Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.655.000
Beli Rp2.530.000
IHSG 6.177,139
LQ45 609,402
Srikehati 299,172
JII 368,427
USD/IDR 17.821

Minyak Dunia Memanas: Brent Tembus USD 112 di Tengah Eskalasi Perang Iran-AS

M Nurhadi

Senin, 23 Maret 2026 | 07:38 WIB
Minyak Dunia Memanas: Brent Tembus USD 112 di Tengah Eskalasi Perang Iran-AS
Ketegangan di jalur perdagangan minyak paling vital dunia kembali memicu guncangan pasar. Penyerangan kapal di dekat Selat Hormuz langsung mendorong kenaikan harga minyak mentah secara signifikan hari ini.
baca 10 detik
  • Harga minyak mentah Brent dan WTI stabil tinggi pada Senin (23/3/2026), dipengaruhi isu Timur Tengah dan kebijakan AS.
  • Investor menimbang risiko serangan fasilitas energi Timur Tengah dengan pelepasan jutaan barel minyak Iran oleh Washington.
  • Kondisi perang memicu hilangnya 7-10 juta barel minyak harian dari Timur Tengah serta anjloknya produksi Irak.

Suara.com - Pergerakan harga minyak dunia terpantau stabil namun tetap berada di level tinggi pada perdagangan Senin (23/3/2026).

Para investor saat ini tengah menimbang risiko antara ancaman penghancuran fasilitas energi di Timur Tengah dengan kebijakan terbaru Washington yang mulai melepas jutaan barel minyak Iran ke pasar global.

Hingga pukul 23.24 GMT, minyak mentah berjangka Brent terkoreksi tipis 8 sen ke level US$ 112,11 per barel, setelah sebelumnya sempat menyentuh angka tertinggi sejak Juli 2022 pada akhir pekan lalu.

Sementara itu, U.S. West Texas Intermediate (WTI) berada di posisi US$ 98,17 per barel, turun 6 sen setelah sempat melonjak 2,27% pada sesi sebelumnya.

Fenomena ini menciptakan selisih harga (spread) antara Brent dan WTI hingga lebih dari US$ 14, jarak terlebar dalam beberapa tahun terakhir.

Prediksi Menuju US$ 120 per Barel

CEO platform perdagangan Moomoo Australia, Michael McCarthy, menilai penurunan tipis ini hanyalah bersifat sementara akibat aksi ambil untung (profit taking) jangka pendek oleh para trader.

"Momentum pasar jelas menunjukkan tren kenaikan. Skenario realistis pekan ini adalah pengujian kembali level tertinggi di kisaran US$ 120 per barel," ungkap McCarthy, dilansir dari Reuters.

Ketegangan memuncak setelah Presiden AS Donald Trump mengeluarkan ancaman untuk melenyapkan pembangkit listrik Iran jika Selat Hormuz tidak dibuka total dalam 48 jam.

baca juga

Padahal, sehari sebelumnya, Trump sempat memberikan sinyal untuk meredakan perang yang kini memasuki minggu keempat tersebut.

Menanggapi hal itu, Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, memperingatkan melalui platform X bahwa infrastruktur kritis dan fasilitas energi di seluruh Timur Tengah terancam hancur secara permanen jika AS nekat menyerang pembangkit listrik mereka.

Amrita Sen, pendiri Energy Aspects, menilai langkah Trump sebagai upaya menunjukkan dominasi kekuatan yang berisiko berakhir pada kehancuran total infrastruktur di kawasan Teluk.

"Sangat keliru jika ada yang mengira Iran akan menyerah begitu saja," tegasnya.

Perang telah melumpuhkan aktivitas di Selat Hormuz yang mengelola 20% aliran minyak dan gas alam cair (LNG) dunia. Para analis memperkirakan pasar kehilangan 7 hingga 10 juta barel minyak per hari dari produksi Timur Tengah.

Kondisi diperparah dengan langkah Irak yang menetapkan status force majeure pada seluruh ladang minyak yang dikelola perusahaan asing.

Menteri Minyak Irak, Hayan Abdel-Ghani, mengonfirmasi produksi di Basra Oil Company anjlok drastis menjadi hanya 900.000 barel per hari (bpd) dari kapasitas normal 3,3 juta bpd.

Sebagai langkah darurat untuk mengatasi krisis pasokan, Washington memutuskan untuk mencabut sanksi sementara terhadap minyak Iran yang berada di laut.

