- Pemerintah Indonesia sedang menjajaki pembelian 50 pesawat dari Boeing AS untuk dioperasikan oleh PT Garuda Indonesia.
- Rencana akuisisi pesawat ini merupakan tindak lanjut dari implementasi perjanjian dagang resiprokal Indonesia dan Amerika Serikat.
- Pembahasan awal mengenai pembelian pesawat sudah dilakukan, menurut Menteri Investasi Rosan Roeslani pada Jumat (20/2/2026).
Suara.com - Pemerintah Indonesia menjajaki rencana pembelian pesawat dari produsen Amerika Serikat, Boeing. Pembelian pesawat ini akan dilakukan oleh Maskapai BUMN PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.
Rencana tersebut menjadi bagian dari implementasi kerja sama ekonomi Indonesia–Amerika Serikat setelah penandatanganan Perjanjian Dagang resiprokal.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, mengatakan pembelian pesawat sudah masuk dalam pembahasan awal antara Indonesia dan Boeing.
"Ada beberapa kesepakatan, di antaranya adalah rencana pembelian 50 pesawat oleh Boeing yang nantinya kita akan bicarakan dengan Boeing, walaupun sebenarnya sudah ada pembicaraan awal dengan pihak Boeing, dan ini akan kita lanjutkan," ujar Rosan dalam konferensi pers virtual, Jumat (20/2/2026).
![Pesawat Garuda Indonesia. [Suara.com/Eko Faizin]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/04/06/59128-pesawat-garuda-indonesia.jpg)
Ia menyebut rencana tersebut termasuk dalam sejumlah kegiatan yang berada dalam ruang lingkup investasi dan kerja sama ekonomi kedua negara.
"Memang pada kesempatan ini dari kesepakatan Agreement Reciprocal Tariff ini ada beberapa kegiatan yang memang menyangkut di Kementerian Investasi maupun di Danantara," ungkapnya.
Menurut Rosan, pembahasan implementasi kerja sama investasi masih akan dilanjutkan setelah penandatanganan perjanjian dagang kedua negara.
"Ini akan kita lanjutkan pembicaraannya, karena memang ada beberapa kemungkinan investasi on the pipeline yang menyangkut di beberapa bidang," ucapnya.
Selain rencana pembelian pesawat, kerja sama Indonesia–Amerika Serikat juga mencakup sektor energi, investasi, serta pengembangan industri strategis yang dibahas dalam rangkaian pertemuan bilateral kedua negara.
Baca Juga: Berkat Perjanjian Prabowo-Trump, AS Bisa Kuasai Mineral Kritis RI