Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.860.000
Beli Rp2.735.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.107

Indeks Kepercayaan Industri Merosot di Februari ke Level 54,02

Achmad Fauzi | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Kamis, 26 Februari 2026 | 19:15 WIB
Indeks Kepercayaan Industri Merosot di Februari ke Level 54,02
Juru Bicara Kemenperin, Febri Hendri Antoni Arif. [Suara.com/Fakhri Fuadi Muflih].
  • Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Februari 2026 adalah 54,02, sedikit turun 0,10 poin dari Januari, namun tetap ekspansif.
  • Kinerja IKI secara tahunan meningkat 0,87 poin dibandingkan Februari tahun sebelumnya (53,15) karena 19 subsektor dominan ekspansif.
  • Optimisme pelaku usaha untuk enam bulan ke depan meningkat menjadi 73,5%, menunjukkan prospek membaik atau stabil.

Indeks Kepercayaan Industri (IKI) pada Februari 2026 tercatat sebesar 54,02 atau turun tipis dibandingkan Januari yang berada di level 54,12. Meski melambat 0,10 poin, posisi indeks yang masih di atas angka 50 menandakan sektor manufaktur tetap berada di zona ekspansi.

Suara.com - Juru Bicara Kementerian Perindustrian, Febri Hendri Antoni Arif, mengatakan penurunan tersebut relatif kecil.

"Jadi, IKI Februari ini melambat sebesar 0,10 poin dibandingkan dengan IKI bulan Januari sebesar 54,12," ujar Febri dalam konferensi pers rilis IKI Februari 2026 di Kantor Kemenperin, Jakarta, Kamis (26/2/2026).

Secara tahunan, kinerja industri menunjukkan kenaikan. IKI Februari 2026 meningkat 0,87 poin dibanding Februari tahun lalu yang berada di level 53,15.

Ilustrasi [ist]
Ilustrasi industri [ist]

Febri menyebut, nilai IKI Februari 2026 ditopang oleh 19 subsektor industri yang masih berada dalam fase ekspansif. Kontribusi subsektor tersebut sangat dominan terhadap struktur industri nasional.

"Di mana dari 19 subsektor yang ekspansif itu share PDB-nya itu sekitar 92,9 persen," ucapnya.

Menurutnya, dominasi subsektor besar tersebut membuat indeks tetap tinggi meski ada perlambatan tipis. Dari sisi komponen pembentuk indeks, variabel Pesanan Baru mengalami peningkatan tipis. Angkanya naik 0,07 poin menjadi 54,34.

"Dan sebaliknya, nilai IKI variabel Produksi mengalami perlambatan sebesar 0,51 poin atau mencapai 54,35," kata Febri.

Berdasarkan orientasi pasar, industri berorientasi ekspor mencatat IKI sebesar 54,61 pada Februari. Meski turun tipis 0,01 poin dibanding Januari, angkanya tetap menunjukkan ekspansi.

"Nilai IKI untuk industri berorientasi ekspor pada bulan Februari 2026 nilainya mencapai 54,61. Nilai ini masih ekspansif, yakni di atas 50, meskipun sedikit melambat sebesar 0,01 poin dibanding dengan bulan Januari 2026 sebesar 54,62,” tuturnya.

Hal serupa terjadi pada industri berorientasi domestik yang mencatat IKI 53,12 atau turun 0,13 poin dibanding Januari. Dari sisi persepsi pelaku usaha, mayoritas responden menyatakan kondisi usaha membaik atau stabil pada Februari 2026.

"Kondisi kegiatan usaha secara umum pada bulan Februari 2026 sedikit menurun dibandingkan dengan bulan sebelumnya, yaitu sebanyak 77,6 persen responden menyatakan kegiatan usahanya membaik dan stabil," ungkapnya.

Rinciannya, 33,3 persen menyatakan membaik dan 44,3 persen stabil. Sementara itu, 22,4 persen menyatakan kondisi usahanya menurun. Untuk enam bulan ke depan, tingkat optimisme pelaku usaha tercatat meningkat menjadi 73,5 persen.

Sementara, persentase pelaku usaha yang menyatakan pesimis turun menjadi 3,9 persen. Dengan capaian tersebut, sektor manufaktur masih berada dalam jalur ekspansi meski mencatat perlambatan tipis pada awal tahun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kemenperin Bantah Isu PHK Mie Sedaap, Sebut Hanya Pekerja Outsourcing

Kemenperin Bantah Isu PHK Mie Sedaap, Sebut Hanya Pekerja Outsourcing

Bisnis | Kamis, 26 Februari 2026 | 16:42 WIB

Pembatasan Tar-Nikotin Dinilai Ancam Industri Kretek dan Lapangan Kerja

Pembatasan Tar-Nikotin Dinilai Ancam Industri Kretek dan Lapangan Kerja

Bisnis | Kamis, 26 Februari 2026 | 10:01 WIB

Pemerintah Ingatkan Industri Kualitas Genteng Harus Dijaga Dalam Program Gentengisasi

Pemerintah Ingatkan Industri Kualitas Genteng Harus Dijaga Dalam Program Gentengisasi

Bisnis | Rabu, 25 Februari 2026 | 21:18 WIB

Terkini

IHSG Jatuh ke Jurang Lagi Senin Pagi

IHSG Jatuh ke Jurang Lagi Senin Pagi

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 09:20 WIB

Nego AS-Iran Buntu! Harga Minyak Tembus US$ 104 Per Barel

Nego AS-Iran Buntu! Harga Minyak Tembus US$ 104 Per Barel

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 08:52 WIB

Bidik Pasar Digital ASEAN, Perushaan RI Ekspansi ke Malaysia

Bidik Pasar Digital ASEAN, Perushaan RI Ekspansi ke Malaysia

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 08:40 WIB

Arab Saudi Tambah Pasokan Minyak Lewat Jalur Alternatif saat AS Blokade Selat Hormuz

Arab Saudi Tambah Pasokan Minyak Lewat Jalur Alternatif saat AS Blokade Selat Hormuz

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 08:06 WIB

Ramalan Harga Emas Antam Sepekan Ini Setelah Negosiasi Iran-AS Gagal

Ramalan Harga Emas Antam Sepekan Ini Setelah Negosiasi Iran-AS Gagal

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 08:01 WIB

Harga Minyak Kembali Naik ke Level USD 104, Trump Ikut-ikutan Blokade Selat Hormuz

Harga Minyak Kembali Naik ke Level USD 104, Trump Ikut-ikutan Blokade Selat Hormuz

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 07:54 WIB

Negosiasi AS-Iran Gagal, Wall Street Bisa Kembali Kebakaran

Negosiasi AS-Iran Gagal, Wall Street Bisa Kembali Kebakaran

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 07:45 WIB

Bergerak di Tengah Tantangan Global, Armada Kapal Pertamina Topang Distribusi Energi

Bergerak di Tengah Tantangan Global, Armada Kapal Pertamina Topang Distribusi Energi

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 21:33 WIB

Mulai dari Tuban, Pertamina Gulirkan Pasar Murah Bantu Warga Penuhi Kebutuhan Pokok

Mulai dari Tuban, Pertamina Gulirkan Pasar Murah Bantu Warga Penuhi Kebutuhan Pokok

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 21:30 WIB

Energi Terbarukan Kian Digenjot, Teknologi Baterai Jadi Kunci Atasi Fluktuasi Listrik

Energi Terbarukan Kian Digenjot, Teknologi Baterai Jadi Kunci Atasi Fluktuasi Listrik

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 21:30 WIB