Moodys Goyang Outlook 7 Raksasa Korporasi Indonesia: BUMN Mendominasi

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Sabtu, 07 Februari 2026 | 14:02 WIB
Moodys Goyang Outlook 7 Raksasa Korporasi Indonesia: BUMN Mendominasi
Lembaga pemeringkat internasional, Moody’s Ratings, resmi merevisi prospek (outlook) tujuh perusahaan non-keuangan kakap di Indonesia dari Stabil menjadi Negatif. Foto Alvian-Suara.com
  • Moody’s resmi merevisi prospek (outlook) tujuh perusahaan non-keuangan kakap di Indonesia dari Stabil menjadi Negatif. 
  • Langkah ini menjadi "efek domino" setelah Moody’s lebih dulu menyematkan status negatif pada peringkat surat utang (sovereign rating) Pemerintah Indonesia di level Baa2.
  • Moody’s menekankan bahwa revisi ini bukan semata-mata karena kinerja internal perusahaan, melainkan cerminan dari meningkatnya risiko kredibilitas kebijakan di level negara.

Suara.com - Lembaga pemeringkat internasional, Moody’s Ratings, resmi merevisi prospek (outlook) tujuh perusahaan non-keuangan kakap di Indonesia dari Stabil menjadi Negatif.

Langkah ini menjadi "efek domino" setelah Moody’s lebih dulu menyematkan status negatif pada peringkat surat utang (sovereign rating) Pemerintah Indonesia di level Baa2.

Dalam rilis resminya pada Jumat (6/2), Moody’s menekankan bahwa revisi ini bukan semata-mata karena kinerja internal perusahaan, melainkan cerminan dari meningkatnya risiko kredibilitas kebijakan di level negara.

Moody’s menyoroti adanya penurunan kualitas dalam proses pengambilan keputusan pemerintah serta komunikasi publik yang dianggap kurang efektif selama setahun terakhir.

"Jika tren ini berlanjut, kredibilitas kebijakan Indonesia yang selama ini menjadi fondasi stabilitas makro dan fiskal bisa terkikis," tulis Moody's.

2. Daftar Perusahaan yang Terdampak

Revisi ini menyasar lima entitas yang terkait erat dengan pemerintah (Government-Related Issuers/GRI) dan dua raksasa sektor swasta. Meskipun outlook berubah menjadi negatif, Moody's masih mempertahankan peringkat utang mereka di level Baa1 dan Baa2 untuk saat ini.

Daftar Korporasi dengan Outlook Negatif:

  • PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) Baa1
  • PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) Baa1
  • PT Pertamina Hulu Energi (PHE) Baa2
  • PT Mineral Industri Indonesia (MIND ID) Baa2
  • PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) Baa2
  • PT United Tractors Tbk (UT) Baa2

Telkom dan Pertamina Ikut Terseret?

Telkom dan Telkomsel sebenarnya memiliki kualitas kredit mandiri yang sangat kuat, sehingga peringkatnya berada satu tingkat di atas negara (sovereign). Namun, ketergantungan mereka terhadap ekosistem ekonomi domestik membuat Moody's tetap menyematkan outlook negatif.

Sementara bagi Pertamina, PHE, dan MIND ID, posisi mereka sangat sensitif terhadap kemampuan pemerintah dalam memberikan dukungan fiskal jika sewaktu-waktu dibutuhkan.

Moody’s menegaskan tidak ada peluang kenaikan peringkat dalam waktu dekat. Status outlook hanya bisa kembali ke Stabil jika prospek peringkat negara Indonesia membaik dan perusahaan mampu menjaga performa keuangan di tengah ketidakpastian makro.

Sebaliknya, jika peringkat negara benar-benar diturunkan atau dukungan pemerintah melemah, maka ketujuh korporasi di atas terancam mengalami penurunan peringkat utang secara nyata, yang berpotensi meningkatkan biaya pinjaman (cost of fund) mereka di pasar internasional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IHSG dan Rupiah Rontok Gara-gara Moody's, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

IHSG dan Rupiah Rontok Gara-gara Moody's, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Bisnis | Jum'at, 06 Februari 2026 | 19:27 WIB

KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas

KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas

News | Jum'at, 06 Februari 2026 | 18:12 WIB

21 Hunian Sementara Jadi Titik Awal Warga Aceh Bangkit Pascabencana

21 Hunian Sementara Jadi Titik Awal Warga Aceh Bangkit Pascabencana

Bisnis | Jum'at, 06 Februari 2026 | 16:56 WIB

Terkini

Negara Tetangga RI Mulai Alami Krisis BBM

Negara Tetangga RI Mulai Alami Krisis BBM

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 14:46 WIB

Danantara Tunjuk Teman Seangkatan Menko AHY di SMA Taruna Nusantara jadi Bos PT Pos

Danantara Tunjuk Teman Seangkatan Menko AHY di SMA Taruna Nusantara jadi Bos PT Pos

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 14:16 WIB

Selat Hormuz Membara, Emiten BABY Buka-bukaan Nasib Bisnis Pakaian Anak

Selat Hormuz Membara, Emiten BABY Buka-bukaan Nasib Bisnis Pakaian Anak

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 13:59 WIB

Usai Lebaran, Para Bos Anak Usaha Astra Kompak Mundur

Usai Lebaran, Para Bos Anak Usaha Astra Kompak Mundur

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 13:31 WIB

Incar Dana Global, Merdeka Gold Resources (EMAS) Mau Listing di Bursa Hong Kong

Incar Dana Global, Merdeka Gold Resources (EMAS) Mau Listing di Bursa Hong Kong

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 13:22 WIB

Bos BlackRock Wanti-wanti Harga Minyak US$ 150, Dunia Diambang Resesi Hebat?

Bos BlackRock Wanti-wanti Harga Minyak US$ 150, Dunia Diambang Resesi Hebat?

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 13:18 WIB

PT KAI: Arus Balik Belum Capai Puncaknya

PT KAI: Arus Balik Belum Capai Puncaknya

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 13:17 WIB

Tiket KA Lebaran Nyaris Ludes, Penjualan Tembus 96,5 Persen Saat Arus Balik Menguat

Tiket KA Lebaran Nyaris Ludes, Penjualan Tembus 96,5 Persen Saat Arus Balik Menguat

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 13:04 WIB

IHSG Masih Kuat di Sesi I, 554 Saham Melonjak

IHSG Masih Kuat di Sesi I, 554 Saham Melonjak

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 12:59 WIB

Arus Balik Bali-Jawa Lesu di H+2 Lebaran, Jumlah Penumpang dan Kendaraan Justru Turun

Arus Balik Bali-Jawa Lesu di H+2 Lebaran, Jumlah Penumpang dan Kendaraan Justru Turun

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 12:58 WIB