Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.699.000
Beli Rp2.575.000
IHSG 6.172,340
LQ45 616,921
Srikehati 300,840
JII 375,650
USD/IDR 17.821

Masyarakat Berperan Jaga Stabilitas BBM Nasional, Tulus Abadi Minta untuk Tidak Panic Buying

Fabiola Febrinastri

Senin, 16 Maret 2026 | 12:30 WIB
Masyarakat Berperan Jaga Stabilitas BBM Nasional, Tulus Abadi Minta untuk Tidak Panic Buying
Ilustrasi BBM. (Pexels/Engin Akyurt)

Suara.com - Masyarakat diminta untuk tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan atau panic buying, karena dapat berdampak negatif bagi stabilitas harga. Meski demikian, pemerintah disarankan juga untuk memperbaiki strategi komunikasi dalam memastikan ketersediaan stok BBM nasional tetap aman dan terjaga.

Hal ini disampaikan oleh Tulus Abadi, pegiat Perlindungan Konsumen sekaligus juga Ketua Forum Konsumen Berdaya Indonesia (FKBI), menyikapi ketersediaan BBM menjelang libur Lebaran Idulfitri 2026 serta terjadinya gejolak geopolitik di Timur Tengah.

“Panic buying itu tidak etis. (Sikap) itu justru akan memperparah kondisi karena bisa memicu kelangkaan dan kenaikan harga,” kata Tulus.

Tulus mengatakan peran masyarakat dalam menjaga stabilitas ketersediaan BBM sangat penting. Salah satunya adalah dengan tidak melakukan panic buying. Ia mengingatkan perilaku membeli secara berlebihan justru dapat menciptakan masalah baru, termasuk distribusi yang tidak merata.

Sebagai langkah mitigasi, masyarakat didorong untuk mulai beradaptasi dengan kondisi yang ada, termasuk menghemat penggunaan BBM dan memanfaatkan alternatif transportasi.

“Dalam kondisi seperti ini, masyarakat perlu melakukan mitigasi, misalnya beralih ke transportasi umum atau menggunakan energi secara lebih efisien,” ujarnya.

Lebih lanjut, Tulus mengatakan praktik penimbunan BBM tidak dapat dibenarkan, baik dari sisi etika maupun dampaknya terhadap masyarakat luas.

“Penimbunan maupun panic buying adalah perilaku yang tidak layak, apalagi dalam situasi sensitif seperti ini.”

Menurutnya, penggunaan BBM seharusnya tetap disesuaikan dengan kebutuhan, bukan didorong oleh kekhawatiran yang berlebihan.

baca juga

“Kalau tangki sudah penuh, tidak perlu menimbun lagi. Apalagi sampai menyimpan dalam wadah tambahan secara berlebihan.”

Ia menegaskan bahwa stabilitas pasokan BBM tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga pada perilaku masyarakat. Dengan komunikasi yang jelas dan kesadaran bersama, potensi kepanikan dinilai dapat ditekan.

“Yang paling penting, masyarakat membeli BBM seperlunya sesuai kebutuhan, bukan karena kepanikan.”

Tulus juga menyarankan kepada pemerintah untuk segera melakukan pembenahan dalam strategi komunikasi publik terkait kondisi pasokan BBM nasional. Informasi yang tidak konsisten, kata dia, justru memicu keresahan dan mendorong masyarakat melakukan pembelian secara berlebihan.

“Perlu ada komunikasi yang terpusat. Siapa pun yang ditunjuk harus menyampaikan informasi secara akurat dan tidak menimbulkan kebingungan di publik,” ujarnya.

Lebih jauh, ia menyoroti salah satu isu yang berkembang di masyarakat, yakni pernyataan mengenai cadangan BBM yang disebut hanya cukup untuk 21 hari. Menurutnya, informasi tersebut sering kali tidak dipahami secara utuh oleh publik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Fenomena Panic Buying BBM Hantui Daerah-daerah, Apa Pemicu dan Dampaknya?

Fenomena Panic Buying BBM Hantui Daerah-daerah, Apa Pemicu dan Dampaknya?

