Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.057,106
LQ45 681,583
Srikehati 330,472
JII 466,124
USD/IDR 17.420

Daftar Saham IPO Lewat Shinhan Sekuritas, Mayoritas 'Gorengan'?

M Nurhadi | Suara.com

Kamis, 05 Februari 2026 | 11:07 WIB
Daftar Saham IPO Lewat Shinhan Sekuritas, Mayoritas 'Gorengan'?
Ilustrasi Shinhan Sekuritas [Ist]
  • PT Shinhan Sekuritas Indonesia sedang diselidiki Bareskrim Polri terkait dugaan isu manipulasi pasar saham.
  • Saham emiten yang dijamin Shinhan sering mengalami lonjakan awal ekstrem diikuti kejatuhan harga drastis.
  • Beberapa saham seperti PIPA menghadapi sorotan hukum karena dugaan manipulasi harga saham awal 2026.

Suara.com - PT Shinhan Sekuritas Indonesia jadi sorotan pasar sejak kemarin lantaran pemeriksaan yang dilakukan Bareskrim Polri terkait isu manipulasi saham.

Kinerja Shinhan sekuritas sendiri diketahui mengawal sejumlah emiten melantai di bursa (IPO) selama beberapa tahun terakhir menyajikan pemandangan yang kontradiktif.

Di satu sisi, banyak saham yang mereka tangani menawarkan keuntungan kilat bagi pemburu momentum, namun di sisi lain, risiko likuiditas jangka panjang terus menghantui para investor ritel.

Secara umum, emiten di bawah penjaminan sekuritas ini sering kali memulai debut perdana dengan lonjakan harga yang sangat agresif hingga menyentuh batas Auto Rejection Atas (ARA).

Namun, setelah fase euforia tersebut mereda, mayoritas saham ini menunjukkan volatilitas ekstrem yang cenderung mengarah pada kejatuhan harga secara drastis, yang oleh para analis sering dikaitkan dengan ciri-ciri "saham gorengan".

Mayoritas perusahaan yang dibawa oleh Shinhan Sekuritas masuk dalam kategori kapitalisasi pasar kecil hingga menengah (small-to-mid cap).

Secara alamiah, saham kategori ini sangat sensitif terhadap aksi korporasi maupun intervensi pihak tertentu. Berikut adalah beberapa catatan krusial pada portofolio mereka:

  1. Siklus "Pump and Dump": Saham seperti DADA dan PIPA mencatatkan kenaikan luar biasa di awal perdagangan, namun kemudian terjerembab ke level terendah setelah mencapai puncak spekulatifnya.
  2. Kasus Hukum: Dugaan manipulasi harga pada saham PIPA di awal 2026 menjadi sorotan tajam. Intervensi otoritas bursa dan lembaga penegak hukum pada kasus ini mempertegas adanya risiko sistemik dalam portofolio emiten yang mereka kawal.
  3. Variasi Performa: Meski didominasi saham volatil, beberapa emiten seperti KETR menunjukkan pergerakan yang relatif lebih moderat dan stabil jika dibandingkan dengan rekan sejawatnya di segmen small-cap.

Jejak Historis Saham IPO Shinhan Sekuritas

Hingga periode Februari 2026, dinamika pasar dari saham-saham afiliasi Shinhan Sekuritas dapat dirangkum sebagai berikut:

DADA (Diamond Citra Propertindo): Melantai dengan harga perdana Rp102 dan langsung ARA di hari pertama. Sempat meroket hingga Rp240 pada Oktober 2025, sebelum akhirnya ambruk ke level Rp50.

PIPA (Multi Makmur Lemindo): Harga perdana Rp105. Sempat mencetak rekor di Rp625 pada Oktober 2025, namun kini menjadi pusat perhatian hukum setelah harganya kembali terjun bebas.

DGWG (Delta Giri Wacana): Sebagai pendatang baru di Januari 2025 dengan harga Rp230, saham ini naik 24% di hari pertama, namun tetap berada dalam radar pantauan ketat pasar.

KETR (Ketrosden Triasmitra): Dilepas di harga Rp300, saham ini naik 20% saat listing dan cenderung lebih stabil dibanding emiten lain dalam grup penjaminan yang sama.

SOUL & AEGS: Keduanya menunjukkan karakteristik saham lapis tiga dengan volume perdagangan yang sering kali tidak konsisten dan fluktuasi harga yang tinggi.

