BGN Evaluasi Total! 1.512 Dapur MBG di Jawa Dihentikan Sementara

Jum'at, 13 Maret 2026 | 15:01 WIB
BGN Evaluasi Total! 1.512 Dapur MBG di Jawa Dihentikan Sementara
Sejumlah pekerja menyiapkan paket makanan untuk program makan bergizi gratis (MBG) di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dipan Tanjunganom, Nganjuk, Jawa Timur, Kamis (8/1/2026). [ANTARA FOTO/Muhammad Mada/nz]
Baca 10 detik
  • BGN hentikan sementara 1.512 unit layanan makan bergizi di Jawa demi evaluasi standar SOP.
  • Jawa Timur jadi wilayah terbanyak dengan 788 unit layanan gizi yang operasionalnya disetop.
  • Program MBG harus jadi sarana edukasi gizi untuk lawan tren makanan ultra-proses.

Suara.com - Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah drastis demi menjamin kualitas Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sebanyak 1.512 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh wilayah Pulau Jawa resmi dihentikan operasionalnya untuk sementara waktu guna menjalani evaluasi dan penataan ulang standar layanan.

Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah II BGN, Albertus Dony Dewantoro, menegaskan bahwa langkah ini diambil untuk memastikan seluruh fasilitas memenuhi kriteria ketat, mulai dari sanitasi, kesehatan, hingga tata kelola operasional.

"Berdasarkan evaluasi, ada 1.512 SPPG yang kami hentikan sementara. Tersebar di DKI Jakarta 50 unit, Banten 62 unit, Jawa Barat 350 unit, Jawa Tengah 54 unit, Jawa Timur 788 unit, dan DIY 208 unit," urai Dony dalam keterangannya.

Dony menambahkan, pihaknya tidak akan lepas tangan. BGN akan melakukan pendampingan dan verifikasi agar unit-unit tersebut bisa kembali beroperasi setelah memenuhi standar prosedur operasional (SOP) yang telah ditetapkan.

Di sisi lain, tantangan program MBG bukan sekadar masalah teknis dapur. Peneliti komunikasi perubahan perilaku dari Yayasan Cipta, Risang Rimbatmaja, menilai adanya jurang antara "logika statistik" pengelola dan "logika ekspektasi" masyarakat.

"Bagi BGN, satu insiden mungkin hanya 0,00 sekian persen dari total porsi. Tapi bagi publik, satu kesalahan kecil sudah menjadi isu besar. Masyarakat tidak pakai logika proporsi, mereka pakai logika ekspektasi," jelas Risang.

Ia menekankan bahwa pengawasan tanpa kompromi adalah harga mati untuk menjaga kepercayaan publik yang kian tergerus. Apalagi, literasi gizi masyarakat Indonesia masih menjadi tantangan besar.

Risang menyoroti data kesehatan yang memprihatinkan: 94 persen masyarakat Indonesia kurang konsumsi sayur dan buah. Kondisi ini diperparah dengan gempuran Ultra Processed Food (UPF) yang memicu lonjakan penyakit tidak menular (PTM) seperti diabetes dan stroke di masa depan.

"Program MBG ini harus menjadi media edukasi masif, seperti yang sukses dilakukan Jepang. Bukan cuma soal kenyang, tapi soal keberagaman menu dan porsi yang tepat," pungkasnya.

Baca Juga: Viral Petugas MBG Beli iPhone 16 Usai Kerja 3 Bulan, Berapa Sih Gaji Karyawan MBG?

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI