Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Harga Bitcoin dan Kurs Dolar AS Mulai Berseberangan, Anomali Tahun Ini Berlanjut?

M Nurhadi | Suara.com

Rabu, 18 Februari 2026 | 07:29 WIB
Harga Bitcoin dan Kurs Dolar AS Mulai Berseberangan, Anomali Tahun Ini Berlanjut?
Ilustrasi [Unsplash/Jonathan Borba]
  • Pada awal 2026, Bitcoin menguji korelasi terbaliknya karena Indeks Dolar AS (DXY) mengalami pelemahan signifikan.
  • Data menunjukkan korelasi positif BTC dan Dolar AS sejak 2025, menantang pola historis sebelumnya mengenai aset berisiko.
  • Harvard Management Company mengurangi kepemilikan ETF Bitcoin, namun menambah investasi besar pada produk ETF Ethereum.

Suara.com - Pasar kripto global tengah menyaksikan pergeseran fundamental yang tidak biasa pada awal tahun 2026. Koin kripto terbesar, Bitcoin (BTC), kini tengah diuji konsistensinya dalam merespons pelemahan nilai tukar Dolar Amerika Serikat (AS).

Secara historis, Bitcoin dikenal memiliki korelasi terbalik terhadap Greenback, namun data terbaru menunjukkan anomali yang menantang pakem tersebut.

Indeks Dolar AS (DXY) terpantau berada dalam jalur penurunan mingguan. Berdasarkan data posisi perdagangan, sentimen investor terhadap dolar saat ini berada pada titik paling bearish (lemah) dalam lebih dari satu dekade terakhir.

Pada jam perdagangan AS hari Jumat pekan lalu, Indeks DXY berada di kisaran 96,9. Meski naik tipis 0,1% secara harian, indeks ini mencatatkan penurunan mingguan sebesar 0,6%.

Analis dari Bank of America (BofA) Securities mencatat bahwa paparan terhadap dolar telah jatuh di bawah level April 2025, menandakan posisi terlemah sejak pengumpulan data mereka dimulai pada tahun 2012.

Meskipun kekhawatiran atas independensi Federal Reserve mulai mereda pasca pencalonan Kevin Warsh sebagai Ketua Fed, BofA melaporkan bahwa perubahan ini belum memicu permintaan baru terhadap aset AS maupun dolar.

Investor justru meningkatkan rasio lindung nilai (hedging) valuta asing dan mulai mendiversifikasi cadangan mereka menjauh dari dolar.

Namun, penguatan data tenaga kerja AS yang lebih baik dari perkiraan berpotensi menahan sentimen negatif tersebut dalam jangka pendek, memberikan napas bagi mata uang Paman Sam.

Hubungan Bitcoin dan Dolar AS

Emmanuel Musa dalam artikelnya di News BTC menyebut, pelemahan dolar biasanya menjadi angin segar bagi Bitcoin.

Dolar yang lebih lemah membuat BTC lebih murah bagi pembeli internasional dan melonggarkan kondisi keuangan global, yang sering kali menguntungkan aset berisiko.

Namun, hubungan tersebut kini berbalik arah. Sejak awal 2025, Bitcoin dan DXY justru menunjukkan korelasi positif. Berikut adalah beberapa fakta performa pasar:

  • Tahun lalu, dolar merosot 9% dan tahun ini turun lagi 1%, namun Bitcoin justru ikut terkoreksi 6% pada tahun 2025 dan anjlok 21% secara year-to-date (YTD).
  • Korelasi 90 hari antara BTC dan dolar baru-baru ini menyentuh angka 0,60—level tertinggi sejak April 2025.

Artinya, jika tren korelasi positif ini terus berlanjut, penurunan dolar yang lebih dalam tidak lagi secara otomatis akan mendongkrak harga Bitcoin.

Sebaliknya, posisi bearish dolar yang sudah terlalu sesak memunculkan risiko short squeeze, di mana pantulan harga dolar yang tiba-tiba justru berpotensi mengangkat nilai dolar dan BTC secara bersamaan.

Di tengah ketidakpastian korelasi ini, raksasa dana abadi Harvard Management Company dilaporkan melakukan reposisi portofolio pada kuartal keempat.

Harvard memangkas kepemilikan mereka pada ETF Bitcoin spot, namun secara mengejutkan menyuntikkan dana sebesar 86,8 juta dolar AS ke dalam produk ETF Ethereum (Ether) milik BlackRock.

Langkah ini menunjukkan adanya pergeseran minat institusional yang mulai mendiversifikasi aset digital mereka ke ekosistem kontrak pintar (smart contract), di tengah dinamika korelasi Bitcoin dan makroekonomi yang semakin kompleks.


