Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.825.000
Beli Rp2.700.000
IHSG 6.858,899
LQ45 669,842
Srikehati 328,644
JII 449,514
USD/IDR 17.509

Digital Edge Bangun Pusat Data AI Terbesar di Bekasi Senilai Rp71 Triliun

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Jum'at, 30 Januari 2026 | 17:45 WIB
Digital Edge Bangun Pusat Data AI Terbesar di Bekasi Senilai Rp71 Triliun
Ilustrasi. Perusahaan infrastruktur digital berbasis di Asia, Digital Edge, resmi mengumumkan mega proyek pembangunan CGK Campus, sebuah pusat data hyperscale berbasis kecerdasan buatan (AI) di GIIC Industrial Estate, Kota Deltamas, Bekasi. Foto ist.
  • Digital Edge investasi Rp71 Triliun bangun pusat data AI 500MW di Bekasi.
  • Fasilitas menggunakan teknologi pendingin cair dan target PUE efisien 1,25.
  • Pembangunan bertahap dimulai Q4 2026 dengan dukungan jaringan bawah tanah Indonet.

Suara.com - Perusahaan infrastruktur digital berbasis di Asia, Digital Edge, resmi mengumumkan mega proyek pembangunan CGK Campus, sebuah pusat data hyperscale berbasis kecerdasan buatan (AI) di GIIC Industrial Estate, Kota Deltamas, Bekasi.

Investasi ini mencapai angka fantastis US$4,5 miliar atau setara dengan kurang lebih Rp71,3 triliun (kurs Rp15.850).

Proyek ambisius ini menandai investasi infrastruktur terbesar dalam sejarah perusahaan sekaligus mempertegas posisi Indonesia sebagai pusat gravitasi ekonomi digital di Asia Tenggara.

Dengan kapasitas awal sebesar 500MW, CGK Campus dirancang untuk memenuhi lonjakan permintaan layanan cloud dan pemanfaatan AI yang tumbuh eksponensial di berbagai sektor industri.

Digital Edge tidak hanya mengincar skala besar, tetapi juga standar keberlanjutan. Fasilitas ini menargetkan Power Usage Effectiveness (PUE) tahunan sebesar 1,25, yang menjadikannya salah satu yang paling efisien di kelas hyperscale. Untuk mendukung beban kerja AI yang intens, perusahaan menerapkan teknologi pendinginan canggih direct-to-chip liquid cooling.

"CGK Campus adalah tonggak penting dalam strategi kami di Asia Pasifik. Langkah ini akan memperkuat kesiapan Indonesia menghadapi lonjakan permintaan layanan digital dan AI," ujar John Freeman, CEO Digital Edge.

Secara geografis, kampus ini terletak kurang dari 15 km dari klaster data center utama di Bekasi dan sekitar 40 km dari fasilitas EDGE1 dan EDGE2 di Jakarta. Lokasi ini menjamin konektivitas latensi rendah yang krusial bagi operasional bisnis modern.

Pembangunan akan dilakukan secara bertahap:

  • Gedung Pertama: Target operasional Q4 2026.
  • Gedung Kedua: Target operasional Q1 2027.
  • Gedung Ketiga: Target operasional Q2 2027.

Sinergi dengan anak perusahaan, Indonet, menjadi kunci kekuatan infrastruktur ini. CEO Indonet, Andy Rigoli, menjelaskan bahwa seluruh rute jaringan fiber ke GIIC dibangun di bawah tanah untuk menjamin keandalan dan keamanan dari gangguan eksternal.

CEO Digital Edge Indonesia, Stephanus Oscar, menekankan bahwa kebutuhan infrastruktur digital nasional saat ini tumbuh lebih cepat dibanding ketersediaannya. Hadirnya CGK Campus dengan potensi ekspansi hingga 1GW diharapkan mampu menutup celah tersebut dan menyediakan pondasi kokoh bagi ekosistem digital Indonesia di masa depan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BYD Pilih Vietnam Perkuat Cengkraman di ASEAN Lewat Investasi Pabrik Baterai Mobil Listrik

BYD Pilih Vietnam Perkuat Cengkraman di ASEAN Lewat Investasi Pabrik Baterai Mobil Listrik

Otomotif | Jum'at, 30 Januari 2026 | 13:40 WIB

5 Rekomendasi HP Murah 2026 yang Sudah Punya Fitur AI Built-in, Cek Spesifikasinya

5 Rekomendasi HP Murah 2026 yang Sudah Punya Fitur AI Built-in, Cek Spesifikasinya

Tekno | Jum'at, 30 Januari 2026 | 13:14 WIB

Tak Lagi Numpang, Chery Targetkan Punya Pabrik Sendiri Tahun Depan

Tak Lagi Numpang, Chery Targetkan Punya Pabrik Sendiri Tahun Depan

Otomotif | Jum'at, 30 Januari 2026 | 12:15 WIB

Terkini

BI Jamin Uang Palsu Kini Lebih Mudah Dideteksi, Ini Ciri-cirinya

BI Jamin Uang Palsu Kini Lebih Mudah Dideteksi, Ini Ciri-cirinya

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 19:04 WIB

Solar yang Tersedia di SPBU Shell Berasal dari Pertamina

Solar yang Tersedia di SPBU Shell Berasal dari Pertamina

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:59 WIB

Pelemahan Rupiah Belum Beri Dampak pada Harga Pangan

Pelemahan Rupiah Belum Beri Dampak pada Harga Pangan

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:54 WIB

Perhatian! CNG Bukan Pengganti LPG 3 KG

Perhatian! CNG Bukan Pengganti LPG 3 KG

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:49 WIB

Ancaman Phishing Makin Brutal, Investor Mulai Pilih Sekuritas dengan Proteksi

Ancaman Phishing Makin Brutal, Investor Mulai Pilih Sekuritas dengan Proteksi

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:45 WIB

OJK Optimistis Banyak Emiten Indonesia Akan Masuk Index MSCI

OJK Optimistis Banyak Emiten Indonesia Akan Masuk Index MSCI

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:43 WIB

Pemerintah Gaspol Naikkan Kelas UMKM, Sertifikasi hingga HAKI Dipermudah

Pemerintah Gaspol Naikkan Kelas UMKM, Sertifikasi hingga HAKI Dipermudah

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:39 WIB

GIAA Lapor: Kinerja Menguat di 3 Bulan Pertama 2026, Rugi Bersih Dipangkas 45 Persen

GIAA Lapor: Kinerja Menguat di 3 Bulan Pertama 2026, Rugi Bersih Dipangkas 45 Persen

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:08 WIB

Lonjakan Harga Minyak dan Rupiah yang Melemah Bisa Tambah Defisit Fiskal hingga Rp200 Triliun

Lonjakan Harga Minyak dan Rupiah yang Melemah Bisa Tambah Defisit Fiskal hingga Rp200 Triliun

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:59 WIB

Seleksi Direksi BEI Berjalan Sesuai Aturan, Ini Bocoran dari OJK

Seleksi Direksi BEI Berjalan Sesuai Aturan, Ini Bocoran dari OJK

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:46 WIB