- Integrasi Hilir: PPN, KPI, dan PIS bersatu di Sub Holding Downstream demi efisiensi.
- Pangkas Birokrasi: Operasional lebih cepat tanpa prosedur antar lembaga yang rumit.
- Ketahanan Energi: Optimalkan pasokan BBM dan Elpiji, khususnya jelang Satgas Rafi 2026.
Suara.com - PT Pertamina (Persero) secara resmi membentuk Sub Holding Downstream (SHD) per 1 Februari 2026.
Langkah strategis ini menyatukan tiga pilar utama hilir migas, yakni PT Pertamina Patra Niaga (PPN), PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), dan PT Pertamina International Shipping (PIS) di bawah satu koordinasi terintegrasi.
Direktur Eksekutif ReforMiner Institute, Komaidi Notonegoro, menilai langkah "satu atap" ini akan memangkas birokrasi internal yang selama ini menghambat kecepatan operasional.
Dengan integrasi ini, koordinasi antara pengolahan di kilang, pengangkutan kapal, hingga distribusi ke masyarakat menjadi lebih ramping dan cepat.
"Dulu prosesnya antar lembaga, mungkin harus isi form atau kontrak dulu. Sekarang lebih sederhana; PPN tinggal berkomunikasi langsung dengan PIS atau KPI tanpa prosedur administratif yang berbelit," ujar Komaidi.
Integrasi ini diharapkan menjadi kunci keandalan Pertamina dalam menghadapi lonjakan konsumsi energi, termasuk menyambut Satgas Ramadhan dan Idulfitri (Rafi) 2026. Melalui pemetaan stok yang lebih akurat dan distribusi yang lincah, SHD diprediksi mampu menjamin ketahanan energi nasional secara lebih optimal dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.