Memasuki tahun 2026, rekam jejak emiten-emiten ini mencerminkan dinamika pasar yang sangat spekulatif. Kehadiran emiten baru seperti DGWG memang sempat memberikan harapan, namun sejarah kelam emiten terdahulu yang berakhir di zona merah menjadi peringatan keras bagi pelaku pasar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IHSG Perlahan Naik Bukit, Melesat 0,48% di Kamis Pagi

IHSG Perlahan Naik Bukit, Melesat 0,48% di Kamis Pagi

Bisnis | Kamis, 05 Februari 2026 | 09:15 WIB

Saham BUMI Milik Bakrie dan Salim Jadi Bulan-bulanan Investor Mancanegara

Saham BUMI Milik Bakrie dan Salim Jadi Bulan-bulanan Investor Mancanegara

Bisnis | Kamis, 05 Februari 2026 | 09:04 WIB

IHSG Hari Ini: Isu Suplai Batu Bara, 'Saham Gorengan' dan Rekomendasi Saham

IHSG Hari Ini: Isu Suplai Batu Bara, 'Saham Gorengan' dan Rekomendasi Saham

Bisnis | Kamis, 05 Februari 2026 | 08:54 WIB

Sempat Tertekan, IHSG Berhasil Rebound 0,29 Persen

Sempat Tertekan, IHSG Berhasil Rebound 0,29 Persen

Bisnis | Rabu, 04 Februari 2026 | 16:52 WIB

Purbaya Sebut Revisi UU P2SK Bisa Perbaiki Gejolak Pasar Saham

Purbaya Sebut Revisi UU P2SK Bisa Perbaiki Gejolak Pasar Saham

Bisnis | Rabu, 04 Februari 2026 | 16:00 WIB

IHSG Tertekan, OJK dan BEI Didorong Perbaiki Kepercayaan Pasar

IHSG Tertekan, OJK dan BEI Didorong Perbaiki Kepercayaan Pasar

Bisnis | Rabu, 04 Februari 2026 | 15:25 WIB

Terkini

Apa Itu Ekspedisi Patriot (TEP)? Program Pemerintah dengan Fasilitas Beasiswa Jepang

Apa Itu Ekspedisi Patriot (TEP)? Program Pemerintah dengan Fasilitas Beasiswa Jepang

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:22 WIB

Harga Pangan Hari Ini: Bawang hingga Cabai Kompak Naik, Beras dan Minyak Goreng Ikut Terkerek

Harga Pangan Hari Ini: Bawang hingga Cabai Kompak Naik, Beras dan Minyak Goreng Ikut Terkerek

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:18 WIB

Era Bakar Uang Berakhir! Kini Fintech RI Masuk Fase Jaga Kandang dan Akuntabilitas

Era Bakar Uang Berakhir! Kini Fintech RI Masuk Fase Jaga Kandang dan Akuntabilitas

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:15 WIB

Rupiah Ambyar, Pengamat: RUU Perampasan Aset Bisa Jadi Juru Selamat

Rupiah Ambyar, Pengamat: RUU Perampasan Aset Bisa Jadi Juru Selamat

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:06 WIB

Trump Hentikan Sementara Pengawalan di Selat Hormuz, Harga Minyak Melemah

Trump Hentikan Sementara Pengawalan di Selat Hormuz, Harga Minyak Melemah

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:05 WIB

Hati-hati! Pinjol Ilegal Masih Marak, Incar Puluhan Ribu Korban

Hati-hati! Pinjol Ilegal Masih Marak, Incar Puluhan Ribu Korban

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:01 WIB

Aturan Baru DHE SDA Berlaku 1 Juni 2026, Devisa Eksportir Wajib Disimpan di Bank Negara

Aturan Baru DHE SDA Berlaku 1 Juni 2026, Devisa Eksportir Wajib Disimpan di Bank Negara

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 09:52 WIB

Purbaya Mau Terbitkan Panda Bond di China Demi Perkuat Rupiah

Purbaya Mau Terbitkan Panda Bond di China Demi Perkuat Rupiah

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 09:39 WIB

Kurs Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp17.388, Dolar AS Tertekan Sentimen Global

Kurs Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp17.388, Dolar AS Tertekan Sentimen Global

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 09:29 WIB

Purbaya Minta Investor Segera Serok Saham RI, Jamin Bakal Untung Banyak

Purbaya Minta Investor Segera Serok Saham RI, Jamin Bakal Untung Banyak

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 09:26 WIB