- Harga emas Antam 1 gram pada Jumat, 20 Maret 2026, menjadi Rp 2.893.000, turun Rp 50.000 dari hari sebelumnya.
- Harga emas dunia mengalami penurunan signifikan lebih dari empat persen akibat ekspektasi suku bunga tinggi bank sentral.
- Ketegangan geopolitik Timur Tengah memicu kenaikan harga energi, sementara penguatan dolar AS menekan daya tarik aset emas.
Suara.com - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada hari Jumat, 20 Maret 2026 untuk ukuran satu dibanderol di harga Rp 2.893.000 per gram.
Dikutip dari situs Logam Mulia, harga emas Antam itu perlahan merosot tajam Rp 50.00 dibandingkan Kamis, 19 Maret 2026.
Sementara itu, harga Buyback (beli kembali) emas Antam dibanderol di harga Rp 2.610.000 per gram.
Harga buyback itu juga ikut anjlok Rp 55.000 dibandingkan dengan harga buyback hari Kamis kemarin.
Perlu diingat, harga tersebut belum termasuk pajak penghasilan (PPh) sebesar 0,45 persen bagi pemegang NPWP dan 0,9 persen yang tidak memiliki NPWP. Pengenaan PPh ini sesuai dengan PMK Nomor 34/OMK.19/2017.3.
![Pengunjung bertransaksi emas Antam di Butik Emas Logam Mulia PT Aneka Tambang (Antam), Jakarta. [ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/Spt/am]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/05/15/73533-harga-emas-antam.jpg)
Seperti dilansir dari laman resmi Logam Mulia Antam, berikut adalah harga emas antam setelah pajak pada hari ini:
- Emas 0,5 Gram Rp 1.500.241
- Emas 1 Gram Rp 2.900.233
- Emas 2 gram Rp 5.740.315
- Emas 3 gram Rp 8.585.410
- Emas 5 gram Rp 14.275.600
- Emas 10 gram Rp 28.496.063
- Emas 25 gram Rp 71.114.343
- Emas 50 gram Rp 142.149.488
- Emas 100 gram Rp 284.220.780
- Emas 250 gram Rp 710.286.288
- Emas 500 gram Rp 1.420.362.050
- Emas 1.000 gram Rp 2.840.684.000
Harga Emas Dunia Meluncur
Harga emas dunia jatuh tajam pada perdagangan Kamis (waktu setempat), bahkan mencatat penurunan lebih dari 4 persen dan memperpanjang tren pelemahan selama tujuh sesi berturut-turut.
Mengutip Reuters, harga emas spot turun 4,3 persen menjadi 4.612,21 dolar AS per ons pada pukul 13.31 ET (1731 GMT), sekaligus menjadi level terendah sejak awal Februari. Sementara itu, kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman April ditutup merosot lebih dalam, yakni 5,9 persen ke level 4.605,70 dolar AS.
Penurunan harga emas ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang mendorong lonjakan harga energi dan memicu kekhawatiran inflasi global. Kondisi tersebut membuat ekspektasi pasar mengarah pada kebijakan suku bunga tinggi yang lebih lama dari bank sentral utama dunia.
"Emas kini menjadi aset yang banyak dipegang oleh investor institusional, dan hal itu didorong oleh tren penurunan nilai emas selama setahun terakhir. Namun, fondasi dari tren tersebut kini mulai melemah," kata Daniel Ghali, ahli strategi komoditas di TD Securities.
"Untuk jangka pendek, kami terus melihat risiko penurunan. Ada ruang yang sangat besar bagi emas untuk mengalami penurunan harga sambil tetap mempertahankan dukungan tren era pasar bullishnya," sambungnya.
Sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi dan gejolak geopolitik, emas biasanya diminati saat kondisi tidak pasti. Namun, karena tidak memberikan imbal hasil bunga, daya tarik emas cenderung melemah ketika suku bunga tinggi.
Saat ini, hampir seluruh bank sentral di negara maju memilih menahan suku bunga, namun tetap membuka peluang pengetatan kebijakan jika inflasi meningkat akibat gejolak energi.
Lonjakan harga minyak turut memperburuk sentimen terhadap emas. Harga minyak Brent bahkan sempat melampaui 110 dolar AS per barel setelah Iran menyerang fasilitas energi di Timur Tengah, sebagai respons atas serangan Israel terhadap ladang gas South Pars.