- Rupiah ditutup melemah di pasar spot pada Jumat (27/2/2026) mencapai Rp 16.787 per dolar AS.
- Pelemahan rupiah disebabkan sentimen risk off di pasar ekuitas dan antisipasi data ekonomi Indonesia.
- Mata uang Asia lainnya turut melemah, kecuali baht Thailand yang menunjukkan penguatan terbesar hari itu.
Suara.com - Pergerakan nilai tukar rupiah konsisten melemah hingga akhir perdagangan, Jumat, 27 Februari 2026. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar spot ditutup Rp 16.787 per dolar Amerika Serikat (AS).
Rupiah pun melemah 0,117 persen dibanding penutupan pada Kamis (26/2/2026) yang berada di level Rp 16.759 per dolar AS. Sedangkan, kurs Jisdor Bank Indonesia tercatat di Rp 16.779 per dolar AS.
Analis Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan pelemahan rupiah dikarenakan sentimen di pasar ekuitas.
"Rupiah ditutup melemah terhadap dolar AS di tengah sentimen risk off di pasar ekuitas," katanya saat dihubungi Suara.com.
![Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dolar AS, Jakarta, Selasa (14/1/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/01/14/21695-nilai-tukar-rupiah-ilustrasi-dolar-ilustrasi-dolar-ke-rupiah-ilustrasi-rupiah.jpg)
Menurutnya, Investor juga cenderung jaga-jaga untuk mengantisipasi serentetan data ekonomi penting Indonesia. Termasuk inflasi dan juga data perdagangan.
"Investor wait and see meilihat sejumlah data perdagangan yang diantaranya inflasi, manufakturing dan perdagangan, yang akan dirilis Senin depan," katanya.
Sementara itu, mata uang Asia juga mengalami pelemahan. Salah satunya won Korea Selatan menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah anjlok 0,38 persen. Disusul, dolar Taiwan yang ambles 0,28 persen.
Berikutnya, yuan China terkoreksi 0,15 persen. Lalu ada peso Filipina yang terdepresiasi 0,06 persen serta dolar Singapura yang tertekan 0,04 persen.
Kemudian ada rupee India turun 0,03 persen dan dolar Hongkong yang melemah 0,004 persen terhadap the greenback.
Baca Juga: Waspada Utang Pemerintah, Analis: Investor Bisa Cabut, Rupiah Makin Melemah
Sedangkan, baht Thailand menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melonjak 0,24 persen. Diikuti, yen Jepang yang naik 0,07 persen dan ringgit Malaysia yang menguat 0,03 persen pada sore ini.