Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.565.000
Beli Rp2.437.000
IHSG 6.039,521
LQ45 598,887
Srikehati 293,773
JII 363,965
USD/IDR 18.094

Profil Mojtaba Khamenei: Sosok Kuat Penerus Ali Khamenei, Calon Pemimpin Iran?

M Nurhadi

Minggu, 01 Maret 2026 | 14:59 WIB
Profil Mojtaba Khamenei: Sosok Kuat Penerus Ali Khamenei, Calon Pemimpin Iran?
Mojtaba Hosseini Khamenei (tengah) [Webangar.ir]

Suara.com - Dunia internasional kini tengah menahan napas menyusul laporan mengejutkan mengenai wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, akibat serangan militer Amerika Serikat dan Israel pada awal Maret 2026 ini.

Di tengah ketidakpastian politik dan ancaman perang terbuka di Timur Tengah, satu nama mencuat ke permukaan sebagai kandidat paling kuat untuk mengisi kekosongan takhta di Teheran: Sayyid Mojtaba Hosseini Khamenei.

Selama berdekade-dekade, Mojtaba dikenal sebagai sosok misterius yang jarang tampil di depan publik.

Namun, di balik tirai kekuasaan Iran, ia dianggap sebagai arsitek kebijakan strategis yang memegang kendali atas banyak instrumen kekuasaan negara.

Latar Belakang dan Akar Revolusioner

Lahir di Mashhad pada 8 September 1969, Mojtaba tumbuh besar di tengah gejolak Revolusi Islam 1979 yang menggulingkan monarki Shah Iran.

Sebagai putra kedua dari Ali Khamenei, hidupnya dibentuk oleh ideologi perlawanan dan teokrasi.

Ia tidak hanya sekadar menjadi saksi sejarah, tetapi juga terlibat langsung dalam mempertahankan kedaulatan Iran dengan terjun ke medan tempur selama Perang Iran-Irak pada medio 1980-an.

Pengalaman perang ini tidak hanya menempa karakter militannya, tetapi juga menjadi fondasi hubungan eratnya dengan para petinggi Garda Revolusi Islam (IRGC).

baca juga

Koneksi militer inilah yang di kemudian hari menjadi basis kekuatan utamanya dalam peta politik domestik Iran.

Hal yang paling unik dari profil Mojtaba Khamenei adalah absennya posisi resmi dalam struktur pemerintahan Iran.

Meski demikian, banyak analis intelijen Barat dan pengamat politik Timur Tengah menjuluki dirinya sebagai "penguasa bayangan" atau "bayangan Pemimpin Tertinggi".

Sejak awal 2000-an, Mojtaba diyakini telah mengambil alih manajemen harian di kantor kepresidenan ayahnya (Beyt-e Rahbari).

Ia berperan sebagai penjaga pintu (gatekeeper) yang mengatur siapa saja yang bisa mengakses Ali Khamenei. Pengaruhnya merambah luas ke berbagai sektor:

  • Keamanan Nasional: Memiliki pengaruh besar dalam penunjukan komandan militer dan intelijen.
  • Strategi Regional: Diyakini terlibat dalam koordinasi jaringan proksi Iran di Lebanon, Suriah, dan Yaman.
  • Politik Domestik: Mengendalikan arah kebijakan strategis yang harus dipatuhi oleh Presiden dan Parlemen Iran.
    Pendidikan Ulama dan Status Hojjatoleslam

Secara klerikal, Mojtaba memegang gelar Hojjatoleslam, sebuah tingkatan ulama menengah dalam hierarki Syiah. I

a menempuh pendidikan agama di seminari bergengsi di Qom, di bawah bimbingan beberapa ulama paling konservatif di Iran, termasuk mendiang Ayatollah Mohammad-Taqi Mesbah Yazdi.

Meskipun secara akademis ia belum mencapai gelar "Ayatollah" (yang biasanya menjadi syarat tak tertulis untuk menjadi Pemimpin Tertinggi), banyak pihak meyakini bahwa proses "akselerasi" gelar keagamaan bisa saja terjadi demi melegitimasi posisinya sebagai suksesor sang ayah.

Nama Mojtaba Khamenei mulai dikenal luas secara negatif oleh publik internasional saat pecahnya protes pemilu tahun 2009 (Gerakan Hijau).

Ia dituduh sebagai sosok di balik layar yang memerintahkan tindakan keras dan represif terhadap para demonstran.

Reputasinya sebagai tokoh garis keras (hardliner) semakin kuat setelah Amerika Serikat menjatuhkan sanksi kepadanya pada tahun 2019 atas perannya menekan aktivitas regional yang dianggap mengancam stabilitas.

Dilema Suksesi: Dinasti atau Revolusi?

Mencuatnya nama Mojtaba sebagai pengganti Ali Khamenei memicu perdebatan sengit di internal Iran. Revolusi Islam 1979 dibangun di atas semangat anti-monarki dan penolakan terhadap kepemimpinan turun-temurun.

J Mojtaba benar-benar naik takhta, Iran menghadapi dilema ideologis: apakah mereka sedang membangun "dinasti baru" dalam bingkai Republik Islam?