Merespons kebijakan ini, sejumlah kilang minyak di India dan beberapa negara Asia lainnya dilaporkan berencana untuk kembali membeli minyak dari Teheran guna menyeimbangkan stok domestik mereka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jangkauan Rudal Iran Bisa Lintas Eropa dan Asia? AS dan Inggris Bereaksi

Jangkauan Rudal Iran Bisa Lintas Eropa dan Asia? AS dan Inggris Bereaksi

News | Senin, 23 Maret 2026 | 07:11 WIB

Jet F-16 Israel Dikabarkan Rontok di Iran, Klaim IRGC dan Bantahan Tel Aviv Jadi Sorotan

Jet F-16 Israel Dikabarkan Rontok di Iran, Klaim IRGC dan Bantahan Tel Aviv Jadi Sorotan

News | Senin, 23 Maret 2026 | 07:01 WIB

Inggris Tak Mampu Tahan Rudal Iran, London Kini Dalam Jangkauan Sejjil

Inggris Tak Mampu Tahan Rudal Iran, London Kini Dalam Jangkauan Sejjil

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 23:05 WIB

Prabowo Tegas ke AS: Investasi Boleh, Tapi Harus Ikut Aturan Indonesia

Prabowo Tegas ke AS: Investasi Boleh, Tapi Harus Ikut Aturan Indonesia

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:00 WIB

Hawaii Diterjang Banjir Terparah Sepanjang 20 Tahun, 5000 Warga Mengungsi

Hawaii Diterjang Banjir Terparah Sepanjang 20 Tahun, 5000 Warga Mengungsi

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:30 WIB

Pertahanan Israel Jebol? Rudal Iran Lolos, Potret Kota Dimona dan Arad Porak-poranda

Pertahanan Israel Jebol? Rudal Iran Lolos, Potret Kota Dimona dan Arad Porak-poranda

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:05 WIB

Terkini

Potensi Pemasukan Negara Hilang dari Program MBG, Ini Penjelasan DJP

Potensi Pemasukan Negara Hilang dari Program MBG, Ini Penjelasan DJP

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 19:34 WIB

Saham BBCA Diserbu Asing, Target Harganya Bisa Capai Segini

Saham BBCA Diserbu Asing, Target Harganya Bisa Capai Segini

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 19:08 WIB

4 Perusahaan Ini Bakal Lakukan PHK, Lebih dari 5.000 Pekerja Terdampak

4 Perusahaan Ini Bakal Lakukan PHK, Lebih dari 5.000 Pekerja Terdampak

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:50 WIB

IHSG Diprediksi di Zona Hijau, Ini 3 Saham Pilihan yang Wajib Dipantau Pekan Ini

IHSG Diprediksi di Zona Hijau, Ini 3 Saham Pilihan yang Wajib Dipantau Pekan Ini

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:46 WIB

Bisnis Kedai Kopi Makin Ketat, Konsep 'Rumah Kedua' Jadi Senjata Bertahan

Bisnis Kedai Kopi Makin Ketat, Konsep 'Rumah Kedua' Jadi Senjata Bertahan

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:41 WIB

Rupiah Terus Melemah, Bank Mega Syariah Jamin Kinerja Kredit Komersial Tak Kendur

Rupiah Terus Melemah, Bank Mega Syariah Jamin Kinerja Kredit Komersial Tak Kendur

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:32 WIB

PTPN Investasi di Kesehatan Karyawan, Bidik SDM Lebih Produktif

PTPN Investasi di Kesehatan Karyawan, Bidik SDM Lebih Produktif

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:29 WIB

Tak Mau Kalah dari Changi dan KLIA, Bandara Minangkabau Bidik Jadi Hub Penerbangan

Tak Mau Kalah dari Changi dan KLIA, Bandara Minangkabau Bidik Jadi Hub Penerbangan

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:23 WIB

Dirjen Pajak Akui MBG dan Kopdes Merah Putih Berpotensi Hilangkan Penerimaan Negara

Dirjen Pajak Akui MBG dan Kopdes Merah Putih Berpotensi Hilangkan Penerimaan Negara

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 17:14 WIB

IHSG Dibayangi Sentimen Global dan MSCI, Cek Rekomendasi Saham Senin Ini!

IHSG Dibayangi Sentimen Global dan MSCI, Cek Rekomendasi Saham Senin Ini!

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 17:11 WIB