Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.969,396
LQ45 677,179
Srikehati 334,465
JII 451,232
USD/IDR 17.370

Harga Bitcoin Tertekan Pekan Ini, Analis Ungkap Alasannya

M Nurhadi | Suara.com

Sabtu, 21 Februari 2026 | 14:48 WIB
Harga Bitcoin Tertekan Pekan Ini, Analis Ungkap Alasannya
Ilustrasi Bitcoin. (Freepik)
  • Harga Bitcoin (BTC) terkoreksi 1,25% menjadi sekitar US$66.450 pada Kamis (19/2/2026) akibat notulensi FOMC.
  • Rilis FOMC memicu sentimen "Extreme Fear" karena adanya perpecahan The Fed mengenai kebijakan suku bunga ke depan.
  • Koreksi ini diperkuat oleh menguatnya Indeks Dolar (DXY) dan penurunan probabilitas pemangkasan suku bunga Juni 2026.

Suara.com - Aset kripto utama, Bitcoin (BTC), tercatat mengalami tekanan harga yang cukup signifikan dalam kurun waktu 24 jam terakhir.

Berdasarkan data perdagangan pada Kamis (19/2/2026), harga Bitcoin terkoreksi sebesar 1,25%, membuatnya tergelincir ke kisaran US$66.450 atau sekitar Rp1,11 miliar.

Saat artikel ini ditulis pada Sabtu (21/2/2026), harga BTC to USD berkisar USD 67.881. 

Penurunan ini dipicu oleh rilis notulensi rapat Federal Open Market Committee (FOMC) yang mengungkap adanya perpecahan suara di internal bank sentral Amerika Serikat (The Fed).

Kondisi ini langsung memicu kepanikan investor, hingga menyeret indeks sentimen pasar kripto ke zona "Extreme Fear".

Notulensi FOMC terbaru menunjukkan bahwa meski mayoritas pejabat The Fed sepakat mempertahankan suku bunga di level tinggi, terdapat perbedaan pandangan yang tajam mengenai langkah berikutnya.

Sebagian pejabat memberikan sinyal agresif untuk menaikkan suku bunga jika inflasi tetap bandel, sementara sebagian lainnya mulai melunak dan mempertimbangkan pemangkasan jika harga-harga stabil.

Sikap higher for longer (suku bunga tinggi dalam waktu lama) ini memberikan dampak domino:

  • Likuiditas Mengetat: Investor cenderung menarik diri dari aset berisiko.
  • Indeks Dolar (DXY) Perkasa: DXY melonjak ke level 97,7, yang secara historis selalu menjadi musuh bagi kenaikan harga Bitcoin.
  • Probabilitas Pivot Menurun: Data FedWatch Tool dari CME Group menunjukkan peluang pemangkasan suku bunga pada Juni 2026 kini merosot hingga di bawah 50%.

Menanggapi fluktuasi ini, Vice President INDODAX, Antony Kusuma, menilai bahwa dinamika yang terjadi saat ini merupakan reaksi teknis yang wajar.

Menurutnya, meskipun saat ini Bitcoin diperdagangkan di bawah level psikologis US$67.000, aset ini sebenarnya masih berada dalam fase konsolidasi yang terjaga.

"Koreksi ini adalah penyesuaian pasar terhadap linimasa kebijakan The Fed yang dinamis. Kami memantau area US$64.000 sebagai titik support yang sangat kuat. Secara historis, fase konsolidasi seperti ini justru menjadi pijakan bagi Bitcoin sebelum kembali ke tren penguatan," ungkap Antony.

Antony juga menggarisbawahi pentingnya memperhatikan kebijakan moneter domestik.

Dengan BI Rate yang saat ini berada di kisaran 4,75% hingga 5,5%, langkah Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas Rupiah akan sangat memengaruhi likuiditas investor kripto di tanah air.

Di tengah isu geopolitik dan ketidakpastian suku bunga, narasi Bitcoin sebagai aset lindung nilai (hedge) kembali mengemuka. Kondisi makro yang bergejolak justru memperkuat fungsi BTC bagi investor yang mencari aset tangguh untuk jangka panjang.