Bisnis | Rabu, 11 Maret 2026 | 19:52 WIB

Bahlil Minta Warga Tak Panik, Jamin Stok BBM Aman dan Harga Subsidi Tak Naik

Bahlil Minta Warga Tak Panik, Jamin Stok BBM Aman dan Harga Subsidi Tak Naik

Bisnis | Senin, 09 Maret 2026 | 18:02 WIB

Bahlil Pastikan Stok BBM Aman, Minta Masyarakat Tak Panic Buying: Suplai Lancar!

Bahlil Pastikan Stok BBM Aman, Minta Masyarakat Tak Panic Buying: Suplai Lancar!

News | Jum'at, 06 Maret 2026 | 21:31 WIB

Mengapa BBM Langka? Masyarakat Mulai Panic Buying Picu Antrean Panjang di SPBU

Mengapa BBM Langka? Masyarakat Mulai Panic Buying Picu Antrean Panjang di SPBU

Lifestyle | Jum'at, 06 Maret 2026 | 19:11 WIB

Isu Penutupan Selat Hormuz Picu Panic Buying, Pramono Anung Jamin Stok BBM Jakarta Aman

Isu Penutupan Selat Hormuz Picu Panic Buying, Pramono Anung Jamin Stok BBM Jakarta Aman

News | Jum'at, 06 Maret 2026 | 15:22 WIB

Cadangan BBM Indonesia Tinggal Berapa Lama? Ini Dampaknya Jika Menipis

Cadangan BBM Indonesia Tinggal Berapa Lama? Ini Dampaknya Jika Menipis

Lifestyle | Kamis, 05 Maret 2026 | 13:33 WIB

Terkini

Sempat Tolak IMF dan World Bank, Purbaya Kini Cari Utang Rp 17,8 T ke China lewat Panda Bond

Sempat Tolak IMF dan World Bank, Purbaya Kini Cari Utang Rp 17,8 T ke China lewat Panda Bond

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 18:42 WIB

Pekerja PIPS Tolak Permenaker 7/2026, Khawatir Upah Mandek hingga Ancam Keandalan Listrik

Pekerja PIPS Tolak Permenaker 7/2026, Khawatir Upah Mandek hingga Ancam Keandalan Listrik

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 18:37 WIB

Hadapi Industri yang Makin Kompleks, SIG Andalkan Kualitas SDM

Hadapi Industri yang Makin Kompleks, SIG Andalkan Kualitas SDM

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:53 WIB

Indonesia Gandeng Kuwait Perkuat Kerja Sama Sektor Energi

Indonesia Gandeng Kuwait Perkuat Kerja Sama Sektor Energi

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:48 WIB

Kejar Dana ESG Global, Industri Perunggasan Mulai Jual Data Ilmiah demi Tarik Investor

Kejar Dana ESG Global, Industri Perunggasan Mulai Jual Data Ilmiah demi Tarik Investor

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:39 WIB

Tanggapi MSCI, Ini 8 Strategi Pemerintah Perkuat Pasar Saham RI

Tanggapi MSCI, Ini 8 Strategi Pemerintah Perkuat Pasar Saham RI

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:37 WIB

Rupiah Menguat dan IHSG Rebound, Pelaku Usaha Nilai Kepercayaan Pasar ke RI Mulai Pulih

Rupiah Menguat dan IHSG Rebound, Pelaku Usaha Nilai Kepercayaan Pasar ke RI Mulai Pulih

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:26 WIB

Minat PIP Naik Saat Ancaman PHK Membayangi, Ekonom Minta Pemerintah Fokus Selamatkan Lapangan Kerja

Minat PIP Naik Saat Ancaman PHK Membayangi, Ekonom Minta Pemerintah Fokus Selamatkan Lapangan Kerja

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:17 WIB

Purbaya Kantongi Restu dari Bank Sentral China, Panda Bond Segera Terbit

Purbaya Kantongi Restu dari Bank Sentral China, Panda Bond Segera Terbit

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 16:24 WIB

Oleh-oleh Purbaya dari China: Asian Infrastructure Investment Bank Segera Buka Kantor di RI

Oleh-oleh Purbaya dari China: Asian Infrastructure Investment Bank Segera Buka Kantor di RI

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 16:08 WIB