Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.530.000
IHSG 6.177,139
LQ45 609,402
Srikehati 299,172
JII 368,427
USD/IDR 17.821

Krisis Energi, Amerika Serikat Cabut Sanksi untuk Minyak Iran

Liberty Jemadu

Sabtu, 21 Maret 2026 | 15:16 WIB
Krisis Energi, Amerika Serikat Cabut Sanksi untuk Minyak Iran
Amerika Serikat pada Jumat (20/3/2026) mengumumkan pencabutan sanksi untuk minyak mentah Iran. Foto: Ilustrasi kapal tanker pembawa minyak. [ANTARA/HO-PIS].
baca 10 detik
  • Kementerian Keuangan AS pada 20 Maret 2026 mencabut sanksi minyak mentah Iran guna mengatasi krisis energi global.
  • Kebijakan ini memungkinkan minyak Iran yang terangkut sebelum tanggal tersebut dijual hingga batas waktu 10 April mendatang.
  • Langkah ini bertujuan menyuntikkan 140 juta barel minyak ke pasar untuk menurunkan harga dunia yang melonjak akibat konflik.

Suara.com - Kementerian Keuangan Amerika Serikat pada Jumat (20/3/2026) mengumumkan pencabutan sanksi untuk minyak mentah Iran yang sudah diangkut di dalam kapal-kapal tanker. Pencabutan sanksi ini adalah upaya AS untuk meringankan krisis energi akibat perang di Timur Tengah yang berlangsung sejak 28 Februari lalu.

Dengan keputusan itu maka semua minyak Iran yang diangkut ke kapal tanker sejak sebelum 20 Maret boleh dijual dan tentu saja menjadi pendapatan untuk Teheran. Kebijakan ini berlaku hingga 10 April mendatang.

Sebelumnya AS juga mencabut sanksi terhadap minyak Rusia dan mengizinkan negara seperti India untuk membeli minyak dari Vladimir Putin, yang sebelumnya dikenai sanksi terkait Perang Ukraina.

"Saat ini minyak Iran ditimbun oleh China dengan harga murah," kata Menteri Keuangan AS Scott Besent.

"Dengan membuka kunci pasokan yang ada ini ke dunia, AS bisa dengan cepat mengguyur 140 juta barel minyak ke pasar global sehingga bisa mengurangi tekanan ke pasar energi dunia," lanjut dia.

Harga minyak dunia saat ini melonjak ke di atas 100 dolar AS per barel dan memicu krisis energi di dunia. Penyebabnya adalah ditutupnya Selat Hormuz oleh Iran sejak wilayahnya diserang Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari lalu.

Selat Hormuz sangat vital untuk pasokan energi dunia. Sekitar 20 persen minyak dan lebih dari seperempat pasokan gas dunia diekspor melalui selat sempit tersebut.

Sementara itu Teheran mengatakan bahwa pihaknya tak memiliki pasokan minyak berlebih untuk pasar internasional.

"Saat ini Iran tak memiliki minyak mentah berlebih di perairam untuk memasok pasar internasional dan pertanyaan menteri keuangan AS hanya memberikan harapan kosong pada pembeli," jelas Menteri Perminyakan Iran Sama Ghoddoosi di X.

baca juga

Harga minyak dunia pada Jumat kemarin masih berada di atas 100 dolar AS per barel, dengan Brent berada di kisaran 112 dolar AS per barel dan WTI yang biasanya lebih murah dijual di angka 98,32 dolar AS per barel.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Survei Mengejutkan: Mayoritas Warga AS Nilai Perang Iran Lebih Untungkan Israel

Survei Mengejutkan: Mayoritas Warga AS Nilai Perang Iran Lebih Untungkan Israel

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 14:58 WIB

FIFA Terus Didesak Pindahkan Laga Iran di Piala Dunia 2026 ke Meksiko

FIFA Terus Didesak Pindahkan Laga Iran di Piala Dunia 2026 ke Meksiko

Bola | Sabtu, 21 Maret 2026 | 14:38 WIB

Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran

Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 00:39 WIB

Tantrum Harga Minyak Meroket, Trump Cap NATO Pengecut Karena Tak Mau Ikut Buka Selat Hormuz

Tantrum Harga Minyak Meroket, Trump Cap NATO Pengecut Karena Tak Mau Ikut Buka Selat Hormuz

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2026 | 22:38 WIB

Iran Tegaskan Tak Ada Negosiasi dengan AS, Negara yang Bantu Serangan Akan Dianggap Musuh

Iran Tegaskan Tak Ada Negosiasi dengan AS, Negara yang Bantu Serangan Akan Dianggap Musuh

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 15:24 WIB

Terkini

Rupiah Terus Melemah, Bank Mega Syariah Jamin Kinerja Kredit Komersial Tak Kendur

Rupiah Terus Melemah, Bank Mega Syariah Jamin Kinerja Kredit Komersial Tak Kendur

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:32 WIB

PTPN Investasi di Kesehatan Karyawan, Bidik SDM Lebih Produktif

PTPN Investasi di Kesehatan Karyawan, Bidik SDM Lebih Produktif

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:29 WIB

Tak Mau Kalah dari Changi dan KLIA, Bandara Minangkabau Bidik Jadi Hub Penerbangan

Tak Mau Kalah dari Changi dan KLIA, Bandara Minangkabau Bidik Jadi Hub Penerbangan

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:23 WIB

Dirjen Pajak Akui MBG dan Kopdes Merah Putih Berpotensi Hilangkan Penerimaan Negara

Dirjen Pajak Akui MBG dan Kopdes Merah Putih Berpotensi Hilangkan Penerimaan Negara

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 17:14 WIB

IHSG Dibayangi Sentimen Global dan MSCI, Cek Rekomendasi Saham Senin Ini!

IHSG Dibayangi Sentimen Global dan MSCI, Cek Rekomendasi Saham Senin Ini!

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 17:11 WIB

Pemadaman Listrik PLN Sampai Kapan? Ini Penjelasannya

Pemadaman Listrik PLN Sampai Kapan? Ini Penjelasannya

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 16:44 WIB

Purbaya Kini Punya Alat Canggih buat Awasi Anggaran TKD Pemda

Purbaya Kini Punya Alat Canggih buat Awasi Anggaran TKD Pemda

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 16:43 WIB

Purbaya Pamer Pertumbuhan Ekonomi RI Kuat di Depan Akademisi China

Purbaya Pamer Pertumbuhan Ekonomi RI Kuat di Depan Akademisi China

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 16:33 WIB

Guncangan Ekonomi Imbas Perang Belum Reda, BI Waspada Dampaknya Pada Masyarakat

Guncangan Ekonomi Imbas Perang Belum Reda, BI Waspada Dampaknya Pada Masyarakat

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 15:37 WIB

Penerimaan Pajak Tembus Rp 940,31 Triliun di Pertengahan Juni 2026, Naik 23,4%

Penerimaan Pajak Tembus Rp 940,31 Triliun di Pertengahan Juni 2026, Naik 23,4%

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 14:59 WIB