Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.813.000
Beli Rp2.675.000
IHSG 7.101,226
LQ45 684,142
Srikehati 332,003
JII 470,939
USD/IDR 17.319

Eskalasi Konflik Iran-AS-Israel Mulai 'Cekik' Biaya Ekspor RI ke Timur Tengah

Mohammad Fadil Djailani | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Jum'at, 13 Maret 2026 | 17:05 WIB
Eskalasi Konflik Iran-AS-Israel Mulai 'Cekik' Biaya Ekspor RI ke Timur Tengah
Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso. [Suara.com/Achmad Fauzi].
  • Perang Iran vs AS-Israel dongkrak biaya logistik ekspor Indonesia ke Timur Tengah.
  • Mendag pastikan permintaan produk RI di Timur Tengah tetap stabil meski ada konflik.
  • Seluruh komoditas ekspor terdampak kenaikan tarif angkut, namun pengusaha tetap kirim barang.

Suara.com - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang melibatkan Iran melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel mulai memberikan dampak nyata bagi jalur perdagangan internasional. Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengungkapkan, aktivitas ekspor Indonesia ke kawasan tersebut kini terkendala lonjakan biaya angkut atau logistik.

Mendag Budi menjelaskan bahwa keluhan ini bersumber langsung dari para pelaku usaha yang tergabung dalam Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI). Meski jalur pengiriman memanas, Budi menyebut sisi permintaan pasar justru menunjukkan anomali yang positif.

"Iya, jadi dia (GPEI) menyampaikan kalau memang ada beberapa pengaruh terutama untuk yang ke Timur Tengah ekspornya. Tetapi sebenarnya permintaan dari Timur Tengah itu tidak turun ya," ujar Budi saat ditemui wartawan di Jakarta, Jumat (13/3/2026).

Budi tak menampik bahwa kenaikan biaya pengiriman menjadi variabel utama yang mengganggu ritme ekspor. Konflik bersenjata di kawasan tersebut membuat rute pelayaran menjadi lebih berisiko, yang berujung pada membengkaknya tarif premi asuransi dan biaya operasional kapal.

"Yang menjadi naik itu angkutannya. Itu ya, kendalanya itu," tegas Budi.

Ia menambahkan, dampak kenaikan biaya logistik ini bersifat menyeluruh. Tidak hanya menyasar satu atau dua sektor, melainkan menghantam seluruh komoditas ekspor unggulan Indonesia yang menuju pasar Timur Tengah.

Meski margin keuntungan terancam tergerus akibat ongkos kirim yang melambung, para eksportir nasional dilaporkan tetap memilih untuk melanjutkan pengiriman. Hal ini dilakukan demi menjaga pangsa pasar dan memenuhi kontrak yang sudah berjalan.

"Jadi makanya itu problemnya, tapi dia (pengusaha) tetap ekspor," ucapnya lagi.

Pemerintah optimistis kinerja ekspor ke kawasan tersebut tidak akan anjlok drastis dalam waktu dekat. Pasalnya, daya beli dan minat konsumen di Timur Tengah terhadap produk Indonesia dinilai masih sangat solid di tengah kecamuk perang.

"Cuma permintaan dari Timur Tengah sebenarnya nggak berubah," pungkas Budi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IPC TPK Catat Pertumbuhan Arus Petikemas 8,7% pada Awal 2026

IPC TPK Catat Pertumbuhan Arus Petikemas 8,7% pada Awal 2026

Bisnis | Kamis, 12 Maret 2026 | 10:29 WIB

SiCepat Ekspres Tunjuk Bos Baru, Targetkan Pendapatan Naik 25 Persen Tahun Ini

SiCepat Ekspres Tunjuk Bos Baru, Targetkan Pendapatan Naik 25 Persen Tahun Ini

Bisnis | Rabu, 04 Maret 2026 | 08:06 WIB

Pelayaran Selat Hormuz Ditutup, Biaya Logistik Terancam Melonjak

Pelayaran Selat Hormuz Ditutup, Biaya Logistik Terancam Melonjak

Bisnis | Selasa, 03 Maret 2026 | 21:09 WIB

Terkini

Emiten TOBA Catatkan Pendapatan Naik 20,6% di Kuartal I-2026

Emiten TOBA Catatkan Pendapatan Naik 20,6% di Kuartal I-2026

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 13:28 WIB

Operasional Kereta Api Jarak Jauh Mulai Normal, Tapi Masih Terlambat

Operasional Kereta Api Jarak Jauh Mulai Normal, Tapi Masih Terlambat

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 13:23 WIB

IHSG Terkapar ke Level 6.900 di Sesi I, 648 Saham Kebakaran

IHSG Terkapar ke Level 6.900 di Sesi I, 648 Saham Kebakaran

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 12:45 WIB

BRI Debit FC Barcelona Hadirkan Pengalaman Belanja Eksklusif untuk Para Fans

BRI Debit FC Barcelona Hadirkan Pengalaman Belanja Eksklusif untuk Para Fans

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 12:30 WIB

Kemendag Perketat Impor Pangan, Gandum Pakan hingga Kacang Tanah Kini Wajib Kantongi Persetujuan

Kemendag Perketat Impor Pangan, Gandum Pakan hingga Kacang Tanah Kini Wajib Kantongi Persetujuan

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 12:06 WIB

Ketahanan Energi RI Juara 2 Dunia, Bahlil Girang!

Ketahanan Energi RI Juara 2 Dunia, Bahlil Girang!

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 12:03 WIB

UMKM Jadi Bantalan Ekonomi, Tapi Kok Ekspor Masih Loyo? Ini Solusinya!

UMKM Jadi Bantalan Ekonomi, Tapi Kok Ekspor Masih Loyo? Ini Solusinya!

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 11:52 WIB

Laba Bank Danamon Melesat 35% Jadi Rp 1,1 T di Kuartal I-2026

Laba Bank Danamon Melesat 35% Jadi Rp 1,1 T di Kuartal I-2026

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 11:46 WIB

Dunia Lagi Nggak Menentu, Ini Resep Jaga Stabilitas Keuangan Biar Nggak Zonk

Dunia Lagi Nggak Menentu, Ini Resep Jaga Stabilitas Keuangan Biar Nggak Zonk

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 11:35 WIB

AS Habiskan Rp 406 Triliun di Perang Iran, Inflasi 'Paman Sam' Melonjak

AS Habiskan Rp 406 Triliun di Perang Iran, Inflasi 'Paman Sam' Melonjak

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 11:35 WIB