- Pemerintah memprediksi puncak kepadatan arus mudik Lebaran 2026 terjadi pada 16 dan 18 Maret, dengan potensi 22 juta pergerakan.
- Strategi utama untuk mengatasi lonjakan adalah penerapan kebijakan kerja fleksibel atau WFA selama lima hari.
- Total pergerakan masyarakat selama musim mudik Lebaran 2026 diperkirakan mencapai 143,9 juta orang.
Awalnya jumlah perjalanan diperkirakan sekitar 4,4 juta orang, namun setelah kebijakan WFA diberlakukan angka tersebut diprediksi melonjak menjadi 8 hingga hampir 9 juta perjalanan.
![Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi. [Suara.com/Fakhri Fuadi Muflih]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/02/25/39970-menteri-perhubungan-dudy-purwagandhi.jpg)
Menurut Dudy, kendaraan pribadi seperti mobil dan sepeda motor masih menjadi moda transportasi dominan selama periode mudik Lebaran.
Total Pemudik Diperkirakan 143,9 Juta Orang
Secara keseluruhan, jumlah pergerakan masyarakat selama musim mudik Lebaran 2026 diperkirakan mencapai 143,9 juta orang, sedikit turun sekitar 1,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 146,4 juta orang.
Data tersebut diperoleh dari survei yang dilakukan pemerintah bersama sejumlah lembaga, termasuk Lembaga Afiliasi Penelitian dan Industri Institut Teknologi Bandung, Badan Pusat Statistik, dan Kementerian Komunikasi dan Digital.
Survei tersebut menjadi dasar pemerintah dalam mempersiapkan infrastruktur transportasi nasional agar arus mudik dan balik Lebaran 2026 berjalan lebih lancar, aman, dan terkendali.