Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.870.000
Beli Rp2.775.000
IHSG 7.559,380
LQ45 743,671
Srikehati 348,696
JII 519,691
USD/IDR 17.137

Tips Investasi Keuangan saat Shio Kuda Api, Simak di Sini

Dythia Novianty | Rina Anggraeni | Suara.com

Selasa, 17 Februari 2026 | 09:14 WIB
Tips Investasi Keuangan saat Shio Kuda Api, Simak di Sini
Ilustrasi investasi (Pexels.com)
  • Ekonomi Asia dan Indonesia diperkirakan membaik pada Tahun Kuda Api 2026 seiring meredanya tekanan suku bunga global.
  • Investor disarankan memilih aset berfundamental kuat dan memanfaatkan momentum suku bunga dengan strategi masuk pasar bertahap.
  • Keputusan investasi wajib menghindari emosi, FOMO, serta perlu memadukan strategi ekonomi dengan disiplin tinggi.

Suara.com - Memasuki Tahun Kuda Api 2026, investor diingatkan untuk tidak bersikap pasif, dan tidak menghindari spekulasi tanpa arah.

Ekonom Senior Allianz Global Investors, Christiaan Tuntono, menyampaikan bahwa ekonomi Asia, termasuk Indonesia akan membaik. Hal ini ditunjukkan dengan gejolak pasar keuangan mereda.

"Di tengah memasuki fase peluang seiring meredanya tekanan suku bunga, meski volatilitas pasar belum sepenuhnya hilang," katanya dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Selasa (17/2/2026).

Sementara itu, Co-Founder Feng Shui Consulting Indonesia, Angelina Fang, menggambarkan Tahun Kuda Api sebagai periode dengan energi besar yang menuntut keputusan cepat, fokus, dan disiplin.

"Tahun 2026 adalah tahun untuk melangkah maju dengan percaya diri, namun tetap dengan kendali. Padukan strategi ekonomi modern dengan wawasan Feng Shui untuk membuat keputusan investasi yang cerdas dan seimbang," bebernya.

Menggabungkan pandangan ekonomi makro dan perspektif Feng Shui, berikut sejumlah tips investasi yang dinilai relevan untuk 2026:

1. Pilih Aset Berfundamental Kuat

Pertumbuhan ekonomi Asia pada 2026 diperkirakan bersifat selektif. Tidak semua sektor akan bergerak naik secara bersamaan.

Investor disarankan memilih instrumen atau bisnis dengan fundamental kuat, arus kas jelas, serta model bisnis yang dipahami.

Sektor teknologi dan kecerdasan buatan (AI) disebut masih menjadi pendorong utama pertumbuhan, tidak hanya di Amerika Serikat tetapi juga di berbagai pusat inovasi Asia dan Eropa.

2. Manfaatkan Momentum Suku Bunga Secara Bertahap

Menurut Christiaan, real interest rate di Indonesia mulai bergerak ke arah yang kurang restriktif. Kondisi ini membuka peluang investasi di pasar keuangan maupun sektor riil.

Namun, investor diimbau tidak terburu-buru. Strategi yang disarankan antara lain masuk ke pasar secara bertahap, melakukan diversifikasi portofolio, serta menjaga likuiditas guna memanfaatkan peluang saat terjadi koreksi pasar. Penentuan waktu (timing) disebut menjadi faktor krusial pada 2026.

3. Asia dan Indonesia Masih Menarik dalam Jangka Menengah

Outlook Allianz Global Investors menilai fundamental pertumbuhan Asia tetap kuat meski dibayangi tekanan kebijakan perdagangan global.

Pasar berkembang seperti India, ASEAN, dan China dinilai memiliki basis konsumsi besar, ditopang urbanisasi dan digitalisasi yang terus berkembang.

Ilustrasi digitalisasi transaksi pemerintah. [Ist]
Ilustrasi digitalisasi transaksi pemerintah. [Ist]

Untuk Indonesia, sejumlah lembaga seperti MSCI dan Moody's menyoroti risiko kebijakan dan isu tata kelola yang memengaruhi sentimen pasar.

Meski demikian, pertumbuhan ekonomi domestik diproyeksikan tetap moderat dengan dukungan konsumsi domestik, struktur demografi yang relatif menguntungkan, serta defisit fiskal dan rasio utang yang tergolong rendah.

Dalam perspektif Feng Shui, kondisi tersebut diibaratkan sebagai “tanah yang cukup kuat untuk menahan api”, yang berarti peluang tetap terbuka selama langkah yang diambil tidak berlebihan.

4. Hindari Keputusan Emosional dan FOMO

Angelina menekankan bahwa energi Tahun Kuda Api berpotensi memicu optimisme berlebihan hingga ego dalam pengambilan keputusan. Investor diminta menghindari keputusan berbasis emosi atau sekadar mengikuti tren (fear of missing out/FOMO).

Ia menyarankan agar investor memahami risiko secara menyeluruh, menetapkan target keuntungan dan batas kerugian sejak awal, serta menjaga disiplin dalam menjalankan strategi.

5. Pebisnis Perlu Fokus pada Eksekusi

Bagi pelaku usaha, investasi pada 2026 tidak selalu berbentuk produk keuangan. Tahun ini dinilai tepat untuk memperkuat fondasi bisnis melalui peningkatan efisiensi operasional, digitalisasi proses kerja, serta penguatan tim dan kepemimpinan.

Baik dari sudut pandang ekonomi maupun Feng Shui, 2026 disebut sebagai tahun yang menuntut konsistensi dan realisasi nyata, bukan sekadar perencanaan besar tanpa tindak lanjut.

6. Seimbangkan Keberanian dan Perlindungan

Tahun Kuda Api identik dengan keberanian, namun tetap membutuhkan keseimbangan.

Dalam konteks investasi, prinsip tersebut diterjemahkan ke dalam portofolio terdiversifikasi, perlindungan dasar seperti asuransi dan dana darurat, serta disiplin melakukan rebalancing secara berkala.

“Tahun 2026 adalah tahun untuk melangkah maju dengan percaya diri, namun tetap dengan kendali,” demikian kesimpulan yang disampaikan dalam acara tersebut.

Investor didorong memadukan strategi ekonomi modern dan wawasan Feng Shui guna mengambil keputusan yang cerdas dan seimbang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Investigasi Digital Forensik Bisa Bongkar Niat Jahat eFishery

Investigasi Digital Forensik Bisa Bongkar Niat Jahat eFishery

Bisnis | Jum'at, 13 Februari 2026 | 11:10 WIB

Utang Pemerintahan Prabowo Meroket ke Rp9.637 Triliun

Utang Pemerintahan Prabowo Meroket ke Rp9.637 Triliun

Bisnis | Jum'at, 13 Februari 2026 | 15:05 WIB

Purbaya Minta Publik Tak Banyak Protes MBG, Klaim Dibutuhkan Masyarakat

Purbaya Minta Publik Tak Banyak Protes MBG, Klaim Dibutuhkan Masyarakat

Bisnis | Jum'at, 13 Februari 2026 | 13:05 WIB

Anak Buah Menkeu Purbaya Hijrah ke Danantara

Anak Buah Menkeu Purbaya Hijrah ke Danantara

Bisnis | Jum'at, 13 Februari 2026 | 12:02 WIB

Buru Peluang Cuan! Pameran Franchise Terbesar IFBC 2026 Hadir di ICE BSD

Buru Peluang Cuan! Pameran Franchise Terbesar IFBC 2026 Hadir di ICE BSD

Bisnis | Jum'at, 13 Februari 2026 | 11:46 WIB

Purbaya Mengaku Belum Diajak Bicara Istana soal Bayar Utang Kereta Cepat Pakai APBN

Purbaya Mengaku Belum Diajak Bicara Istana soal Bayar Utang Kereta Cepat Pakai APBN

Bisnis | Kamis, 12 Februari 2026 | 21:56 WIB

Terkini

Menko Pangan Ungkap Alasan Kritisnya Harga Minyakita, Pertimbangkan Naikkan Harga

Menko Pangan Ungkap Alasan Kritisnya Harga Minyakita, Pertimbangkan Naikkan Harga

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 16:14 WIB

Menko Zulhas: HET Minyakita Naik!

Menko Zulhas: HET Minyakita Naik!

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 15:50 WIB

Hitung-hitungan Harga Wajar Pertamax, Benarkah Bisa Tembus Rp17.000 per Liter?

Hitung-hitungan Harga Wajar Pertamax, Benarkah Bisa Tembus Rp17.000 per Liter?

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 15:46 WIB

BI Kembali Pertahankan Suku Bunga Acuan di 4,75 Persen

BI Kembali Pertahankan Suku Bunga Acuan di 4,75 Persen

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 15:28 WIB

Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu

Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 15:11 WIB

Bos SIG: Industri Bahan Bangunan RI Sangat Besar, Baru 11% yang Tergarap!

Bos SIG: Industri Bahan Bangunan RI Sangat Besar, Baru 11% yang Tergarap!

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 15:04 WIB

Pelindo Group Buka Jalan UMKM Perempuan Menuju Transformasi Digital

Pelindo Group Buka Jalan UMKM Perempuan Menuju Transformasi Digital

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 14:57 WIB

Pelindo Ikut dalam Pembangunan PSEL untuk Solusi Sampah Berkelanjutan

Pelindo Ikut dalam Pembangunan PSEL untuk Solusi Sampah Berkelanjutan

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 14:51 WIB

BEI Bakal Depak Saham dengan Kepemilikan Terkonsentrasi Tinggi dari Indeks Kunci di Bursa

BEI Bakal Depak Saham dengan Kepemilikan Terkonsentrasi Tinggi dari Indeks Kunci di Bursa

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 14:46 WIB

Perkuat Ketahanan Ekonomi Keluarga, Pertamina Sebar 118 Ribu Paket Sembako

Perkuat Ketahanan Ekonomi Keluarga, Pertamina Sebar 118 Ribu Paket Sembako

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 14:23 WIB