- BTN melakukan transformasi bisnis melalui pembaruan kredit, modernisasi cabang, dan digitalisasi layanan menuju visi 2025-2029.
- Transformasi mencakup perluasan layanan beyond mortgage dan penguatan pendanaan berkelanjutan sebagai bahan bakar utama bank.
- BTN mengimplementasikan sistem *loan factory* terpusat serta menambah 20 cabang baru dan 24 Digital Store di berbagai kota.
"Kami ingin mengubah kesan lama bahwa kantor cabang bank itu kuno dan birokratis. Ke depan, cabang BTN akan lebih modern dan dinamis," imbuhnya.
BTN juga mempercepat digitalisasi layanan melalui pengembangan BTN Digital Store. Konsep ini menghadirkan layanan perbankan di lokasi yang dekat dengan aktivitas masyarakat seperti pusat perbelanjaan dan kawasan komersial.
Di beberapa lokasi, BTN bahkan menggandeng merek kopi lokal untuk menghadirkan suasana layanan yang lebih santai.
Saat ini, sebanyak 24 BTN Digital Store telah beroperasi di wilayah Jabodetabek, Surabaya, Bandung, dan Semarang.
"Kami hadir di area komersial seperti mal dan pusat keramaian. Konsepnya adalah outlet digital yang tetap didukung superstaff untuk membantu nasabah," jelas Nyoman.
Transformasi operasional BTN juga mencakup pengelolaan dokumen kredit melalui pembangunan records center sebagai pusat penyimpanan dokumen agunan KPR. Fasilitas ini telah tersedia di beberapa kota seperti Bandung, Semarang, Surabaya, dan Gandul, Jakarta, dengan sistem keamanan dan teknologi pengelolaan dokumen yang lebih modern.
"Portofolio KPR BTN sangat besar sehingga tata kelola dokumen agunan harus dilakukan secara baik dan aman. Karena itu kami membangun records center dengan sistem yang lebih modern dan high secured," katanya.
Melalui berbagai langkah transformasi tersebut, BTN optimistis mampu meningkatkan kualitas layanan, memperkuat efisiensi operasional, serta memperluas peran perseroan sebagai penyedia solusi finansial bagi keluarga Indonesia.
"Fundamental dalam pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan sudah kami bangun. Sekarang BTN siap melayani masyarakat Indonesia dengan lebih baik," pungkas Nyoman.
Baca Juga: Bank Mega Syariah Koleksi DPK Rp 12 Triliun Sepanjang 2025