Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.790.000
Beli Rp2.665.000
IHSG 6.127,381
LQ45 611,168
Srikehati 300,000
JII 381,954
USD/IDR 17.879

Tepis Kekhawatiran, Bahlil Pastikan Pasokan Batubara PLN Terjaga

Dythia Novianty, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Rabu, 04 Maret 2026 | 07:11 WIB
Tepis Kekhawatiran, Bahlil Pastikan Pasokan Batubara PLN Terjaga
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia. (Suara.com/Lilis Varwati)
  • Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjamin ketahanan listrik nasional aman meski produksi batubara dipangkas tahun 2026.
  • Realisasi produksi batubara 2025 adalah 790 juta ton, dipangkas menjadi sekitar 600 juta ton pada 2026.
  • Pemangkasan produksi dilakukan untuk mengendalikan harga batubara global yang cenderung anjlok karena suplai besar.

Suara.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memastikan ketahanan listrik nasional aman di tengah isu kekurangan pasokan batubara di pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), akibat rencana pemerintah yang memangkas produksinya dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026.

Tercatat pada 2025 realisasi produksi batubara nasional mencapai 790 juta ton, sementara pada periode 2026 akan dipangkas menjadi kisaran 600 juta ton.

"Untuk kebutuhan PLN, teman-teman media dan seluruh rakyat Indonesia, saya memastikan bahwa sampai dengan bulan Maret, April, no issue (tidak ada masalah)," kata Bahlil saat menggelar konferensi pers di Kementerian ESDM, Jakarta pada Selasa (3/3/2026).

Bahlil memastikan, meski pemerintah menata kembali kuota produksi batubara pada 2026 dalam RKAB, pemerintah memprioritaskan kebutuhan untuk PLN.

"Dengan kita melakukan penataan terhadap RKAB, dengan memprioritaskan untuk memaksimalkan memenuhi kebutuhan nasional. Termasuk dalamnya adalah kebutuhan PLN," kata Bahlil.

Adapun tujuan pemangkasan produksi batubara guna mengendalikan harga. Bahlil menyebut bahwa Indonesia menjadi salah satu produsen batubara terbesar yang menyuplai kebutuhan global.

Ilustrasi batubara. [Pixabay]
Ilustrasi batubara. [Pixabay]

"Sebanyak 43 persen dari total batubara yang diperdagangkan itu disuplai dari Indonesia. Total batubara yang diperdagangkan di dunia itu 1,3 miliar ton. Dan kita menyuplai kurang lebih sekitar 500 sampai 550 juta ton," kata Bahlil.

Merujuk pada angka tersebut, Bahlil menyebut harga batubara menjadi anjlok, sehingga produksinya perlu untuk dikendalikan.

"Tapi apa yang terjadi, harganya bukan kita yang mengendalikan. Harganya di luar yang mengendalikan. Ideal harganya bagus, karena supply and demandnya besar, demandnya sedikit, maka harganya jadi murah," ucapnya.

"Kita harus memaknai bahwa pengelolaan sumber daya alam kita, ini barang milik negara. Dan negara ini dikelola harus dengan hati-hati," tegas Bahlil.

Sebelumnya, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Apindo memperingatkan bahwa pemotongan kuota produksi batu bara dapat mengancam ketersediaan energi untuk PLTU.

Ketua Komite Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba) Apindo, Hendra Sinadia, meminta agar rencana tersebut ditinjau kembali.

"Di Apindo kita khawatirkan malah bukan hanya produksi ini bisa berdampak kepada kelancaran pasokan kelistrikan dalam negeri. Bahkan APLSI (Asosiasi Pembangkit Listrik Swasta Indonesia) juga sudah menyampaikan kekhawatirannya,” kata Hendra beberapa hari yang lalu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ketegangan di Timur Tengah Meningkat, Ini Kata Bahlil soal Pasokan BBM

