Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.334,476
LQ45 632,546
Srikehati 309,556
JII 380,675
USD/IDR 17.905

Sudah Sentuh 4,7 Persen, Inflasi Gerus Margin Pengembang Properti

Mohammad Fadil Djailani, Fakhri Fuadi Muflih

Jum'at, 06 Maret 2026 | 13:34 WIB
Sudah Sentuh 4,7 Persen, Inflasi Gerus Margin Pengembang Properti
Ilustrasi perumahan/KPR. [Antara]
baca 10 detik
  • Harga bahan bangunan naik akibat inflasi energi, terutama pada komoditas semen.
  • Pengembang sulit naikkan harga saat pasar lesu, sehingga laba terancam tergerus.
  • Pemerintah perlu jaga daya beli agar konsumsi properti tetap dorong ekonomi nasional.

Suara.com - Sektor properti nasional tengah menghadapi tantangan ganda. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, kenaikan harga bahan bangunan kini membayangi margin keuntungan para pengembang, terutama saat permintaan pasar belum sepenuhnya pulih.

Chief Economist sekaligus Kepala Divisi Riset Ekonomi Sarana Multiagri Finansial (SMF), Martin Daniel Siyaranamual, mengungkapkan bahwa inflasi pada sektor bahan baku konstruksi sudah menjadi realitas yang tidak terelakkan. Salah satu yang paling terdampak adalah komoditas semen.

"Bicara inflasi ini sudah pasti gitu, hari ini aja sudah ada di angka 4,7 persen seperti yang tadi sudah saya sampaikan," ujar Martin kepada wartawan di Jakarta, dikutip Jumat (6/3/2026).

Martin menjelaskan, tingginya harga bahan bangunan sangat berkorelasi dengan fluktuasi harga energi global. Industri semen, sebagai komponen vital pembangunan hunian, merupakan sektor padat energi yang sangat sensitif terhadap perubahan harga bahan bakar.

"Semen itu kan industri chemical, itu sangat-sangat erat hubungannya dengan harga energi. Jadi kalau harga energi naik, ya sudah barang tentu ada inflasi (pada produk turunannya)," jelasnya.

Persoalannya, kenaikan biaya produksi ini terjadi di waktu yang kurang tepat. Pengembang properti kini berada dalam posisi dilematis: menaikkan harga jual di tengah daya beli yang lesu, atau memangkas keuntungan demi menjaga volume penjualan.

Menurut Martin, dalam kondisi pasar yang normal atau kuat, pengembang biasanya bisa melakukan pass-through atau mengalihkan beban kenaikan biaya produksi langsung ke harga jual konsumen. Namun, strategi ini sulit diterapkan saat ini.

"Ketika permintaannya sedang melemah akibat ketidakpastian ini, maka sudah barang tentu kenaikan harga input produksi itu enggak bisa 100 persen di-pass through ke konsumen," kata Martin lagi.

Dampaknya sudah bisa ditebak. Jika harga jual tidak naik sementara biaya modal membengkak, maka margin laba pengembanglah yang harus dikorbankan. "Artinya apa? Artinya keuntungan dari developer itu yang akan tergerus," tegasnya.

baca juga

Menghadapi situasi yang penuh ketidakpastian ini, Martin menilai peran pemerintah sangat krusial. Stimulus untuk menjaga daya beli masyarakat perlu terus diperkuat agar roda industri perumahan tetap berputar.

Ia meyakini, menjaga konsumsi di sektor properti akan memberikan efek domino yang positif bagi makroekonomi nasional.

"Ketika permintaan terjaga, harapannya konsumsi tetap tinggi. Konsumsi tetap tinggi, dia akan mendorong pertumbuhan ekonomi," pungkas Martin.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mayoritas Pekerja RI Tak Punya Slip Gaji, Mimpi Punya Rumah Masih Jadi Barang Mewah?

Mayoritas Pekerja RI Tak Punya Slip Gaji, Mimpi Punya Rumah Masih Jadi Barang Mewah?

Bisnis | Jum'at, 06 Maret 2026 | 12:53 WIB

SMF Bakal Ajukan PMN Rp5,39 Triliun untuk Pembiayaan FLPP 2026

SMF Bakal Ajukan PMN Rp5,39 Triliun untuk Pembiayaan FLPP 2026

Bisnis | Kamis, 05 Maret 2026 | 11:38 WIB

Rasio Kredit Bermasalah KPR Meningkat, SMF Sebut Bukan karena Tenor Diperpanjang hingga 30 Tahun

Rasio Kredit Bermasalah KPR Meningkat, SMF Sebut Bukan karena Tenor Diperpanjang hingga 30 Tahun

Bisnis | Kamis, 05 Maret 2026 | 11:10 WIB

Terkini

Tito Karnavian Tegas! ASN Terlibat Judi Online Bakal Disanksi Tanpa Pengecualian

Tito Karnavian Tegas! ASN Terlibat Judi Online Bakal Disanksi Tanpa Pengecualian

Video | Kamis, 23 Juli 2026 | 20:20 WIB

5 Posisi Meja Kerja Menurut Feng Shui agar Fokus Meningkat dan Rezeki Lancar

5 Posisi Meja Kerja Menurut Feng Shui agar Fokus Meningkat dan Rezeki Lancar

Lifestyle | Kamis, 23 Juli 2026 | 20:20 WIB

Pembukaan Akses Secara Paksa, Kubu PB XIV Purboyo Tegas akan Lawan Usai dapat Ancaman dan Intimidasi

Pembukaan Akses Secara Paksa, Kubu PB XIV Purboyo Tegas akan Lawan Usai dapat Ancaman dan Intimidasi

Surakarta | Kamis, 23 Juli 2026 | 20:19 WIB

Perkuat Sistem Tanggap Darurat Perusahaan, PT Semen Gresik Gelar Sertifikasi Pemadam Kebakaran

Perkuat Sistem Tanggap Darurat Perusahaan, PT Semen Gresik Gelar Sertifikasi Pemadam Kebakaran

Jawa Tengah | Kamis, 23 Juli 2026 | 20:13 WIB

Misi Sulit Kiandra Ramadhipa Rebut Puncak Klasemen Moto3 Junior di Prancis

Misi Sulit Kiandra Ramadhipa Rebut Puncak Klasemen Moto3 Junior di Prancis

Otomotif | Kamis, 23 Juli 2026 | 20:10 WIB

Mengerikan! Bus Suporter Argentina Dihujani Tembakan, Satu Orang Terluka

Mengerikan! Bus Suporter Argentina Dihujani Tembakan, Satu Orang Terluka

Bola | Kamis, 23 Juli 2026 | 20:09 WIB

Kasus Dugaan Intimidasi dr. Icha Naik Penyidikan, Empat Terlapor Mulai Didalami

Kasus Dugaan Intimidasi dr. Icha Naik Penyidikan, Empat Terlapor Mulai Didalami

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 20:06 WIB

Mobil Brimob Terserempet KA Bandara di Sedayu, Begini Kronologinya

Mobil Brimob Terserempet KA Bandara di Sedayu, Begini Kronologinya

Jogja | Kamis, 23 Juli 2026 | 20:06 WIB

Penyelesaian Konflik Papua Harus Dimulai dari Dialog, Bukan Senjata

Penyelesaian Konflik Papua Harus Dimulai dari Dialog, Bukan Senjata

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 20:04 WIB

Review Film Inglourious Basterds: Dilema Moral dan Balas Dendam Nazi

Review Film Inglourious Basterds: Dilema Moral dan Balas Dendam Nazi

Your Say | Kamis, 23 Juli 2026 | 20:00 WIB

×