Namun, dengan situasi perang yang kini sedang berkecamuk di depan pintu Teheran, militer dan IRGC kemungkinan besar akan memprioritaskan stabilitas serta keberlanjutan garis kebijakan keras yang selama ini diwakili oleh Mojtaba.

Kontributor : Rizqi Amalia

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Irak Ikut Terseret dalam Konflik Iran-AS-Israel, Tegaskan Tutup Wilayah Udara

Irak Ikut Terseret dalam Konflik Iran-AS-Israel, Tegaskan Tutup Wilayah Udara

News | Minggu, 01 Maret 2026 | 14:54 WIB

Siapa Ali Khamenei? Pemimpin Tertinggi Iran Tewas Usai Serangan AS dan Israel

Siapa Ali Khamenei? Pemimpin Tertinggi Iran Tewas Usai Serangan AS dan Israel

Lifestyle | Minggu, 01 Maret 2026 | 14:53 WIB

Buntut Perang AS vs Iran, Bandara King Abdulaziz Terbitkan Surat Peringatan Perjalanan

Buntut Perang AS vs Iran, Bandara King Abdulaziz Terbitkan Surat Peringatan Perjalanan

Entertainment | Minggu, 01 Maret 2026 | 14:25 WIB

Adian Napitupulu Kecam Agresi AS-Israel ke Iran: Board of Peace atau Board of War?

Adian Napitupulu Kecam Agresi AS-Israel ke Iran: Board of Peace atau Board of War?

News | Minggu, 01 Maret 2026 | 14:03 WIB

Nostalgia Piala Dunia 1998: Amerika Serikat dan Iran Pernah Akrab

Nostalgia Piala Dunia 1998: Amerika Serikat dan Iran Pernah Akrab

Bola | Minggu, 01 Maret 2026 | 13:56 WIB

Rencana Mediasi Prabowo di Iran Tak Realistis, Dino Patti Djalal: Itu Bunuh Diri Politik!

Rencana Mediasi Prabowo di Iran Tak Realistis, Dino Patti Djalal: Itu Bunuh Diri Politik!

News | Minggu, 01 Maret 2026 | 13:49 WIB

Terkini

Prabowo Didesak Evaluasi KDKMP, Dinilai Menyimpang dari Semangat Koperasi

Prabowo Didesak Evaluasi KDKMP, Dinilai Menyimpang dari Semangat Koperasi

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 23:17 WIB

Bank Sumsel Babel dan Unsri Perkuat Sinergi, Buka Jalan Pendidikan bagi Putra-Putri Daerah

Bank Sumsel Babel dan Unsri Perkuat Sinergi, Buka Jalan Pendidikan bagi Putra-Putri Daerah

Sumsel | Rabu, 15 Juli 2026 | 23:09 WIB

AHY dan Merry Riana Hadir Bersama Sahabat Ojol, Nobar Piala Dunia 2026

AHY dan Merry Riana Hadir Bersama Sahabat Ojol, Nobar Piala Dunia 2026

Bola | Rabu, 15 Juli 2026 | 23:00 WIB

PTBA Dukung Pengungkapan Tambang Batubara Ilegal di Muara Enim, 11 Tersangka Ditangkap

PTBA Dukung Pengungkapan Tambang Batubara Ilegal di Muara Enim, 11 Tersangka Ditangkap

Sumsel | Rabu, 15 Juli 2026 | 22:57 WIB

KPK Tindak Lanjuti Laporan Dugaan Korupsi Gubernur Jambi dan Bupati Tebo

KPK Tindak Lanjuti Laporan Dugaan Korupsi Gubernur Jambi dan Bupati Tebo

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 22:41 WIB

Ahli Ekonomi UGM di Sidang PTUN: ART Indonesia-AS Bukan Sekadar Soal Tarif

Ahli Ekonomi UGM di Sidang PTUN: ART Indonesia-AS Bukan Sekadar Soal Tarif

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 22:32 WIB

Mega Korupsi Jampidsus Ganggu Ekonomi Nasional dan Kepercayaan Investor

Mega Korupsi Jampidsus Ganggu Ekonomi Nasional dan Kepercayaan Investor

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 22:18 WIB

Gianni Infantino Dilaporkan ke IOC Buntut Kontroversi Penangguhan Kartu Merah Balogun

Gianni Infantino Dilaporkan ke IOC Buntut Kontroversi Penangguhan Kartu Merah Balogun

Bola | Rabu, 15 Juli 2026 | 22:05 WIB

Bank Jambi Dibobol, Dana Rp144,82 Miliar Diduga Dicuci Lewat Kripto

Bank Jambi Dibobol, Dana Rp144,82 Miliar Diduga Dicuci Lewat Kripto

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 21:55 WIB

Warga Jakbar Siap-siap! Aliran Air PAM Mati 6 Hari Mulai 17 Juli, Ini Daftar Wilayahnya

Warga Jakbar Siap-siap! Aliran Air PAM Mati 6 Hari Mulai 17 Juli, Ini Daftar Wilayahnya

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 21:50 WIB

×