Ini Alasan Garuda Indonesia Terus Alami Kerugian

Dythia Novianty, Rina Anggraeni

Selasa, 24 Maret 2026 | 07:28 WIB
Ini Alasan Garuda Indonesia Terus Alami Kerugian
Ilustrasi pesawat Garuda Indonesia.(ist)
baca 10 detik
  • Garuda Indonesia menargetkan tahun 2026 sebagai fase *turnaround* kinerja didukung penguatan struktur permodalan dan operasional.
  • Pendapatan tahun buku 2025 turun menjadi 3,22 miliar dolar AS dan mencatat rugi bersih 319,39 juta dolar AS.
  • Perseroan berhasil mempositifkan ekuitas menjadi 91,9 juta dolar AS berkat dukungan *shareholder loan* dan *capital injection*.

Suara.com - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk terus memperkuat fondasi transformasi bisnisnya dengan menargetkan tahun 2026 sebagai fase turnaround kinerja Perseroan. Hal ini seiring dengan pemulihan kapasitas produksi secara bertahap.

Perusahaan dengan kode emiten GIAA membeberkan penguatan struktur permodalan. Serta, inisiatif langkah perbaikan bisnis dan operasional sejalan dengan berbagai langkah strategis transformasi yang dicanangkan Garuda Indonesia Group.

Sepanjang tahun buku 2025, Perseroan mencatatkan pendapatan usaha konsolidasi sebesar 3,22 miliar dolar AS, atau turun 5,9 persen. Hal ini, dibandingkan tahun sebelumnya, seiring fase konsolidasi operasional untuk memperkuat fundamental bisnis.

"Tidak dapat dipungkiri penurunan kinerja Garuda Indonesia Group utamanya dipengaruhi oleh terbatasnya kapasitas produksi pada semester I 2025 dimana jumlah unserviceable aircraft masih menunggu scheduled maintenance," kata Direktur Utama Glenny Kairupan dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Selasa (24/3/2026).

Adapun pada tahun ini Perseroan turut mencatatkan rugi bersih sebesar 319,39 juta dolar AS. Salah satunya, dipengaruhi oleh fluktuasi kurs, serta peningkatan biaya fixed cost seiring intensitas program pemulihan serviceability armada yang belum serviceable.

Garuda Indonesia Group terus memaksimalkan jumlah serviceable aircraft di akhir tahun 2025 menjadi sedikitnya 99 armada dari sebelumnya sekitar 84 armada per Juni 2025.

Adapun total unserviceable armada pada akhir tahun 2025 sebanyak 43 pesawat yang saat ini tengah dalam tahapan penyelesaian perawatan armada.

Di tengah tantangan optimalisasi kapasitas produksi tersebut, jumlah penumpang tercatat 21,2 juta, terkoreksi 10,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Lebih lanjut, tren tekanan kinerja Garuda Indonesia di tahun buku 2025 juga turut dipengaruhi oleh penurunan passenger yield, tekanan nilai tukar rupiah, serta tantangan rantai pasok industri aviasi global yang berdampak pada biaya dan proses perawatan.

baca juga

Ke depan, dengan progres pemulihan armada dan implementasi transformasi yang konsisten, Garuda Indonesia optimis kapasitas produksi dan kinerja operasional akan membaik secara bertahap menuju fase pemulihan yang lebih solid.

Selaras dengan tantangan fundamental kinerja di tahun buku 2025, manajemen baru Garuda Indonesia yang ditunjuk Danantara di akhir kuartal IV 2025 memproyeksikan sejumlah fokus transformasi kinerja yang akan diakselerasikan di tahun kinerja 2026 ini.

Melalui dukungan pendanaan shareholder loan dan capital injection di tahun 2025 oleh Danantara, pada akhir tahun Perseroan berhasil mencatatkan perbaikan signifikan pada posisi ekuitas yang kembali positif sebesar 91,9 juta dolar AS per 31 Desember 2025, meningkat dari posisi tahun sebelumnya yang masih negatif 1,35 miliar dolar AS.

Dukungan Shareholder Loan (SHL) pada pertengahan 2025 serta capital injection pada akhir tahun 2025 dengan nilai keseluruhan sekitar Rp23,7 triliun, ditujukan untuk mendukung percepatan program perawatan dan reaktivasi armada, serta penyelesaian kewajiban Citilink kepada Pertamina.

Dari total dukungan tersebut, 64 persen atau sekitar Rp15 triliun dialokasikan kepada Citilink, sementara Garuda Indonesia memperoleh total alokasi sebesar Rp8,7 triliun untuk kebutuhan perawatan armada, yang masih terus berlangsung dan terus dioptimalkan hingga akhir tahun 2026.

