Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.890.000
Beli Rp2.760.000
IHSG 7.279,209
LQ45 733,624
Srikehati 347,649
JII 498,161
USD/IDR 17.075

Syarat Free Float Naik, Saham CBDK Dilepas Rp157,5 Miliar

M Nurhadi | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Minggu, 22 Februari 2026 | 15:12 WIB
Syarat Free Float Naik, Saham CBDK Dilepas Rp157,5 Miliar
Ilustrasi (Foto Istimewa).
  • BEI akan menaikkan batas minimal saham publik (free float) dari 7,5% menjadi 15% efektif mulai Maret 2026 untuk meningkatkan likuiditas.
  • PT Tunas Mekar Jaya telah mendivestasi saham CBDK senilai Rp157,5 miliar melalui transaksi pada Februari 2026.
  • Divestasi ini mengurangi porsi saham PT Tunas Mekar Jaya di CBDK dari 1,37% menjadi 0,93% pasca aksi jual.

Suara.com - Rencana Bursa Efek Indonesia (BEI) memperketat aturan main bagi para emiten diprediksi bakal berdampak besar.

Mulai Maret 2026, otoritas bursa bakal mengerek batas minimal saham publik atau free float dari semula 7,5 persen menjadi 15 persen.

Kebijakan strategis ini bertujuan untuk mendorong kualitas perdagangan saham agar lebih likuid serta membawa bursa domestik mendekati standar internasional.

Langkah ini diharapkan mampu menarik minat investor global yang sangat mempertimbangkan kemudahan keluar-masuk (liquidity) dalam sebuah instrumen saham.

Salah satu emiten yang tengah menjadi sorotan dalam penyesuaian aturan ini adalah PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK). Hingga Januari 2026, komposisi kepemilikan saham publik di emiten ini tercatat masih berada di angka 12 persen.

Artinya, CBDK masih memerlukan tambahan porsi saham yang beredar di masyarakat agar tidak melanggar ketentuan baru yang akan berlaku efektif bulan depan. Situasi ini pun tampaknya mulai diantisipasi melalui pergerakan kepemilikan di level pemegang saham.

Divestasi PT Tunas Mekar Jaya Senilai Rp157,5 Miliar

Di tengah rencana penyesuaian free float tersebut, PT Tunas Mekar Jaya dilaporkan telah melepas sebagian porsi kepemilikannya di saham CBDK.

Berdasarkan laporan resmi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tertanggal 20 Februari 2026, aksi divestasi ini dilakukan untuk merealisasikan nilai investasi.

Berikut adalah detail transaksi penjualan saham tersebut:

  • Tahap Pertama (12 Februari 2026): Penjualan sebanyak 17,5 juta lembar saham.
  • Tahap Kedua (18 Februari 2026): Penjualan sebanyak 7,5 juta lembar saham.
  • Harga Penjualan: Seluruh saham dilepas pada harga rata-rata Rp6.300 per lembar.
  • Total Nilai Transaksi: Diperkirakan mencapai Rp157,5 miliar.

Pasca transaksi tersebut, hak suara PT Tunas Mekar Jaya di CBDK menyusut dari semula 1,37 persen (77,5 juta saham) menjadi hanya 0,93 persen (52,5 juta saham).

Laporan tersebut juga menegaskan bahwa PT Tunas Mekar Jaya bukanlah pemegang saham pengendali di emiten tersebut.

Dengan standar free float yang lebih tinggi, emiten diharapkan memiliki tingkat likuiditas yang jauh lebih sehat. Hal ini tidak hanya menguntungkan dari sisi volume perdagangan harian, tetapi juga meningkatkan kepercayaan investor institusi baik lokal maupun asing untuk masuk ke saham-saham dengan fundamental yang kuat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

OJK Siapkan Tanda Khusus Bagi Emiten Tak Penuhi Free Float, Paksa Transparansi atau Delisting?

OJK Siapkan Tanda Khusus Bagi Emiten Tak Penuhi Free Float, Paksa Transparansi atau Delisting?