DISCLAIMER: Perdagangan aset kripto memiliki risiko volatilitas yang sangat tinggi. Pergerakan harga dipengaruhi secara sensitif oleh kebijakan ekonomi global dan sentimen pasar. Artikel ini bersifat informatif dan bukan merupakan ajakan atau rekomendasi untuk membeli atau menjual aset tertentu. Pastikan Anda memahami risiko sebelum berinvestasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

The Bitcoin Standard: Ketika Uang, Sejarah, dan Masa Depan Ekonomi

The Bitcoin Standard: Ketika Uang, Sejarah, dan Masa Depan Ekonomi

Your Say | Sabtu, 21 Februari 2026 | 13:35 WIB

Harga Bitcoin Makin Sulit Tembus Level USD 70.000, Ini Penyebabnya

Harga Bitcoin Makin Sulit Tembus Level USD 70.000, Ini Penyebabnya

Bisnis | Kamis, 19 Februari 2026 | 11:20 WIB

Harga Bitcoin dan Kurs Dolar AS Mulai Berseberangan, Anomali Tahun Ini Berlanjut?

Harga Bitcoin dan Kurs Dolar AS Mulai Berseberangan, Anomali Tahun Ini Berlanjut?

Bisnis | Rabu, 18 Februari 2026 | 07:29 WIB

Harvard Borong Ethereum Rp1,4 Triliun, Pasar Kripto Kembali Bergairah

Harvard Borong Ethereum Rp1,4 Triliun, Pasar Kripto Kembali Bergairah

Bisnis | Selasa, 17 Februari 2026 | 13:08 WIB

Kepercayaan Pengguna Antar CEO Indodax Jadi Sosok Berpengaruh Lini Aset Digital

Kepercayaan Pengguna Antar CEO Indodax Jadi Sosok Berpengaruh Lini Aset Digital

Bisnis | Minggu, 15 Februari 2026 | 21:28 WIB

Investor Kripto Indonesia Mencapai 20,19 Juta, Indodax Sukses Bukukan Transaksi Rp201 Triliun

Investor Kripto Indonesia Mencapai 20,19 Juta, Indodax Sukses Bukukan Transaksi Rp201 Triliun

Bisnis | Sabtu, 14 Februari 2026 | 19:15 WIB

Terkini

3 Kapal Tanker Raksasa 'Bebas' Lewati Selat Hormuz Hari Ini, Pertanda Baik?

3 Kapal Tanker Raksasa 'Bebas' Lewati Selat Hormuz Hari Ini, Pertanda Baik?

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 22:08 WIB

BUMN Fasilitasi UMKM, Tambah Akses Pasar untuk Produk Lokal

BUMN Fasilitasi UMKM, Tambah Akses Pasar untuk Produk Lokal

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 21:51 WIB

Aliran Dana Asing ke Indonesia Ditentukan Pengumuman MSCI Besok

Aliran Dana Asing ke Indonesia Ditentukan Pengumuman MSCI Besok

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 20:04 WIB

Pasar Properti Asia Tenggara dan Australia Stabil di Tengah Tantangan Ekonomi Global

Pasar Properti Asia Tenggara dan Australia Stabil di Tengah Tantangan Ekonomi Global

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 20:00 WIB

Bos Danantara Nilai IHSG Goyah Karena Rupiah Lemes, Faktor MSCI Kurang Signifikan

Bos Danantara Nilai IHSG Goyah Karena Rupiah Lemes, Faktor MSCI Kurang Signifikan

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 19:43 WIB

Meski Sudah Deal, Bahlil Akui Impor Minyak Mentah dari Rusia Terhambat

Meski Sudah Deal, Bahlil Akui Impor Minyak Mentah dari Rusia Terhambat

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 18:36 WIB

Purbaya Incar Pajak Ecommerce Usai Diprotes Pedagang Offline, Tapi Akui Belum Pede

Purbaya Incar Pajak Ecommerce Usai Diprotes Pedagang Offline, Tapi Akui Belum Pede

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 18:28 WIB

Pelaku Usaha: Biaya-biaya di E-Commerce Mulai Tak Masuk Akal

Pelaku Usaha: Biaya-biaya di E-Commerce Mulai Tak Masuk Akal

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 18:25 WIB

Produk Lokal RI Siap Ekspor ke Pasar ASEAN Berkat Jualan Online via Live

Produk Lokal RI Siap Ekspor ke Pasar ASEAN Berkat Jualan Online via Live

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 18:24 WIB

Bahlil Sebut Implementasi B50 Punya Peluang Molor Lagi

Bahlil Sebut Implementasi B50 Punya Peluang Molor Lagi

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 18:17 WIB