Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Kemendag Keluarkan Harga Patokan Eskpor Komoditas Tambang, Ini Daftarnya

Achmad Fauzi | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Senin, 16 Februari 2026 | 19:21 WIB
Kemendag Keluarkan Harga Patokan Eskpor Komoditas Tambang, Ini Daftarnya
Ilustrasi Pertambangan Konsentrat Tembaga Milik AMNT/(Dokumentasi AMMN).
  • Pemerintah menetapkan HPE komoditas tambang periode kedua Februari 2026, menaikkan harga konsentrat tembaga dan emas.
  • HPE konsentrat tembaga menjadi USD 6.692,35/WMT dan emas naik menjadi USD 159.475,43/kg berdasarkan Kepmendag Nomor 123 Tahun 2026.
  • Kenaikan harga dipicu lonjakan permintaan industri global serta keterbatasan pasokan tembaga dan emas dunia terkini.

Suara.com - Pemerintah kembali menaikkan Harga Patokan Ekspor (HPE) untuk komoditas tambang pada periode kedua Februari 2026. Kenaikan terjadi pada konsentrat tembaga maupun emas, seiring lonjakan harga global dan meningkatnya permintaan industri.

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, HPE konsentrat tembaga (Cu ≥ 15 persen) ditetapkan sebesar USD 6.692,35 per Wet Metrik Ton (WMT) untuk periode 15–28 Februari 2026. Nilai tersebut naik 4,20 persen dibandingkan periode pertama Februari yang berada di level USD 6.422,91 per WMT.

Kenaikan juga terjadi pada komoditas emas. HPE emas tercatat naik 7,16 persen menjadi USD 159.475,43 per kilogram dari sebelumnya USD 148.818,84 per kilogram. Sementara itu, Harga Referensi (HR) emas ikut terdongkrak menjadi USD 4.960,24 per troy ounce dari USD 4.628,79 per troy ounce.

Ilustrasi emas batangan (Freepik/freepik)
Ilustrasi emas batangan (Freepik/freepik)

Penetapan harga tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Perdagangan (Kepmendag) Nomor 123 Tahun 2026 tentang Harga Patokan Ekspor dan Harga Referensi atas Produk Pertambangan yang Dikenakan Bea Keluar yang berlaku pada paruh kedua Februari 2026.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Tommy Andana menjelaskan penguatan harga tembaga dipengaruhi dinamika pasar global.

“HPE konsentrat tembaga menguat karena kenaikan harga tembaga dunia. Faktor berikutnya adalah keterbatasan pasokan tembaga yang diikuti peningkatan permintaan untuk kebutuhan industri, khususnya sektor kelistrikan, manufaktur, dan energi,” kata Tommy kepada wartawan, Senin (16/2/2026).

Ia menambahkan, tren kenaikan harga mineral penyusun konsentrat turut menjadi faktor utama penetapan HPE terbaru.

"Selama periode pengumpulan data, tercatat harga tembaga naik 4,05 persen, emas naik 7,16 persen, dan perak naik 9,61 persen," kata Tommy.

Sementara itu, lonjakan harga emas tidak terlepas dari meningkatnya permintaan global. Permintaan tersebut berasal dari sektor perhiasan sekaligus kebutuhan industri, yang mendorong harga acuan terus menanjak dalam beberapa pekan terakhir.

Kementerian Perdagangan menegaskan, penetapan HPE dan HR dalam Kepmendag Nomor 123 Tahun 2026 dilakukan dengan mempertimbangkan masukan teknis Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Perhitungan merujuk pada data London Metal Exchange (LME) untuk tembaga serta London Bullion Market Association (LBMA) untuk emas dan perak.

Selain itu, proses penetapan harga melibatkan koordinasi lintas kementerian agar mencerminkan kondisi pasar yang objektif.

"Penetapan HPE dan HR dilakukan melalui koordinasi lintas kementerian yang melibatkan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kemendag, Kementerian ESDM, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Perindustrian," pungkas Tommy.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menteri Bahlil Resmikan Izin Tambang Rakyat di 18 Provinsi

Menteri Bahlil Resmikan Izin Tambang Rakyat di 18 Provinsi

Bisnis | Senin, 16 Februari 2026 | 15:14 WIB

Isu Tambang Emas BRMS Disegel, Manajemen Klarifikasi

Isu Tambang Emas BRMS Disegel, Manajemen Klarifikasi

Bisnis | Senin, 16 Februari 2026 | 14:01 WIB

Izin Tambang Emas Martabe Belum Dicabut, KLH Pastikan Gugatan ke PTAR Terus Berjalan

Izin Tambang Emas Martabe Belum Dicabut, KLH Pastikan Gugatan ke PTAR Terus Berjalan

Bisnis | Sabtu, 14 Februari 2026 | 21:25 WIB

Terkini

BRI Consumer Expo 2026 Hadirkan Solusi Finansial Lengkap di Jakarta

BRI Consumer Expo 2026 Hadirkan Solusi Finansial Lengkap di Jakarta

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 18:34 WIB

Kadin China Protes Kenaikan Pajak RI, Purbaya: Kami Mementingkan Kepentingan Negara Kita

Kadin China Protes Kenaikan Pajak RI, Purbaya: Kami Mementingkan Kepentingan Negara Kita

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 18:24 WIB

Purbaya Siapkan Stimulus Baru di Q2 2026, Ada Insentif Mobil Listrik hingga Pendanaan Industri

Purbaya Siapkan Stimulus Baru di Q2 2026, Ada Insentif Mobil Listrik hingga Pendanaan Industri

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 17:30 WIB

Purbaya Pamer Satgas Debottlenecking Kantongi Investasi 30 Miliar USD

Purbaya Pamer Satgas Debottlenecking Kantongi Investasi 30 Miliar USD

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 17:09 WIB

Purbaya Ramal Perang AS vs Iran Berakhir September 2026

Purbaya Ramal Perang AS vs Iran Berakhir September 2026

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:58 WIB

Sempat Tolak, Ini Alasan Purbaya Akhirnya Kasih Insentif Mobil Listrik

Sempat Tolak, Ini Alasan Purbaya Akhirnya Kasih Insentif Mobil Listrik

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:48 WIB

Bank Indonesia dan Bank Negara Malaysia Perkuat Sektor Moneter dan Sistem Pembayaran

Bank Indonesia dan Bank Negara Malaysia Perkuat Sektor Moneter dan Sistem Pembayaran

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:47 WIB

Warga Jabodetabek Kabur Liburan, Kendaraan Padati Jalan Tol

Warga Jabodetabek Kabur Liburan, Kendaraan Padati Jalan Tol

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:31 WIB

Alasan Panas Bumi Jadi Pusat Pengembangan Energi terbarukan

Alasan Panas Bumi Jadi Pusat Pengembangan Energi terbarukan

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:22 WIB

Kemenhub Restui Maskapai Naikkan Fuel Surchage 50%, Tiket Pesawat Ikut Melonjak?

Kemenhub Restui Maskapai Naikkan Fuel Surchage 50%, Tiket Pesawat Ikut Melonjak?

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:17 WIB