- Pada H-8 Idulfitri 2026, 39.085 kendaraan meninggalkan Jakarta melalui Tol Layang MBZ menuju arah timur.
- Volume lalu lintas dari arah sebaliknya menuju Jakarta juga meningkat, mencapai 28.669 kendaraan pada tanggal yang sama.
- Total pergerakan kendaraan di Jalan Layang MBZ pada kedua arah mencapai 67.754 kendaraan, menunjukkan peningkatan mobilitas mudik.
Suara.com - Arus mudik Lebaran 2026 mulai terasa di ruas tol Jakarta menuju arah timur. Operator PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek mencatat puluhan ribu kendaraan telah meninggalkan Jakarta melalui Ruas Jalan Layang Jalan Layang Mohammed Bin Zayed atau MBZ pada H-8 Idulfitri.
Berdasarkan data perusahaan, sebanyak 39.085 kendaraan melintas meninggalkan Jakarta melalui ruas tol layang tersebut pada Jumat (13/3).
"Angka ini meningkat 25,84 persen dibandingkan lalu lintas normal yang tercatat sebanyak 31.060 kendaraan," ujar GM Operasi dan Pemeliharaan PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek, Desti Anggraeni, dalam keterangan tertulis, Minggu (15/3/2026).
Tak hanya kendaraan yang menuju arah timur, volume lalu lintas dari arah sebaliknya juga mengalami peningkatan. Tercatat sebanyak 28.669 kendaraan melintas menuju Jakarta atau naik 18,58 persen dibandingkan kondisi normal sebanyak 24.177 kendaraan.
![Sejumlah kendaraan melintas menuju arah Jakarta di ruas Tol Layang MBZ (Mohamed Bin Zayed), Bekasi, Jawa Barat, Kamis (6/5/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2021/05/06/91286-penutupan-sementara-tol-layang-mbz.jpg)
Secara keseluruhan, total kendaraan yang melintas di Jalan Layang MBZ pada kedua arah mencapai 67.754 kendaraan.
Peningkatan tersebut menunjukkan mobilitas masyarakat yang mulai meningkat menjelang periode arus mudik Lebaran tahun ini.
Operator tol mengimbau para pengguna jalan untuk tetap mengutamakan keselamatan selama berkendara.
Pengemudi diminta memastikan kondisi fisik pengendara maupun kendaraan dalam keadaan prima sebelum melakukan perjalanan jauh.
Selain itu, pengguna jalan juga diingatkan untuk menjaga kecukupan daya listrik bagi kendaraan listrik maupun bahan bakar minyak (BBM) untuk kendaraan konvensional, serta mengantisipasi potensi perubahan cuaca seperti hujan yang dapat memengaruhi jarak pandang dan kondisi permukaan jalan.
Baca Juga: 6.859 Masjid di Pantura Disiapkan Jadi Rest Area Pemudik Lebaran 2026