Dengan kondisi tersebut, Garuda Indonesia mencatatkan kas dan setara kas sebesar 943,4 juta dolar AS pada akhir 2025, meningkat signifikan dibandingkan posisi tahun sebelumnya sebesar 219,1 juta dolar AS.

Arus kas tersebut yang akan dioptimalkan untuk memaksimal fundamental operasional Perusahaan kedepannya. Lebih lanjut, peningkatan ini turut mencerminkan perbaikan likuiditas perusahaan yang menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas operasional serta mendukung berbagai langkah transformasi bisnis yang tengah dijalankan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Target Baru Danantara ke Garuda Indonesia: Kinerja Bisa Positif di 2026

Target Baru Danantara ke Garuda Indonesia: Kinerja Bisa Positif di 2026

Bisnis | Jum'at, 30 Januari 2026 | 10:54 WIB

Profil Ari Askhara: Dirut Baru HUMI, Pernah Kena Kasus Penyelundupan

Profil Ari Askhara: Dirut Baru HUMI, Pernah Kena Kasus Penyelundupan

Bisnis | Kamis, 15 Januari 2026 | 15:55 WIB

Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto

Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto

Bisnis | Kamis, 15 Januari 2026 | 11:18 WIB

Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini

Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini

Bisnis | Selasa, 13 Januari 2026 | 12:03 WIB

Saham Garuda Indonesia (GIAA) Meroket Awal 2026, Ini Penyebabnya

Saham Garuda Indonesia (GIAA) Meroket Awal 2026, Ini Penyebabnya

Bisnis | Kamis, 08 Januari 2026 | 16:28 WIB

Miskomunikasi Rugikan Perusahaan USD 37 Miliar Setiap Tahunnya

Miskomunikasi Rugikan Perusahaan USD 37 Miliar Setiap Tahunnya

Bisnis | Selasa, 06 Januari 2026 | 14:41 WIB

Terkini

5 Zodiak yang Jago Cari Duit, Konon Punya Bakat Menarik Kekayaan

5 Zodiak yang Jago Cari Duit, Konon Punya Bakat Menarik Kekayaan

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 14:35 WIB

7 Provinsi dengan Jumlah PHK Terbanyak di Indonesia

7 Provinsi dengan Jumlah PHK Terbanyak di Indonesia

Sumut | Jum'at, 25 September 2026 | 14:33 WIB

Gaji Luar Biasa, Jiwa Nelangsa: Derita Ikut Pilihan Karier Orang Tua

Gaji Luar Biasa, Jiwa Nelangsa: Derita Ikut Pilihan Karier Orang Tua

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 14:30 WIB

Bupati Gowa Jadi Tersangka Dugaan Korupsi PBG, Kuasa Hukum Langsung Laporkan Penyidik

Bupati Gowa Jadi Tersangka Dugaan Korupsi PBG, Kuasa Hukum Langsung Laporkan Penyidik

Jawa Tengah | Jum'at, 25 September 2026 | 14:29 WIB

Kombes F Masuk Patsus Propam Buntut Dugaan Tipu WNA Malaysia Rp58,5 Miliar, Ini Duduk Perkaranya

Kombes F Masuk Patsus Propam Buntut Dugaan Tipu WNA Malaysia Rp58,5 Miliar, Ini Duduk Perkaranya

News | Jum'at, 25 September 2026 | 14:28 WIB

2 Wanita Thailand Divonis 7 Tahun Penjara Selundupkan 'Dodol Narkoba' di Bali

2 Wanita Thailand Divonis 7 Tahun Penjara Selundupkan 'Dodol Narkoba' di Bali

News | Jum'at, 25 September 2026 | 14:26 WIB

BEI Kaji Pembagian Dividen dalam Skema Demutualisasi, Besarannya Belum Ditentukan

BEI Kaji Pembagian Dividen dalam Skema Demutualisasi, Besarannya Belum Ditentukan

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 14:25 WIB

8 Harga Bedak Two Way Cake di Bawah Rp100 Ribu, Ada Wardah hingga OMG

8 Harga Bedak Two Way Cake di Bawah Rp100 Ribu, Ada Wardah hingga OMG

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 14:24 WIB

Beton dari Zeolit dan Biochar Bambu Diklaim Lebih Kuat Sekaligus Menyerap CO2: Kok Bisa?

Beton dari Zeolit dan Biochar Bambu Diklaim Lebih Kuat Sekaligus Menyerap CO2: Kok Bisa?

News | Jum'at, 25 September 2026 | 14:22 WIB

Ngamuk di Kantor Lurah Karena Bantuan Rp900 Ribu Hilang, Wanita di Makassar Malah Ngaku Bandar Sabu

Ngamuk di Kantor Lurah Karena Bantuan Rp900 Ribu Hilang, Wanita di Makassar Malah Ngaku Bandar Sabu

Sulsel | Jum'at, 25 September 2026 | 14:20 WIB

×