- IHSG pada Senin, 2 Maret 2026, ditutup melemah 1,60% atau 131,768 poin pada level 8.103.
- Tekanan jual mendominasi sesi perdagangan akibat sentimen global yang dianggap belum kondusif bagi pasar saham.
- Phintraco Sekuritas memprediksi rentang pergerakan IHSG Sesi II berada antara 8.075 hingga 8.125.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan pelemahannya di perdagangan Sesi I, Senin, 2 Maret 2026. IHSG turun 131,768 poin atau terkoreksi 1,60 persen ke level 8.103.
Berdasarkan data riset Phintraco Sekuritas, tekanan jual masih mendominasi pergerakan indeks sejak pembukaan perdagangan. Pelemahan ini menandai lanjutan volatilitas pasar di tengah sentimen global yang belum kondusif.
Secara teknikal, tim riset Phintraco Sekuritas mencatat mulai terbentuknya histogram negatif pada indikator MACD. Selain itu, indikator Stochastic RSI juga terlihat bergerak menuju area pivot.
![Layar menampilkan pergerakan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (30/12/2024). [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/nym.]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2024/12/30/43587-ihsg-indeks-harga-saham-gabungan-bursa-efek-ilustrasi-bursa-ilustrasi-ihsg.jpg)
Kombinasi indikator tersebut mengindikasikan IHSG masih berpotensi bergerak fluktuatif pada perdagangan Sesi II.
Phintraco Sekuritas memperkirakan indeks akan bergerak dalam rentang support-resistance 8.075 hingga 8.125 pada perdagangan lanjutan hari ini.
Trafik Perdagangan
Pada perdagangan pada hari ini, sebanyak 31,54 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 16,57 triliun, serta frekuensi sebanyak 2,15 juta kali.
Dalam perdagangan hari ini, sebanyak 113 saham bergerak naik, sedangkan 682 saham mengalami penurunan, dan 163 saham tidak mengalami pergerakan.
Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada Hari ini diantaranya, OILS, IFSH, APEX, COAL, ENRG, SMMT, RUIS, WOWS, KAQI, MAIN, CGAS.
Baca Juga: Rekomendasi Saham IHSG yang Diprediksi 'Tahan Banting' saat Perang Meletus
Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, POLI, SKBM, SOTS, ICON, JAYA, BELL, BIPP, SSTM, PADA, PADI, FILM.
Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi. Investor disarankan untuk melakukan riset mendalam sebelum mengambil keputusan.