DISCLAIMER: Artikel ini merupakan ringkasan informasi mengenai kondisi pasar keuangan dan kripto per Februari 2026. Investasi pada aset kripto seperti Bitcoin dan Ethereum memiliki risiko volatilitas yang sangat tinggi. Performa masa lalu, termasuk pola korelasi dengan dolar AS, tidak menjamin hasil di masa depan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harvard Borong Ethereum Rp1,4 Triliun, Pasar Kripto Kembali Bergairah

Harvard Borong Ethereum Rp1,4 Triliun, Pasar Kripto Kembali Bergairah

Bisnis | Selasa, 17 Februari 2026 | 13:08 WIB

Kepercayaan Pengguna Antar CEO Indodax Jadi Sosok Berpengaruh Lini Aset Digital

Kepercayaan Pengguna Antar CEO Indodax Jadi Sosok Berpengaruh Lini Aset Digital

Bisnis | Minggu, 15 Februari 2026 | 21:28 WIB

Investor Kripto Indonesia Mencapai 20,19 Juta, Indodax Sukses Bukukan Transaksi Rp201 Triliun

Investor Kripto Indonesia Mencapai 20,19 Juta, Indodax Sukses Bukukan Transaksi Rp201 Triliun

Bisnis | Sabtu, 14 Februari 2026 | 19:15 WIB

Antusiasme Tinggi, Waitlist Beta Bittime Flexible Futures Batch Pertama Gaet Ribuan Partisipan

Antusiasme Tinggi, Waitlist Beta Bittime Flexible Futures Batch Pertama Gaet Ribuan Partisipan

Bisnis | Sabtu, 14 Februari 2026 | 10:09 WIB

Bitcoin Terjepit di Level USD 67.000, Bearish Mengintai

Bitcoin Terjepit di Level USD 67.000, Bearish Mengintai

Bisnis | Kamis, 12 Februari 2026 | 15:30 WIB

Perangi Pencucian Uang dan Pendanaan Terorisme, Ekosistem Aset Digital Kian Diperkuat

Perangi Pencucian Uang dan Pendanaan Terorisme, Ekosistem Aset Digital Kian Diperkuat

Bisnis | Selasa, 10 Februari 2026 | 17:05 WIB

Terkini

BRI Consumer Expo 2026 Hadirkan Solusi Finansial Lengkap di Jakarta

BRI Consumer Expo 2026 Hadirkan Solusi Finansial Lengkap di Jakarta

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 18:34 WIB

Kadin China Protes Kenaikan Pajak RI, Purbaya: Kami Mementingkan Kepentingan Negara Kita

Kadin China Protes Kenaikan Pajak RI, Purbaya: Kami Mementingkan Kepentingan Negara Kita

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 18:24 WIB

Purbaya Siapkan Stimulus Baru di Q2 2026, Ada Insentif Mobil Listrik hingga Pendanaan Industri

Purbaya Siapkan Stimulus Baru di Q2 2026, Ada Insentif Mobil Listrik hingga Pendanaan Industri

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 17:30 WIB

Purbaya Pamer Satgas Debottlenecking Kantongi Investasi 30 Miliar USD

Purbaya Pamer Satgas Debottlenecking Kantongi Investasi 30 Miliar USD

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 17:09 WIB

Purbaya Ramal Perang AS vs Iran Berakhir September 2026

Purbaya Ramal Perang AS vs Iran Berakhir September 2026

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:58 WIB

Sempat Tolak, Ini Alasan Purbaya Akhirnya Kasih Insentif Mobil Listrik

Sempat Tolak, Ini Alasan Purbaya Akhirnya Kasih Insentif Mobil Listrik

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:48 WIB

Bank Indonesia dan Bank Negara Malaysia Perkuat Sektor Moneter dan Sistem Pembayaran

Bank Indonesia dan Bank Negara Malaysia Perkuat Sektor Moneter dan Sistem Pembayaran

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:47 WIB

Warga Jabodetabek Kabur Liburan, Kendaraan Padati Jalan Tol

Warga Jabodetabek Kabur Liburan, Kendaraan Padati Jalan Tol

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:31 WIB

Alasan Panas Bumi Jadi Pusat Pengembangan Energi terbarukan

Alasan Panas Bumi Jadi Pusat Pengembangan Energi terbarukan

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:22 WIB

Kemenhub Restui Maskapai Naikkan Fuel Surchage 50%, Tiket Pesawat Ikut Melonjak?

Kemenhub Restui Maskapai Naikkan Fuel Surchage 50%, Tiket Pesawat Ikut Melonjak?

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:17 WIB