- PT Shinhan Sekuritas Indonesia sedang diselidiki Bareskrim Polri terkait dugaan isu manipulasi pasar saham.
- Saham emiten yang dijamin Shinhan sering mengalami lonjakan awal ekstrem diikuti kejatuhan harga drastis.
- Beberapa saham seperti PIPA menghadapi sorotan hukum karena dugaan manipulasi harga saham awal 2026.
Suara.com - PT Shinhan Sekuritas Indonesia jadi sorotan pasar sejak kemarin lantaran pemeriksaan yang dilakukan Bareskrim Polri terkait isu manipulasi saham.
Kinerja Shinhan sekuritas sendiri diketahui mengawal sejumlah emiten melantai di bursa (IPO) selama beberapa tahun terakhir menyajikan pemandangan yang kontradiktif.
Di satu sisi, banyak saham yang mereka tangani menawarkan keuntungan kilat bagi pemburu momentum, namun di sisi lain, risiko likuiditas jangka panjang terus menghantui para investor ritel.
Secara umum, emiten di bawah penjaminan sekuritas ini sering kali memulai debut perdana dengan lonjakan harga yang sangat agresif hingga menyentuh batas Auto Rejection Atas (ARA).
Namun, setelah fase euforia tersebut mereda, mayoritas saham ini menunjukkan volatilitas ekstrem yang cenderung mengarah pada kejatuhan harga secara drastis, yang oleh para analis sering dikaitkan dengan ciri-ciri "saham gorengan".
Mayoritas perusahaan yang dibawa oleh Shinhan Sekuritas masuk dalam kategori kapitalisasi pasar kecil hingga menengah (small-to-mid cap).
Secara alamiah, saham kategori ini sangat sensitif terhadap aksi korporasi maupun intervensi pihak tertentu. Berikut adalah beberapa catatan krusial pada portofolio mereka:
- Siklus "Pump and Dump": Saham seperti DADA dan PIPA mencatatkan kenaikan luar biasa di awal perdagangan, namun kemudian terjerembab ke level terendah setelah mencapai puncak spekulatifnya.
- Kasus Hukum: Dugaan manipulasi harga pada saham PIPA di awal 2026 menjadi sorotan tajam. Intervensi otoritas bursa dan lembaga penegak hukum pada kasus ini mempertegas adanya risiko sistemik dalam portofolio emiten yang mereka kawal.
- Variasi Performa: Meski didominasi saham volatil, beberapa emiten seperti KETR menunjukkan pergerakan yang relatif lebih moderat dan stabil jika dibandingkan dengan rekan sejawatnya di segmen small-cap.
Jejak Historis Saham IPO Shinhan Sekuritas
Hingga periode Februari 2026, dinamika pasar dari saham-saham afiliasi Shinhan Sekuritas dapat dirangkum sebagai berikut:
Baca Juga: Kronologi PT Narada Aset Manajemen Manipulasi Saham IHSG, Ini Sosok Pemiliknya
DADA (Diamond Citra Propertindo): Melantai dengan harga perdana Rp102 dan langsung ARA di hari pertama. Sempat meroket hingga Rp240 pada Oktober 2025, sebelum akhirnya ambruk ke level Rp50.
PIPA (Multi Makmur Lemindo): Harga perdana Rp105. Sempat mencetak rekor di Rp625 pada Oktober 2025, namun kini menjadi pusat perhatian hukum setelah harganya kembali terjun bebas.
DGWG (Delta Giri Wacana): Sebagai pendatang baru di Januari 2025 dengan harga Rp230, saham ini naik 24% di hari pertama, namun tetap berada dalam radar pantauan ketat pasar.
KETR (Ketrosden Triasmitra): Dilepas di harga Rp300, saham ini naik 20% saat listing dan cenderung lebih stabil dibanding emiten lain dalam grup penjaminan yang sama.
SOUL & AEGS: Keduanya menunjukkan karakteristik saham lapis tiga dengan volume perdagangan yang sering kali tidak konsisten dan fluktuasi harga yang tinggi.
Memasuki tahun 2026, rekam jejak emiten-emiten ini mencerminkan dinamika pasar yang sangat spekulatif. Kehadiran emiten baru seperti DGWG memang sempat memberikan harapan, namun sejarah kelam emiten terdahulu yang berakhir di zona merah menjadi peringatan keras bagi pelaku pasar.