Ekonomi Digital RI Makin Gurih, Setoran Pajak Tembus Rp47,18 Triliun

Mohammad Fadil Djailani

Jum'at, 27 Februari 2026 | 16:10 WIB
Ekonomi Digital RI Makin Gurih, Setoran Pajak Tembus Rp47,18 Triliun
Direktorat Jenderal Pajak mencatat hingga 31 Januari 2026, Pemerintah mengantongi setoran pajak dari sektor ekonomi digital mencapai Rp47,18 triliun. Foto DJP.
baca 10 detik
  • Hingga Januari 2026, ekonomi digital setor Rp47,18 triliun ke kas negara.
  • Setoran dari belanja daring (PMSE) jadi motor utama dengan Rp36,69 triliun.
  • Sektor kripto dan pinjol (fintech) sumbang pajak hingga Rp6,4 triliun.

Suara.com - Pundi-pundi penerimaan negara dari sektor ekonomi digital terus menunjukkan tren positif. Hingga 31 Januari 2026, Pemerintah mengantongi setoran pajak dari sektor ini mencapai Rp47,18 triliun.

Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Inge Diana Rismawanti, mengungkapkan bahwa capaian ini merupakan akumulasi dari empat instrumen pajak digital utama yang diterapkan pemerintah.

"Realisasi penerimaan pajak digital yang mencapai Rp47,18 triliun mencerminkan semakin besarnya kontribusi ekonomi digital terhadap penerimaan negara," ujar Inge dalam keterangan tertulisnya, dikutip Jumat (27/2/2026).

Penyumbang terbesar berasal dari Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE) yang menyentuh angka Rp36,69 triliun. Hingga akhir Januari lalu, tercatat ada 242 perusahaan yang aktif sebagai pemungut.

Inge merinci, setoran PPN PMSE ini mengalami eskalasi signifikan setiap tahunnya, mulai dari Rp731,4 miliar pada 2020 hingga menyentuh Rp10,32 triliun sepanjang 2025. Untuk Januari 2026 saja, setoran sudah masuk Rp1,02 triliun.

Namun, terdapat dinamika dalam daftar pemungut. Pemerintah mencatat pencabutan status pemungut untuk Grammarly dan melakukan perubahan data pada BetterMe Limited.

Tak hanya belanja daring, sektor aset kripto dan fintech juga kian 'rajin' menyetor ke kas negara secara rinci setoran pajak aset kripto terkumpul Rp1,93 triliun, terdiri dari PPh 22 (Rp1,05 triliun) dan PPN DN (Rp875,23 miliar).

Pajak Fintech (P2P Lending) menyumbang Rp4,47 triliun, yang didominasi oleh PPN DN setoran masa sebesar Rp2,52 triliun. Sementara itu, pajak dari Sistem Informasi Pengadaan Pemerintah (SIPP) menyumbang Rp4,1 triliun, yang terdiri dari PPh Pasal 22 dan PPN.

Ke depan, pemerintah berkomitmen untuk tidak sekadar memungut, tetapi juga memperkuat pengawasan. Inge menegaskan bahwa optimalisasi regulasi dan pemanfaatan teknologi informasi menjadi kunci untuk menjaring basis pemajakan yang lebih luas.

baca juga

"Pemerintah akan terus meningkatkan kepatuhan para pelaku usaha digital guna memastikan keadilan berusaha (level playing field) antara pelaku usaha konvensional dan digital," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

APBN Sudah Tekor Rp 54,6 T di Awal Tahun, Pengusaha Muda Tekankan Reformasi Pajak

APBN Sudah Tekor Rp 54,6 T di Awal Tahun, Pengusaha Muda Tekankan Reformasi Pajak

Bisnis | Jum'at, 27 Februari 2026 | 15:12 WIB

Beda Pajak Innova Reborn Diesel Matic 2025 vs 2026, Diam-diam Naik?

Beda Pajak Innova Reborn Diesel Matic 2025 vs 2026, Diam-diam Naik?

Otomotif | Jum'at, 27 Februari 2026 | 10:10 WIB

Jateng Ribut Pajak Kendaraan Naik, Jabar Adem Ayem: Dedi Mulyadi Justru Turunkan Tarif

Jateng Ribut Pajak Kendaraan Naik, Jabar Adem Ayem: Dedi Mulyadi Justru Turunkan Tarif

News | Kamis, 26 Februari 2026 | 19:07 WIB

Terkini

Api Meluas di TPA Galuga, Kepulan Asap Tebal Paksa Warga Evakuasi Diri akibat Mata Perih

Api Meluas di TPA Galuga, Kepulan Asap Tebal Paksa Warga Evakuasi Diri akibat Mata Perih

Bogor | Selasa, 08 September 2026 | 00:23 WIB

Erupsi 25 Jam Anak Krakatau Berakhir, Tapi Mengapa Sumsel Masih Terdampak?

Erupsi 25 Jam Anak Krakatau Berakhir, Tapi Mengapa Sumsel Masih Terdampak?

Sumsel | Senin, 07 September 2026 | 23:42 WIB

Sukuk Ritel SR025 Dibuka, Bank Sumsel Babel Tawarkan Investasi Syariah Imbal Hasil 6,90 Persen

Sukuk Ritel SR025 Dibuka, Bank Sumsel Babel Tawarkan Investasi Syariah Imbal Hasil 6,90 Persen

Sumsel | Senin, 07 September 2026 | 23:27 WIB

Safrizal ZA: 649 Unit Huntap di Aceh Telah Rampung, Terbanyak di Aceh Utara

Safrizal ZA: 649 Unit Huntap di Aceh Telah Rampung, Terbanyak di Aceh Utara

Jakarta | Senin, 07 September 2026 | 23:20 WIB

PTBA Perkuat Kinerja dan Portofolio Bisnis untuk Pertumbuhan Jangka Panjang

PTBA Perkuat Kinerja dan Portofolio Bisnis untuk Pertumbuhan Jangka Panjang

Sumsel | Senin, 07 September 2026 | 23:07 WIB

Aksi Teddy Main Pulpen saat Putin Pidato Viral, Gaya Jarinya Disamakan Britney Spears

Aksi Teddy Main Pulpen saat Putin Pidato Viral, Gaya Jarinya Disamakan Britney Spears

Video | Senin, 07 September 2026 | 22:45 WIB

Kredit Serba Guna Bank Sumsel Babel Bunga Mulai 0,79 Persen, Ada Cashback 0,2 Persen

Kredit Serba Guna Bank Sumsel Babel Bunga Mulai 0,79 Persen, Ada Cashback 0,2 Persen

Sumsel | Senin, 07 September 2026 | 22:36 WIB

Wet Food Lokal Buat Anabul Makin Dilirik, Cek 3 Hal Ini Sebelum Membeli

Wet Food Lokal Buat Anabul Makin Dilirik, Cek 3 Hal Ini Sebelum Membeli

Lifestyle | Senin, 07 September 2026 | 22:19 WIB

Kenapa Abu Vulkanik Bisa Bikin Pesawat Dilarang Terbang?

Kenapa Abu Vulkanik Bisa Bikin Pesawat Dilarang Terbang?

News | Senin, 07 September 2026 | 22:19 WIB

Ikan Keramba Mati Mendadak dan Mengapung di Danau Ranau, Apa yang Terjadi?

Ikan Keramba Mati Mendadak dan Mengapung di Danau Ranau, Apa yang Terjadi?

Sumsel | Senin, 07 September 2026 | 22:17 WIB

×