Ketegangan di Timur Tengah Meningkat, Ini Kata Bahlil soal Pasokan BBM

Video | Senin, 02 Maret 2026 | 23:05 WIB

MUI Desak RI Keluar dari Board of Peace, Ketua MPR Bocorkan Sikap Prabowo

MUI Desak RI Keluar dari Board of Peace, Ketua MPR Bocorkan Sikap Prabowo

Video | Senin, 02 Maret 2026 | 20:30 WIB

Dorong Green Mining, PLN Salurkan 23.040 Unit REC PT Borneo Indobara

Dorong Green Mining, PLN Salurkan 23.040 Unit REC PT Borneo Indobara

Bisnis | Senin, 02 Maret 2026 | 20:15 WIB

BPS Pantau Dampak Perang AS-Israel Vs Iran ke Perdagangan RI

BPS Pantau Dampak Perang AS-Israel Vs Iran ke Perdagangan RI

Bisnis | Senin, 02 Maret 2026 | 16:46 WIB

Perang Timur Tengah, Harga BBM RI Bakal Naik Drastis?

Perang Timur Tengah, Harga BBM RI Bakal Naik Drastis?

Bisnis | Senin, 02 Maret 2026 | 15:18 WIB

Daftar 15 Penerbangan Internasional di Bandara Ngurah Rai yang Batal Karena Konflik Timur Tengah

Daftar 15 Penerbangan Internasional di Bandara Ngurah Rai yang Batal Karena Konflik Timur Tengah

Bisnis | Senin, 02 Maret 2026 | 14:17 WIB

Terkini

Gencar Ekspansi Jadi Modal TMAS Bidik Pendapatan Rp 5,53 Triliun di 2026

Gencar Ekspansi Jadi Modal TMAS Bidik Pendapatan Rp 5,53 Triliun di 2026

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 14:51 WIB

Full Surcharge Resmi Naik hingga 50%, Warganet Mulai Menangis Lihat Harg Tiket Pesawat

Full Surcharge Resmi Naik hingga 50%, Warganet Mulai Menangis Lihat Harg Tiket Pesawat

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 14:36 WIB

Saham Wilmar di Singapura Anjlok, Usai Pemerintah RI Bidik Dugaan Manipulasi Ekspor Sawit

Saham Wilmar di Singapura Anjlok, Usai Pemerintah RI Bidik Dugaan Manipulasi Ekspor Sawit

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 13:01 WIB

Rupiah Terus Melemah: Pengusaha MBG Protes, Harga Sabun hingga Popok Naik

Rupiah Terus Melemah: Pengusaha MBG Protes, Harga Sabun hingga Popok Naik

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 12:57 WIB

IHSG Masih Kuat Bertahan Menghijau ke Level 6.218 di Sesi I

IHSG Masih Kuat Bertahan Menghijau ke Level 6.218 di Sesi I

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 12:51 WIB

Inflasi Mei 2026 Naik Lagi, Harga Cabai hingga Bawang Merah Tekan Daya Beli Masyarakat

Inflasi Mei 2026 Naik Lagi, Harga Cabai hingga Bawang Merah Tekan Daya Beli Masyarakat

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 12:31 WIB

Desa Energi Berdikari Keliki, Wujudkan Ketahanan Pangan Berbasis Energi Bersih

Desa Energi Berdikari Keliki, Wujudkan Ketahanan Pangan Berbasis Energi Bersih

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 12:18 WIB

Tiket Pesawat Berpotensi Naik, Pemerintah Izinkan Maskapai Kenakan Fuel Surcharge hingga 50 Persen

Tiket Pesawat Berpotensi Naik, Pemerintah Izinkan Maskapai Kenakan Fuel Surcharge hingga 50 Persen

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 12:08 WIB

Dewan Komisaris Pertamina Tinjau Keandalan Fasilitas Operasi dan Stabilitas Pasokan Energi di Bali

Dewan Komisaris Pertamina Tinjau Keandalan Fasilitas Operasi dan Stabilitas Pasokan Energi di Bali

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 12:05 WIB

Rupiah Melemah! Wisatawan Singapura Mulai Serbu Jakarta untuk Belanja, Mulai Kemang Hingga SCBD

Rupiah Melemah! Wisatawan Singapura Mulai Serbu Jakarta untuk Belanja, Mulai Kemang Hingga SCBD

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 12:05 WIB