Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.630.000
Beli Rp2.525.000
IHSG 5.875,780
LQ45 581,783
Srikehati 287,931
JII 348,084
USD/IDR 17.955

Pendapatan Jaya Ancol Turun 11,11 Persen Jadi Rp1,12 Triliun

Dythia Novianty, Rina Anggraeni

Rabu, 18 Februari 2026 | 10:15 WIB
Pendapatan Jaya Ancol Turun 11,11 Persen Jadi Rp1,12 Triliun
Pembangunan Jaya Ancol Tbk [Ist]
baca 10 detik
  • Pendapatan usaha PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) per Desember 2025 turun 11,11% menjadi Rp1,12 triliun karena beban pokok pendapatan meningkat.
  • Laba bersih PJAA per Desember 2025 meningkat tipis menjadi Rp180,19 miliar, sementara laba bruto dan laba usaha mengalami penurunan signifikan.
  • Kontributor utama pendapatan PJAA adalah penjualan tiket sebesar Rp737,70 miliar, meskipun terjadi penurunan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Suara.com - PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) melaporkan pendapatan usahanya yang mengalami penurunan. Perusahaan hanya meraup Rp1,12 triliun hingga periode 31 Desember 2025.

Angka ini menurun 11,11 persen dari Rp1,26 triliun di periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan laba itu disebabkan adanya beban pokok pendapatan naik menjadi Rp609,54 miliar dari Rp599,12 miliar.

Sedangkan laba bruto turun menjadi Rp511,66 miliar dari laba bruto Rp666,77 miliar. Laba usaha turun menjadi Rp324,85 miliar dari laba usaha Rp372,36 miliar.

"Laba sebelum pajak turun menjadi Rp224,88 miliar dari laba sebelum pajak Rp249,26 miliar. Laba bersih yang diatribusikan ke pemilik entitas induk Rp180,19 miliar naik dari laba bersih Rp177,79 miliar di periode sama tahun sebelumnya," tulis Manajemen seperti dikutip Laporan Keterbukaan Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (18/2/2026).

Saat ini, jumlah liabilitas turun menjadi Rp1,77 triliun hingga periode 31 Desember 2025 dari jumlah liabilitas Rp1,85 triliun hingga periode 31 Desember 2024.

Selain itu, jumlah aset mencapai Rp3,63 triliun hingga periode 31 Desember 2025 naik dari jumlah aset Rp3,59 triliun hingga periode 31 Desember 2024.

Sementara itu, dari sisi segmen usaha, penjualan tiket tetap menjadi kontributor terbesar dengan nilai Rp737,70 miliar atau sekitar 65,8 persen dari total pendapatan 2025.

Rinciannya, pendapatan dari wahana wisata mencapai Rp483,21 miliar dan dari pintu gerbang sebesar Rp254,49 miliar. Namun, dibandingkan tahun sebelumnya, pendapatan tiket mengalami penurunan 18,68 persen dari Rp907,18 miliar pada 2024.

PJAA juga meraup pendapatan dari hotel dan restoran sebesar Rp68,54 miliar, turun 10,80 persen (YoY). Sementara itu, pendapatan usaha lainnya justru tumbuh 14,17 persen (YoY) menjadi Rp316,95 miliar.

baca juga

PJAA juga tidak mencatatkan pendapatan dari real estat (tanah dan bangunan) pada 2025, berbeda dengan tahun 2024 yang masih membukukan Rp5,67 miliar dari segmen tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Solusi Masalah e-Kinerja BKN 2026: Data Tidak Sinkron, Gagal Login, hingga SKP Guru

Solusi Masalah e-Kinerja BKN 2026: Data Tidak Sinkron, Gagal Login, hingga SKP Guru

Bisnis | Jum'at, 02 Januari 2026 | 11:40 WIB

Alasan ASN Wajib Laporkan Aktivitas Kerja Harian via E-Kinerja BKN

Alasan ASN Wajib Laporkan Aktivitas Kerja Harian via E-Kinerja BKN

Bisnis | Rabu, 31 Desember 2025 | 12:34 WIB

Cara Input Progres Harian di E-Kinerja BKN

Cara Input Progres Harian di E-Kinerja BKN

Bisnis | Selasa, 30 Desember 2025 | 11:55 WIB

Apa Itu e-Kinerja BKN? Ini Cara Akses dan Fungsinya dalam Pembuatan SKP

Apa Itu e-Kinerja BKN? Ini Cara Akses dan Fungsinya dalam Pembuatan SKP

Bisnis | Kamis, 18 Desember 2025 | 12:31 WIB

WSBP Catat Kontrak Baru Rp1,3 Triliun hingga November 2025, Perkuat Transformasi Bisnis dan Keuangan

WSBP Catat Kontrak Baru Rp1,3 Triliun hingga November 2025, Perkuat Transformasi Bisnis dan Keuangan

Bisnis | Rabu, 10 Desember 2025 | 22:14 WIB

Berapa Jumlah Utang yang Ideal? Jangan Sampai Lewati Batas Aman Ini

Berapa Jumlah Utang yang Ideal? Jangan Sampai Lewati Batas Aman Ini

Bisnis | Rabu, 10 Desember 2025 | 08:30 WIB

Terkini

BBKP Pangkas Jumlah Karyawan dan Tutup Kantor Cabang, Ini Penyebabnya

BBKP Pangkas Jumlah Karyawan dan Tutup Kantor Cabang, Ini Penyebabnya

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 13:43 WIB

Jadi Pertimbangan Serok, Harga Emas Batangan Diproyeksi Anjlok Pekan Depan

Jadi Pertimbangan Serok, Harga Emas Batangan Diproyeksi Anjlok Pekan Depan

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 13:25 WIB

Pertamina Rombak Besar-besaran, 31 Anak Perusahaan Resmi Direstrukturisasi

Pertamina Rombak Besar-besaran, 31 Anak Perusahaan Resmi Direstrukturisasi

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 13:22 WIB

Warga Malaysia Sering Kepo Kecanggihan Whoosh

Warga Malaysia Sering Kepo Kecanggihan Whoosh

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 13:20 WIB

Enaknya Jadi Komisaris Bank, Bisa Kredit Fiktif dan Manipulasi Pembukuan

Enaknya Jadi Komisaris Bank, Bisa Kredit Fiktif dan Manipulasi Pembukuan

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 13:14 WIB

BNI Perkenalkan Logo HUT ke-80, Simbol Pengabdian dan Komitmen Melayani Negeri

BNI Perkenalkan Logo HUT ke-80, Simbol Pengabdian dan Komitmen Melayani Negeri

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 12:35 WIB

IHSG Melambat, Volume Transaksi Terpangkas Lebih dari 3 Persen

IHSG Melambat, Volume Transaksi Terpangkas Lebih dari 3 Persen

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 11:53 WIB

Purbaya Rombak Beasiswa LPDP, 80 Persen Kini untuk Bidang STEM

Purbaya Rombak Beasiswa LPDP, 80 Persen Kini untuk Bidang STEM

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 10:52 WIB

Daftar Pesepak Bola Terkaya di Piala Dunia 2026, Ada yang Penghasilannya Rp5,3 Triliun!

Daftar Pesepak Bola Terkaya di Piala Dunia 2026, Ada yang Penghasilannya Rp5,3 Triliun!

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 10:43 WIB

Purbaya Tak Langsung Setujui Usul DPR soal Tambahan Anggaran Rp 984 T ke Kementerian-Lembaga

Purbaya Tak Langsung Setujui Usul DPR soal Tambahan Anggaran Rp 984 T ke Kementerian-Lembaga

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 10:29 WIB

×