok di Pasar Rawasari, Jakarta Pusat, Senin (16/3/2026). Menurutnya, fenomena ini merupakan imbas dari melonjaknya permintaan masyarakat di tengah momentum bulan suci Ramadan menuju Lebaran.

"Cabai rawit tadi ada yang naik sedikit. Telur juga naik sedikit ya. Tapi tidak terlalu tinggi, relatif menurut kami karena permintaan juga semakin meningkat," ujar Busan di lokasi.

Meski dua komoditas tersebut merangkak naik, Busan menekankan bahwa kenaikan tersebut masih dalam batas wajar. Ia juga menyebutkan bahwa banyak komoditas pangan lainnya yang justru dibanderol di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET).

"Banyak juga yang di bawah HET, seperti bawang merah dan cabai merah keriting. Yang agak naik sedikit hanya cabai rawit," tuturnya menambahkan.

Guna memastikan masyarakat tidak terbebani, Busan menegaskan bahwa Kementerian Perdagangan (Kemendag) terus memelototi pergerakan harga secara real-time melalui Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP).

Data yang masuk setiap hari berasal dari 550 titik pasar yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia. Langkah ini diambil agar pemerintah bisa segera melakukan intervensi jika terjadi anomali harga yang tidak wajar.

"Pengecekan harga itu dilakukan setiap hari melalui SP2KP. Kita awasi 550 titik pasar untuk mengikuti perkembangan harganya," jelas Busan.

Selain pemantauan digital, Kemendag juga rutin melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar-pasar tradisional untuk memastikan ketersediaan barang di lapangan. Busan mengimbau masyarakat untuk tidak panik, karena pemerintah menjamin stok pangan nasional dalam kondisi mencukupi.

baca juga

"Tujuannya memastikan ketersediaan cukup dan harga stabil. Kita akan terus lakukan pantauan sampai Lebaran, bahkan setelahnya, agar pasokan tetap terjamin bagi masyarakat," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jangan Sampai Terlewat! 4 Warna Lantai Trendi Ini Bikin Rumah Auto Mewah Sambut Lebaran 2026

Jangan Sampai Terlewat! 4 Warna Lantai Trendi Ini Bikin Rumah Auto Mewah Sambut Lebaran 2026

Lifestyle | Senin, 16 Maret 2026 | 08:35 WIB

Dari Wakaf Al Quran hingga Dialog Peradaban, Pesan Kebersamaan Menggema dari Masjid Istiqlal

Dari Wakaf Al Quran hingga Dialog Peradaban, Pesan Kebersamaan Menggema dari Masjid Istiqlal

Lifestyle | Senin, 16 Maret 2026 | 07:31 WIB

H-6 Lebaran, Ribuan Kendaraan Pemudik Melintas di Gerbang Tol Kalikangkung

H-6 Lebaran, Ribuan Kendaraan Pemudik Melintas di Gerbang Tol Kalikangkung

Foto | Senin, 16 Maret 2026 | 08:00 WIB

Terkini

IHSG Kebakaran Ambruk 3,49% ke Level 5.098

IHSG Kebakaran Ambruk 3,49% ke Level 5.098

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:51 WIB

Pendapatan Tembus USD122 Juta, Ekspansi Infrastruktur Kerek Kinerja Positif CDIA

Pendapatan Tembus USD122 Juta, Ekspansi Infrastruktur Kerek Kinerja Positif CDIA

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:51 WIB

Atasi Skin Barrier Rusak! 4 Repair Serum Ini Cepat Pulihkan Kulit

Atasi Skin Barrier Rusak! 4 Repair Serum Ini Cepat Pulihkan Kulit

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:50 WIB

Terorisme Lingkungan: Menuju Generasi Emas atau Generasi Cemas?

Terorisme Lingkungan: Menuju Generasi Emas atau Generasi Cemas?

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:50 WIB

Investasi Gibran Rp600 M Bermasalah, Anggota Parlemen Malaysia Desak Pihak yang Bertanggung Jawab

Investasi Gibran Rp600 M Bermasalah, Anggota Parlemen Malaysia Desak Pihak yang Bertanggung Jawab

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:49 WIB

Gambut Sumsel Terbakar 99.906 Hektar, Pemuda Desak Pemerintah Buka Data dan Tindak Pelanggaran

Gambut Sumsel Terbakar 99.906 Hektar, Pemuda Desak Pemerintah Buka Data dan Tindak Pelanggaran

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:46 WIB

Fungsi Vaseline Repairing Petroleum Jelly, Apakah Bisa untuk Wajah?

Fungsi Vaseline Repairing Petroleum Jelly, Apakah Bisa untuk Wajah?

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:45 WIB

Bareskrim Tetapkan 20 Koperasi Jadi Tersangka Karhutla

Bareskrim Tetapkan 20 Koperasi Jadi Tersangka Karhutla

Sumbar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:38 WIB

5 Sabun Cuci Muka untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas

5 Sabun Cuci Muka untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:36 WIB

Sempat Tiga Kali Dihadang, Massa Mahasiswa Trisakti Tembus Patung Kuda Gelar Aksi

Sempat Tiga Kali Dihadang, Massa Mahasiswa Trisakti Tembus Patung Kuda Gelar Aksi

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:35 WIB

×