- PT Jasa Marga mencatat 21 ribu kendaraan mengalami kendala saldo kurang saat mudik Lebaran 2026 di GT Kalikangkung.
- Aktivitas top up saldo elektronik di gerbang tol menyebabkan penundaan signifikan dan antrean panjang kendaraan selama arus mudik.
- Jasa Marga mengimbau pengguna jalan menyiapkan saldo e-toll memadai, seperti Rp 500.000 untuk rute Semarang-Jakarta.
Suara.com - PT Jasa Marga (Persero) Tbk. (JSMR) mengungkapkan pemicu kemacetan jelang gerbang tol. Salah satunya, penyebabnya karena ribuan kendaraan mengalami kendala saat arus mudik Lebaran 2026 akibat saldo uang elektronik (e-toll) yang tidak mencukupi.
Berdasarkan evaluasi pada periode H-10 hingga H+1 Lebaran atau 11-22 Maret 2026, tercatat sebanyak 21 ribu kendaraan harus melakukan top up saldo e-toll di Gerbang Tol (GT) Kalikangkung, Jalan Tol Batang-Semarang.
Direktur Utama Jasa Marga Rivan A Purwantono menyebut jumlah tersebut mencapai 4,9 persen dari total 442 ribu kendaraan yang melintas di lokasi tersebut.
"Dengan saldo e-toll kurang yang berdampak pada tingginya aktivitas top up di gerbang tol, maka akan mengakibatkan waktu penundaan yang cukup signifikan dan mengakibatkan antrean di gerbang tol," ujar Rivan dalam keterangan tertulis, Selasa (24/3/2026).
![Kondisi Gerbang Tol Cikampek Utama (GT Cikatama) Jalan Tol Jakarta-Cikampek pada periode arus balik Lebaran 2022. [ANTARA/HO-Jasa Marga]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2022/05/07/69929-kondisi-gerbang-tol-cikampek-utama-gt-cikatama-jalan-tol-jakarta-cikampek.jpg)
Ia menjelaskan, aktivitas pengisian ulang saldo di gerbang tol menjadi salah satu penyebab utama terjadinya perlambatan arus kendaraan, karena proses transaksi membutuhkan waktu lebih lama.
Jasa Marga pun mengingatkan bahwa kondisi serupa berpotensi terulang saat arus balik, khususnya di Gerbang Tol Cikampek Utama yang menjadi titik krusial arus kendaraan menuju Jakarta.
"Siapkan saldo e-toll cukup bagi pengguna jalan yang melakukan perjalanan menerus, khususnya dari arah Trans Jawa menuju Jakarta," tambahnya.
Untuk menghindari antrean, pengguna jalan diimbau memastikan saldo e-toll mencukupi sebelum memasuki jalan tol.
Untuk perjalanan dari Semarang ke Jakarta, kendaraan golongan I disarankan memiliki saldo minimal Rp 500.000, sedangkan dari Surabaya ke Jakarta minimal Rp 1.000.000.
Jasa Marga juga menegaskan bahwa penggunaan kartu e-toll harus konsisten dari awal hingga akhir perjalanan, terutama pada ruas tol dengan sistem transaksi tertutup.
"Untuk kemudahan transaksi, pengguna jalan dapat melakukan pengisian saldo e-toll melalui berbagai kanal, antara lain Aplikasi Travoy, layanan mobile banking sesuai bank penerbit, gerai ritel/minimarket, maupun fasilitas top up di rest area," pungkas Rivan.