- Addin Jauharudin resmi jabat Komisaris Independen BSI per 11 Maret 2026.
- Penunjukan Ketum GP Ansor tersebut telah mengantongi persetujuan OJK.
- BSI perkuat tata kelola melalui pengangkatan figur berpengalaman BUMN.
Suara.com - Raksasa perbankan syariah tanah air, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI), resmi memperkuat jajaran pengawasnya. Emiten berkode saham BRIS ini mengumumkan pengangkatan Addin Jauharudin sebagai Komisaris Independen perseroan yang efektif menjabat mulai 11 Maret 2026.
Langkah ini merupakan tindak lanjut dari keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 16 Mei 2025 lalu. Penunjukan Addin kini telah mengantongi restu penuh dari regulator setelah lolos proses fit and proper test.
Dalam keterbukaan informasi yang dikutip Senin (16/3/2026), manajemen BSI mengonfirmasi telah menerima surat keputusan OJK nomor SR-215/PB.13/2026 tertanggal 6 Maret 2026. "Yang bersangkutan efektif menjabat sebagai Komisaris Independen PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk per tanggal 11 Maret 2026," tulis manajemen.
Sosok Addin Jauharudin bukanlah orang baru di lingkaran strategis BUMN. Pria yang menjabat sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) periode 2024-2029 ini memiliki rekam jejak panjang sebagai pengawas di perusahaan pelat merah, mulai dari PT Pos Indonesia, PT Garam, hingga PT Waskita Karya.
BSI menegaskan bahwa perubahan susunan pengurus ini dilakukan untuk memperkuat tata kelola perusahaan (good corporate governance). Meski ada penyegaran di kursi dewan pengawas, perseroan memastikan hal ini tidak memberikan dampak material terhadap kegiatan operasional maupun kondisi keuangan bank syariah terbesar di Indonesia tersebut.