- IHSG berbalik menguat 0,13 persen mencapai level 7.398 pada perdagangan Kamis, 12 Maret 2026 pagi hari.
- Kondisi pasar diprediksi melemah akibat ketegangan Timur Tengah, mendorong kenaikan harga minyak dunia signifikan.
- Investor asing melakukan aksi jual bersih sekitar Rp 730 miliar pada sesi perdagangan sebelumnya di BEI.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik menguat pada perdagangan Kamis, 12 Maret 2026. IHSG menguat 0,13 persen ke level 7.398.
Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 09.02 WIB, IHSG masih menghijau dengan naik 0,33 persen ke level 7.413.
Pada perdagangan pada waktu itu, sebanyak 1,13 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 586,7 miliar, serta frekuensi sebanyak 84.68 kali.
Dalam perdagangan di waktu tersebut, sebanyak 251 saham bergerak naik, sedangkan 229 saham mengalami penurunan, dan 478 saham tidak mengalami pergerakan.

Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada waktu itu diantaranya, CSMI, ALKA, DMND, OILS, KUAS, UANG, RUNS, PACK, GTBO, PGJO, TOOL.
Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, INDS, DEFI, UDNG, PLAN, NETV, OBAT, BOGA, MANG, FITT, PTMP, SBMA.
Proyeksi IHSG
IHSG diperkirakan masih bergerak melemah pada perdagangan Kamis (12/3/2026). Tekanan pasar dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang mendorong lonjakan harga minyak dunia dan membuat investor cenderung berhati-hati.
Berdasarkan riset BNI Sekuritas, IHSG pada perdagangan sebelumnya ditutup turun 0,69 persen. Pelemahan indeks juga diiringi aksi jual bersih investor asing yang tercatat sekitar Rp 730 miliar. Saham-saham yang paling banyak dilepas oleh investor asing antara lain BBCA, BUMI, BBRI, DEWA, dan TINS.
Baca Juga: OJK: Pasar Saham Domestik Stabil, Asing Masih Beli
"Secara teknikal, IHSG berpotensi kembali melanjutkan koreksi pada perdagangan hari ini," tulis riset BNI Sekuritas.
BNI Sekuritas memperkirakan pergerakan IHSG berada pada area support di kisaran 7.180 hingga 7.300. Sementara itu, level resistance diperkirakan berada di rentang 7.450 hingga 7.500.
Dari sentimen global, mayoritas indeks saham di Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Rabu (11/3). Tekanan datang dari melonjaknya harga minyak setelah eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran.
Indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,61 persen dan S&P 500 melemah tipis 0,08 persen. Sementara itu, Nasdaq Composite masih mampu menguat 0,08 persen.
Lonjakan harga minyak juga cukup signifikan. West Texas Intermediate (WTI) tercatat naik lebih dari 4 persen ke level USD 87,25 per barel. Sementara Brent Crude melonjak sekitar 4,8 persen ke posisi US$91,98 per barel.
Kenaikan harga minyak terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis dunia. Laporan menyebutkan pasukan Amerika Serikat menenggelamkan sejumlah kapal Iran yang diduga menebar ranjau laut di wilayah tersebut.