Bisnis | Sabtu, 21 Februari 2026 | 13:48 WIB

267 Emiten Belum Penuhi Ketentuan Free Float 15 Persen, Siapa Saja?

267 Emiten Belum Penuhi Ketentuan Free Float 15 Persen, Siapa Saja?

Bisnis | Jum'at, 20 Februari 2026 | 08:51 WIB

BEI Gembok Saham WIKA, Ini Alasannya

BEI Gembok Saham WIKA, Ini Alasannya

Bisnis | Kamis, 19 Februari 2026 | 07:23 WIB

IHSG Hari Ini Libur atau Tidak? Ini Jadwal Resmi Bursa dan Analisisnya

IHSG Hari Ini Libur atau Tidak? Ini Jadwal Resmi Bursa dan Analisisnya

Bisnis | Senin, 16 Februari 2026 | 07:30 WIB

BEI Rombak Total Aturan Main Usai Tabir Gelap Saham RI Dibongkar MSCI

BEI Rombak Total Aturan Main Usai Tabir Gelap Saham RI Dibongkar MSCI

Bisnis | Jum'at, 13 Februari 2026 | 17:46 WIB

Alarm Bahaya untuk BEI, Mengapa Indonesia Terancam Turun ke Kasta Banglades?

Alarm Bahaya untuk BEI, Mengapa Indonesia Terancam Turun ke Kasta Banglades?

Bisnis | Selasa, 03 Februari 2026 | 16:58 WIB

Terkini

Panen Raya dan Stok Bulog Melimpah, Kenapa Harga Beras Justru Naik?

Panen Raya dan Stok Bulog Melimpah, Kenapa Harga Beras Justru Naik?

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 21:45 WIB

Rencana Kerja 2026: Lima Strategi Pertamina di Tengah Dinamika Geopolitik Global

Rencana Kerja 2026: Lima Strategi Pertamina di Tengah Dinamika Geopolitik Global

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 20:16 WIB

Bank Dunia Puji Hilirisasi RI: Pelopor Industrialisasi Dunia, Potensi Cuan Masih Melimpah!

Bank Dunia Puji Hilirisasi RI: Pelopor Industrialisasi Dunia, Potensi Cuan Masih Melimpah!

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 20:05 WIB

HET Beras di Maluku-Papua Jebol Berbulan-bulan, Pengamat: Janji Pemerintah Gagal Ditepati

HET Beras di Maluku-Papua Jebol Berbulan-bulan, Pengamat: Janji Pemerintah Gagal Ditepati

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 20:00 WIB

Bank Dunia Puji Resiliensi Ekonomi RI, Sebut Indonesia Punya 'Tameng' Hadapi Gejolak Energi Dunia

Bank Dunia Puji Resiliensi Ekonomi RI, Sebut Indonesia Punya 'Tameng' Hadapi Gejolak Energi Dunia

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 19:34 WIB

Prabowo Gaspol Program 100 GW: Selamat Tinggal Diesel, Indonesia Menuju Mandiri Energi!

Prabowo Gaspol Program 100 GW: Selamat Tinggal Diesel, Indonesia Menuju Mandiri Energi!

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 19:22 WIB

Alasan Danantara Ngebet Jalankan Proyek PSEL: Masyarakat Tak Mampu Bayar Iuran Sampah

Alasan Danantara Ngebet Jalankan Proyek PSEL: Masyarakat Tak Mampu Bayar Iuran Sampah

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 18:47 WIB

Usai Lepas SariWangi ke Grup Djarum, Unilever (UNVR) Kini Jual Buavita?

Usai Lepas SariWangi ke Grup Djarum, Unilever (UNVR) Kini Jual Buavita?

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 18:12 WIB

Realisasi BBM Subsidi 2026 Aman, Stok Nasional di Atas 16 Hari

Realisasi BBM Subsidi 2026 Aman, Stok Nasional di Atas 16 Hari

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 18:00 WIB

AVIA Bagikan Dividen Jumbo Rp1,36 Triliun, Segini Jatah untuk Pemegang Saham

AVIA Bagikan Dividen Jumbo Rp1,36 Triliun, Segini Jatah untuk Pemegang Saham

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 17:57 WIB